
Karma diam menatap kosong ke arah Kena, yang terlintas di pikiran nya setelah mendengar nama Keishi ada kertas yang bertulis kan nama Keishi dan adik-adik nya dan juga satu nama yang entah nama siapa
"Keishi?, nama itu sama dengan nama yang tertulis di kertas usang yang ku temukan di buku sejarah organisasi" batin Karma
Kena yang melihat Karma sedang melamun menatap diri nya itu seketika bingung
"Ada apa? " tanya Kena yang menatap bingung ke arah Karma
"Ah, bu-bukan apa-apa" jawab Karma yang tersadar dari lamunan nya
"Lalu tujuan mu menceritakan itu kepada ku untuk apa?" tanya Karma
"Ti-tidak, aku hanya ingin ber cerita kepada mu" jawab Kena
"Hmmm, baiklah kalau begitu kau lanjut istirahat, kau masih belum pulih sepenuhnya" ucap Karma sembari berdiri
"Iya" jawab Kena menunduk
Karma menatap melihat tatapan Kena yang terlihat sedih dengan menunduk kan kepala, dia sangat bingung, apa yang membuat adik nya sedih
Karma yang masih berdiri itu membungkukkan badan mensejajarkan diri dengan Kena yang masih duduk dan menunduk kan kepala, dia lalu mengelus kepala Kena sambil tersenyum manis
"Cepat sembuh ya adik ku" ucap nya sembari mengelus kepala Kena dan tersenyum manis
Kena yang di perlakukan seperti itu seketika terkejut, dia lalu mendongak kan kepala menatap kakak nya yang kini telah melepas tangan nya dari kepala Kena
Karma berdiri lalu melangkah pergi keluar kamar, sebelum menutup pintu dia menoleh ke arah Kena dan tersenyum lalu menutup pintu kamar Kena, Kena hanya menatap kosong ke depan
Tak lama kemudian bibir Kena mengulas senyum setelah di perlakukan seperti itu, dia lalu berdiri dan mengambil buku nya yang tergeletak di lantai karena terjatuh, Kena merebahkan diri nya di kasur sambil membaca buku
Kena mulai bosan, dia lalu beranjak dan melangkah ke meja belajar nya, dia meletakkan buku novel nya ke atas meja lalu mengambil Note Book yang terjejer antara buku-buku di tak buku kecil yang berada di atas meja nya, dia membuka Note Book itu, kosong Note Book itu kosong, entah itu milik siapa
Karena bosan tidak ada yang bisa di lakukan akhirnya Kena memutuskan menulis sesuatu di Note Book berwarna merah muda polos, dia tidak peduli itu barang milik siapa, karena semua barang-barang sudah lengkap ada di kamar nya sejak pertama kali dia menginjakkan kaki di kamar ini
Selesai menulis dia menutup Note Book itu lalu meletakkan nya di sela-sela buku yang ada di rak buku kecil, kini dia merasa lapar, perut nya berbunyi, dia lalu keluar kamar dan menuju dapur
Di lantai dua hanya ada Karma yang sedang menatap 1 helai kertas dengan beberapa tulisan yang ada di sana, Kena membuat bubur untuk diri nya karena dia sedang tidak mau makan apa pun kecuali bubur, dia lalu mulai membuat bubur
Karma yang merasa ada suara-suara yang berasal dari dapur itu pun menoleh dan mihat Kena yang sedang sibuk membuat bubur, Karma yang melihat itu langsung berdiri dan menaruh buku nya di atas meja dan melangkah mendekati Kena
