
Kena terbangun di bawah pohon besar, dia meraba-raba tempat dia tergeletak, dia tergeletak di rerumputan, dia lalu menatap langit yang gelap dan di taburi bintang-bintang yang indah dengan bulan purnama
Dia menatap sekeliling nya, Kena di kelilingi bunga-bunga yang sangat cantik, indah, dan...menyala?, iya menyala, bunga-bunga di sekeliling Kena menyala di tengah gelap nya hutan, pemandangan nya sangat indah
Bunga-bunga itu berwarna biru, merah, ungu dan orange terang, Kena masih diam di tempat, dia masih duduk di rerumputan dan terus memandangi pemandangan sekitar nya, tak lama kemudian ada cahaya-cahaya kecil yang muncul dari rerumputan dan berterbangan, cahaya kuning yang berterbangan di udara sangat membuat Kena terpana
Itu adalah kunang-kunang, sungguh pemandangan yang sangat indah, bintang-bintang bertaburan di langit dan bulan purnama yang menampakkan diri dengan jelas, bunga-bunga yang menyala dengan indah, dan kunang-kunang yang berterbangan, sungguh siapa pun yang melihat nya pasti akan sangat terpana
Kena berdiri dan memandang pohon yang yang tepat ada di sebelah nya, pohon besar itu ada di tengah-tengah hijau nya rumput dan indah nya bunga-bunga, hanya ada 1 pohon di tengah rerumputan, sedangkan pohon-pohon lain nya terjejer di luar area rerumputan dan bunga-bunga yang indah itu
Kena lalu berjalan di tengah-tengah kunang-kunang yang berterbangan dan mengeluarkan cahaya indah, bibirnya lama kelamaan mengulas senyum melihat pemandangan indah itu
"Apa aku bermimpi? " batin Kena bertanya pada diri sendiri
Kena terlihat memutar-mutar tubuh nya menikmati cahaya kuning kunang-kunang yang berterbangan di sekitar nya, dia lalu menjatuhkan diri nya, dia berbaring di rerumputan hijau dan di kelilingi bunga-bunga indah, dia berbaring terlentang menatap langit malam dengan bulan purnama dan bintang-bintang yang indah
Saat sedang asik menikmati pemandangan itu, tiba-tiba ada suara perempuan yang sungguh membuat Kena terkejut
"Apa kau menyukai nya? " tanya seseorang dengan suara perempuan
Kena yang mendengar itu sontak langsung duduk dan memandangi sekeliling nya, dia menoleh ke kanan ke kiri, tidak ada siapa-siapa
"Si-siapa kau? " tanya Kena dengan sedikit takut
"Oh iya, aku lupa memperkenalkan diri, perkenalkan aku Keishi Futaba" jawan seorang perempuan, dia menampakkan diri nya dari balik pohon besar itu
Kena langsung menoleh menatap wanita itu, muka nya cantik, rambutnya pendek se bahu, dia mengenakan rompi coklat panjang se mata kaki dengan lengan panjang, menggunakan celana hitam dan baju abu-abu yang terlihat tebal, dia menatap Kena dengan senyum manis
Kena hanya diam mematung, diri nya masih terduduk di rerumputan menatap wanita itu yang mendekat ke arah nya dan duduk di sebelah Kena dengan jarak, wanita itu memandang sekeliling
"Bukankah ini indah, kau menyukai nya kan, cahaya kunang-kunang yang berterbangan indah, bunga-bunga yang menyala cantik, langit malam yang bertaburan bintang dengan bulan purnama, bukankah ini indah? " Keishi menoleh menatap Kena dengan tersenyum manis
Kena sekarang tidak terlalu takut, dia pun membetulkan duduk nya dan menatap langit malam, memang benar yang di katakan Keishi, pemandangan ini luar biasa indah
"Iya, ini sangat indah" jawan Kena sembari mendongakkan kepalanya menatap langit malam
"Kau menyukai nya? " tanya Keishi
"Iya, aku sangat manyukai nya" jawan Kena
"Apakah aku hanya bermimpi? " gumam Kena, Keishi bisa mendengar gumam man Kena
"Ini bukan mimpi, ini sungguh an tapi di sampai kan lewat alam bawah sadar mu" jawab Keishi
"Maksudmu? " Kena mengangkat satu alisnya menatap Keishi
"Mungkin kau memang benar-benar bertemu dengan energy ku, separuh energy ku tertinggal di sini setelah ku di bunuh oleh siluman harimau tingkat paling atas, atau bisa di sebut raja dari para siluman harimau"
DEG