"Biar aku saja yang masak, kau istirahat dulu" celetuk Karma
"Tidak , aku bisa memasak sendiri" jawab Kena
"Sudahlah ber istirahat saja, kau itu sedang sakit" ucap Karma
"Iya deh" Kena lalu meninggal kan dapur dan duduk di sofa ruang keluarga
Karma mengambil alih tugas Kena untuk memasak, dia memang bisa memasak sejak kecil, Karma menoleh sekilas ke arah Kena, seketika dia teringat dengan buku nya yang ia letakkan di atas meja ruang keluarga
Dia lalu bergegas ke ruang keluarga dan mengambil buku nya yang tepat ada di depan Kena yang sedang duduk, Kena yang melihat itu seketika terkejut dan menatap heran ke arah Karma
"Itu buku apa? " tanya Kena
"Bu-bukan apa-apa, hanya buku biasa" jawab Karma sembari memeluk buku itu
Kena hanya mengangkat satu alisnya lalu memalingkan wajah, dia tidak mempedulikan Karma, Karma masuk ke kamar nya dan menaruh buku nya di atas meja belajar dan kembali menuju dapur untuk memasak bubur
Selesai memasak, Karma melangkah ke ruang keluarga dengan membawa mangkuk yang berisi bubur, dia lalu duduk di sebelah Kena yang sedang menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong
"Aku sudah buatkan bubur, sekarang ayo makan keburu dingin" ucap Karma
Ucapan Karma membuat lamunan Kena buyar lalu dia menoleh menatap Karma, dia segera mengambil mangkuk berisi bubur yang ada di tangan Karma namun Karma malah menghindar
"Biar aku suapi" celetuk Karma sembari menyodorkan sendok yang sudah berisi sedikit bubur
"Aku bisa makan sendiri" jawab Kena
"Kau kan sedang sakit" ucap Karma
"Aku hanya demam bukan lumpuh ke dua tangan" ujar Kena ketus
"Ayolah, biarkan kakak mu ini menyuapi adik nya" rengek Karma dengan tatapan memohon
__ADS_1
"Hhhhh, iya iya" Kena pasrah
Karma tersenyum lebar lalu menyuapi Kena bubur dengan sangat perhatian dan lembut, Kena hanya bisa menuruti Karma, sejujur nya dia juga senang bisa mendapat perhatian seperti itu
Bubur di mangkuk sudah habis, Karma lalu pergi ke dapur dan mengambil gelas lalu mengisinya dengan air putih, dia lalu kembali ke ruang keluarga dan memberi Kena minum, Kena lalu meminum habis air putih itu lalu meletakkan gelas di atas meja
Kena lalu menoleh menatap Karma dengan tatapan yang sulit di artikan, Karma hanya diam di tatap seperti itu, diri nya juga bingung kenapa Kena menatap nya seperti itu
"Trimakasih" ucap Kena dengan senyum
Karma terdiam sejenak karena melihat Kena tersenyum, dia sangat jarang melihat muka Kena yang tersenyum
"Untuk apa? " tanya Karma
"Karena selama aku sakit kau terus memperhatikan ku" jawab Kena
"Sudah ku bilang, tidak perlu berterimakasih aku ini kan kakak mu" ucap Karma
Kena hanya mengangguk lalu berdiri
"Aku kembali ke kamar ku dulu" Kena lalu melangkah pergi meninggal kan ruang Keluarga dan masuk ke kamar nya
Karma menatap punggung Kena sampai tidak terlihat setelah dia masuk ke kamar nya, Karma lalu tersenyum dan pergi ke dapur untuk menaruh gelas kotor.
Sedangkan di kamar Kena, dia menatap keluar jendela, dia melihat anak-anak yang sedang bermain dan tertawa tanpa beban, bermain dengan teman-teman mereka, tertawa bersama, yang membuat Kena sedikit iri karena masa kecil nya sangat jauh berbeda dengan mereka
"Nikmatilah masa bahagia kalian, nikmati waktu bahagia kalian dengan baik, ber bahagia lah sepuasnya karena suatu saat nanti kalian tidak akan bisa lagi merasakan itu, semoga kalian tidak seperti diri ku" batin Kena dengan menatap anak-anak yang sedang bermain dan tertawa
Ada rasa iri dan juga ada rasa bahagia karena mereka semua tidak merasakan yang di rasakan oleh Kena, Kena yang melihat wajah anak-anak yang tidak berdosa itu jadi sedikit merasa kasihan jika harus mengalami nasib yang sama seperti diri nya
Karena sudah bosan, Kena berfikir untuk jalan-jalan sebentar di kompleks belakang cafe nya, tapi pasti Karma tidak mengizinkan nya, tapi dia tetap memberanikan diri untuk izin dengan kakak nya
Kena keluar kamar dan mengetuk pintu kamar Karma, karma lalu membuka pintu dan melihat Kena yang sudah ada di depan pintu nya
"Ada apa? " tanya Karma
"Emmm, apa aku boleh jalan-jalan ke kompleks belakang cafe? " tanya Kena
"Tapi kau masih sakit, hari ini juga dingin, bagaimana kalau sakit mu tambah parah" protes Karma
Karma lalu meraba kening Kena, memang panas nya sudah menurun dan mungkin suhu panas nya sudah normal, tapi Karma masih was-was untuk membiarkan Kena keluar
"Aku sudah tidak panas kan, jadi biarkan aku jalan-jalan" ucap Kena
"Tapi aku masih agak ragu untuk membiarkan mu keluar, di luar sana ada banyak orang-orang yang berniat jahat"
"Aku janji, aku akan berhati-hati"
"Hhhhh baiklah, tapi jangan lama-lama, jangan terlalu jauh juga" pesan Karma
"Iya" Kena lalu membalikkan tubuh nya untuk melangkah tapi pergelangan tangan nya di pegang oleh Karma
"Tunggu dulu, pakai syal ku dan jaket Tsuki" Karma menyodorkan syal dan jaket
"Tapi..." Belum sempat Kena menyelesaikan kata-kata nya sudah di sahut oleh Karma
"Sudah pakai saja, di luar dingin kau juga baru sembuh" sahut Karma
"Emm, baiklah" Kena lalu meraih jaket dan syal yang di berikan Karma
"Pakai lah baru kau boleh pergi" Karma lalu menutup pintu kamar nya
Kena lalu menatap sesaat jaket dan syal yang ada di tangan nya, dia lalu bergegas masuk ke kamar dan memakai nya, dia menatap tubuh nya di pantulan kaca di kamar nya, jaket nya sangat besar, tangan Kena bahkan sampai tidak terlihat
"Jaket ini sangat besar, tangan ku jadi tidak terlihat, hhhhh kenapa badan orang itu sangat besar sih" gerutu Kena
Dia lalu keluar kamar dengan memakai jaket Tsuki, dia terpaksa memakai nya karena udara sangat dingin dan dia baru saja sembuh dari sakit, Kena menghela nafas menatap tangan nya yang kini tertutup oleh lengan panjang jaket yang sangat panjang
Dia tidak menutup resleting jaket itu karena jika di tutup maka akan lebih terlihat aneh, dia lalu melangkah menuju tangga, Kena melihat Sakura yang sedang berjalan menuju lantai 2
"Hai Kena mau kemana? " tanya Sakura sembari memandang tubuh Kena dari bawah sampai atas
"Mau jalan-jalan kak" jawan Kena
__ADS_1
"Itu jaket Tsuki kan" Sakura menahan tawa nya melihat Kena yang sangat imut karena jaket nya terlalu besar
"Jangan menertawakan aku" celetuk Kena dengan muka kesal
"Aku tidak menertawakan mu kok, hanya saja kau terlihat imut memakai jaket Tsuki" ucap Sakura
"Yasudah aku pergi dulu" Kena lalu melangkah pergi keluar cafe
Sakura yang melihat itu hanya geleng-geleng, lalu dia melanjutkan pergi ke atas.