Mendengar jawaban Keishi, Kena langsung teringat pada Taiga, siluman yang di segel di tubuh nya, dia masih ingat jika Taiga bilang bahwa diri nya telah membunuh orang tua Kena
"Sebenarnya yang membunuh ku adalah separuh energy siluman itu, dia bisa melepas sedikit energy nya walau aku sudah menyegel seluruh raga nya ke dalam tubuh anak ku yang baru 2 minggu lahir, enatah bagaimana dia bisa melepas sedikit energy nya" ujar Keishi
Kena sangat terkejut dengan pernyataan Keishi, cerita Keishi sama dengan cerita Taiga, dia terus menatap Keishi dengan tatapan sulit di artikan
"Apa kau terkejut? " tanya Keishi dengan senyum menoleh ke arah Kena
__ADS_1
Kena langsung memalingkan wajah nya
"Ti-tidak, kenapa aku terkejut? "
"Aku tau kenapa kau terkejut, karena cerita ku sama persis dengan cerita siluman yang tersegel di tubuh mu itu kan" ucap Keishi
"Ba-bagaimana kau bisa tau ada siluman yang tersegel di tubuh ku? " tanya Kena gugup
"Karena aku sendiri yang telah menyegel siluman itu ke tubuh mu" jawan Keishi yang terus saja tersenyum
Kena sangat-sangat terkejut mendengar jawaban Keishi, dia menatap kosong ke arah Keishi
"Maksudmu? " tanya Kena
"Jelas kan dengan langsung ke intinya" sambung nya
"Intinya adalah, aku ibu mu dan kau anak ku" jawan Keishi dengan senyum hangat yang tulus
DEG
DEG
sekali lagi diri nya di buat terkejut oleh Keishi, tubuh nya tergunjang saking terkejut nya, diri nya masih tidak percaya
"Be-benarkah, ka-kau tidak bohong kan? " tanya Kena untuk meyakinkan jawaban Keishi
"Benar, aku tidak bohong" jawab Keishi
"Jika kau masih tidak percaya.... " Keishi menyodorkan gelang yang ada di pergelangan tangan nya
Gelang itu persis dengan gelang Kena dan Karma, yang berbeda adalah mutiara nya, mutiara di gelang Keishi berbentuk Kristal kecil berwarna hitam dan biru, tatapan Keishi serius memandang gelang nya dan gelang Kena
Kena yang melihat itu hanya bisa diam dengan pandangan takjub
"2 gelang ini sedang menyatukan diri mereka, 2 gelang ini akan menggabungkan energy masing-masing, di gelang ku terdapat separuh energy ku di 2 mutiara itu begitu juga dengan kau dan saudara mu, jika sudah bergabung mereka akan membagi energy gabungan mereka pada masing-masing pelik mereka" jelas Keishi
"Dan itu hanya bisa di lakukan oleh anggota keluarga" lanjut nya
"Jadi kau benar ibu ku? " tanya Kena dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"Iya tentu saja Kena" jawab Keishi dengan senyum lembut
Mata Kena mengeluarkan air mata, air mata nya pun meneter di pipi nya, rasanya dia sangat ingin memeluk ibu nya yang tidak pernah bisa dia ingat wajah nya, Kena tidak bisa menahan keinginan nya, dia berhambur memeluk ibu nya itu
Keishi hanya tersenyum dan membalas pelukan Kena, Kena menangis di pelukan Keishi, Keishi juga sangat merindukan putri nya itu, kini putri nya sudah tumbuh besar
"Apa ibu tau, aku sangat berangan-angan untuk bertemu ibu, aku sudah lupa dengan wajah ibu karena aku bertemu ibu hanya saat aku masih kecil, jika ini hanya mimpi, aku merasa ingin bermimpi selama nya" ujar Kena di sela tangis nya
"Ibu pikir, kau akan membenci ibu karena telah menyegel siluman jahat di dalam tubuh mu" celetuk Keishi
"Apa ibu tau, aku sempat kesal karena mendengar ibu yang telah menyegel siluman di tubuh ku, apa ibu tau, aku di benci semua orang, saat aku masih kecil semua orang bahkan menakuti ku, membenci ku, dan menjauhi ku, aku hanya anak yang tidak tau apa-apa tapi sudah di benci dan di takuti, saat di panti asuhan anak-anak juga menjauhi ku tidak ada yang berani bermain dengan ku, mereka membenci ku, mereka semua menyebutku monster
apa salah ku sehingga mereka menyebut ku seperti itu, mereka semua juga mengejek ku, mereka ber bicara seolah-olah mengetahui semua nya, aku benci mereka ketila bicara seolah-olah tau semua nya, aku selalu bertanya-tanya pada diri ku, di mana ibu dan ayah ku, aku butuh pelukan mereka, aku butuh kasih sayang ayah dan ibu ketika dunia membenci ku" jelas Kena panjang lebar dengan tangis nya yang pecah dan masih dalam keadaan memeluk Keishi