Kena masuk ke gang sebelah cafe nya yang sepi, itu adalah jalan menuju kompleks belakang cafe, dia berjalan sambil menatap sekeliling gang, agak menyeramkan bagi anak-anak untuk melewati gang itu tapi tidak untuk Kena, dia lewat dengan santai
Di tengah jalan tiba-tiba ada yang muncul dari balik tong sampah
"Bbwaaaaaaaaa!!!!!! " seorang laki-laki yang keluar dari balik tong sampah itu berniat membuat Kena terkejut
Namun Kena hanya menatap sekilas laki-laki itu dengan wajah datar dan kembali berjalan tanpa mempedulikan nya
"Cckk bocah sialan, hei cepat" pria itu memberi kode pada teman-teman nya yang muncul dari luar gang
Salah satu dari mereka berjalan mengikuti Kena di belakang, dan menarik tangan Kena kasar
"Berani kau melewati kawasan kami" ucap pria berambut hijau yang menarik tangan Kena
Kena hanya diam dengan wajah datar dan menatap pria itu dengan tatapan kosong, pria itu lalu melepaskan genggaman nya
"Kau ini di ajak bicara malah diam" bentak pria berambut gondrong yang mungkin itu pemimpin mereka
"Mau kita apakan bos bocah ini? " tanya pria berambut ungu
"Paling malas deh kalau harus mengahadapi orang seperti ini" gerutu Kena dalam hati
"Hei kau, kau ini dari mana, sepertinya kau orang baru" pria berambut gondrong itu mendekat dan menatap Kena dengan tatapan kesal
Kena yang malas meladeni orang seperti mereka hanya diam dan ber balik badan lalu melangkah dengan santai
"Berani nya dia" pria berambut gondrong itu menarik tangan Kena dengan sangat kasar
"Kalau orang tanya itu di jawab, malah diem gini, kau bisu apa? " bentak pria gondrong itu
Kena hanya diam seribu bahasa, dia sangat malas menjawab mereka dan meladeni mereka karena dia hanya ingin berjalan-jalan saja
"Wah sudah berani ya sama guw, gak tau dia guw siapa" pria itu tersenyum menyeringai menatap Kena
"Sikat" pria gondrong itu berteriak pada teman-teman nya, dia melepas genggaman tangan nya yang menarik tangan Kena
"Siap bos" pria yang berambut ungu itu melayangkan bogem ke muka Kena tapi Kena berhasil menghindar dan pria itu terjatuh karena serangan nya tidak tepat sasaran
"Sialan kau" pria berambut hijau juga berniat memukul Kena tapi dia berhasil menahan nya dengan satu tangan yang tertutup oleh lengan jaket yang terlalu panjang
Kena lalu menendang perut pria berambut hijau itu sampai dia terpental ke arah pria berambut gondrong,
"Ku tangkap kau" teriak pria berambut ungu yang terlihat merentangkan tangan nya untuk menangkap Kena
tapi Kena berhasil menghindar dan pria berambut ungu itu hanya menangkap angin, Kena lalu memukul wajah pria berambut ungu itu sampai terpental ke sebelah pria berambut hijau yang sedang terduduk memegang perut nya, ujung bibir pria itu mengeluarkan darah karena di pukul kuat oleh Kena
"Cih kalian dasar tidak berguna" pria berambut gondrong itu mendekat ke arah Kena dan menyodorkan pistol ke kepala Kena
Kena hanya diam dan menatap pistol yang di sodorkan pria itu ke kepalanya
"Jangan bergerak atau kepala mu akan tertembus peluru" ancam pria gondrong itu dengan senyum menyeringai
"Mau kemana kau dasar bocah, kali ini akan ku kalah kan kau" pria itu melayangkan kaki nya untuk menendang wajah Kena tapi bisa di tahan oleh Kena dengan satu tangan
Dengan cepat Kena langsung menangkis pistol yang ada di genggaman pria itu sampai terpental membentur tembok menggunakan kaki nya
"Sialan kau " pria itu ingin melayangkan bogem tapi lagi-lagi berhasil di tangkis oleh Kena
Kali ini giliran Kena yang melayangkan bogem tangan nya ke prut pria itu, dan menendang nya hingga terpental dan terjejer dengan 2 teman nya itu, Kena lalu berbalik badan dan melangkah pergi dengan muka datar seakan tidak terjadi apa-apa
"Awas saja nanti, akan ku balas kau dasar bocah" gumam pria berambut gondrong itu.
Kena berjalan-jalan di sekitar kompleks, orang-orang yang melihat Kena keluar dari gang itu menatap Kena dengan tatapan yang aneh, ada juga yang saling berbisik, Kena merasa sangat risih tapi dia mencoba tidak mempedulikan mereka dan terus berjalan di sekitar kompleks.
__ADS_1
_ _ _
guys maaf ya kalo ada kesalahan dan typo, jangan lupa like, komen dan Vote ya makasih😄