Senyum Keishi Menghilang sejenak, tapi senyum nya itu kembali muncul
"Ibu tau perasaan mu, apa kau tau Kena, ibu juga merasakan apa yang kau rasakan" ucap Keishi dengan nada lembut
__ADS_1
Kena melepas pelukan nya, dia menatap wajah ibu nya itu, Keishi kembali menatap Kena dengan tatapan sedih tapi bibirnya menunjukkan senyum
"Ibu saat masih kecil juga sama seperti mu, di benci, di jauhi, di takuti, ibu juga tidak punya siapa-siapa saat itu, tapi ibu tidak se kuat diri mu, ibu mudah menangis, mudah mencurahkan hari ke pada siapa pun, ber beda dengan diri mu yang kuat menanggung beban sendirian, kau bisa menahan tangis mu, topeng mu sangat tebal, ibu bisa melihat nya, kau lebih kuat dari ibu, ibu tau kau pasti masih punya banyak beban di hati mu yang kau pendam sendiri
Jika kau sudah lelah jangan memaksakan diri, kau boleh ber istirahat,kau sudah berusaha berlari,ber istirahat sekali untuk menarik nafas tidak apa-apa, kau sudah berjuang, kau sudah berusaha memndam semua sendirian, kau melakukan nya dengan baik, jika kau lelah ber istirahat lah sebentar, jangan memaksakan diri" jelas Keishi panjang lebar untuk menghibur Kena dan menasehati nya
Sedangkan Kena sangat fokus mendengar kan, tatapan nya sayu, mata nya berkaca-kaca, air mata mulai berjatuhan, tidak bisa menahan rasa sedih nya, dia kembali memeluk erat Keishi, Keishi membalas pelukan Kena
"Ibu bangga pada mu, topeng mu sangat tebal" ucap Keishi sembari membelai lembut rambut Kena, Kena menangis di pelukan ibu nya, pelukan nya hangat, pelukan yang selama ini sangat ingin Kena rasakan
Setelah sekian lama, akhirnya Kena bisa melepas tangis dan kesedihan nya yang ia pendam selama ini, hati nya lebih lega.
Setelah Kena sudah tenang, Keishi melepas pelukan nya
"Jika kau ingin menemui ibu di dunia nyata, datang saja ke hutan kota tempat mu tinggal, dan cari pohon besar itu, jika kau tidak bisa membedakan, bedakan dari daun nya, biasanya pohon ini membaur di tengah hutan untuk melindungi tempat indah ini" jelas Keishi
"Iya, aku pasti akan menemui ibu di dunia nyata" jawan Kena.
Keishi menanggapi nya dengan senyum.
Kena membuka matanya, dia menatap sekeliling nya, dia ada di kamar, Kena lalu menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 10.00 pagi, dia lalu duduk dan badan nya merasa lebih baik, dia lalu keluar kamar
Di lantai itu ada Karma yang rebahan di sofa, dan Tsuki bermain handphone, Kena lalu mendekat dan duduk di sebelah Tsuki
"Eh Kena, kau sudah bangun, bagaimana sudah baikan? " tanya Karma
"Sudah" jawab Kena
"Mau ku buatkan bubur? " tanya Karma lagi sembari duduk dan meletakkan buku nya di atas meja
"Tidak perlu" jawab Kena sembari menggeleng
"Kak, aku ingin bicara pada mu" sambung nya
"Bicara apa?" tanya Karma
"Ikut aku" Kena berjalan masuk ke kamar nya di ikuti Karma di belakang, mereka tidak mempedulikan Tsuki
Sampai nya di kamar, Kena menutup pintu lalu duduk di sofa begitu juga Karma
"Sekarang kau mau bicara apa? " tanya Karma
"Aku bermimpi bertemu ibu" jawab Kena dengan menunduk
"Lalu kenapa? " tanya Karma
"Tapi itu bukan hanya sekadar mimpi, ibu berada di hutan kota dan tinggal di pohon besar yang di kelilingi rerumputan dan bunga-bunga yang menyala" jelas Kena
"Tapi Kena, ibu kan sudah tidak ada" jawab Karma dengan muka sedih
"Tapi itu adalah energy ibu yang tertinggal di sana, itu bukan ibu yang masih hidup tapi energy nya" jawab Kena
Karma hanya diam, dia tidak yakin dengan perkataan adik nya itu.
"Apa kau tau nama ibu? " tanya Karma, entah kenapa pertanyaan itu bisa keluar begitu saja dari mulut nya
"Tau, nama ibu adalah Keishi Futaba" jawab Kena
__ADS_1
DEG
Berarti nama yang tertulis di kertas yang di temukan Karma di buku organisasi adalah nama ibu mereka, Keishi Futaba.