Wadah Raja Siluman

Wadah Raja Siluman
Di Culik


__ADS_3

Siang itu Tsuki memasak nasi goreng, dia memang pandai memasak.Mereka makan siang dengan nasi goreng yang di masak Tsuki, masakan nya sangat enak.


"Masakan mu sangat enak, ternyata kau pandai memasak" puji Karma


"Iya" jawab Tsuki singkat


"Apa kau belajar dari kak Sakura? " tanya Karma


"Iya, aku belajar dari kak Sakura" jawab Tsuki


"Jangan ajak aku bicara saat makan" celetuk Tsuki


"Iya iya maaf"


Mereka lalu melanjutkan makan, baru kali ini Tsuki makan bersama dengan teman, biasanya dia selalu makan sendirian.


Selesai makan siang, Tsuki dan Karma duduk santai di sofa ruang keluarga, Tsuki memainkan Handphone nya dan Karma membaca buku, sedangkan Kena mencuci piring kotor bekas makan siang


dia memang agak pandai melakukan pekerjaan rumah karena selama dia tinggal bersama ayah dan kakak tirinya dia yang selalu mengerjakan pekerjaan rumah dan juga dia yang selalu di suruh memasak


Pekerjaan Kena akhirnya selesai, dia lalu masuk ke kamar nya dan membaringkan diri di ranjang, dia melamun memikirkan tawaran Sakura untuk bekerja di cafe nya, dia sangat ingin bekerja dan mendapat uang hasil kerja keras nya sendiri


tapi pasti dia akan direpotkan oleh para pelanggan yang terus berdatangan, dan dia juga pasti akan kelelahan tapi dia memang membutuhkan pekerjaan, dia sangat kebingungan untuk memilih bekerja atau tidak


karena lelah berfikir, dia lalu bangun dari tidur nya dan beranjak ke meja belajar, dia membaca novel untuk menenangkan pikiran nya sejenak.


Sedangkan Karma dia tidak fokus membaca buku karena terus memikirkan tawaran dari Sakura, dia bahkan sampai lupa sudah membaca sampai mana, dia lalu menutup buku nya dan menaruh nya di meja depan sofa


Sebenarnya dia sangat mau bekerja di cafe ini, hanya saja dia belum terbiasa dan takut membuat kesalahan dan juga dia memikirkan Kena yang benci keramaian, bagaimana bisa Kena mengurus keramaian cafe jika dia benci keramaian.


Karma menghela nafas, saat ini dia sangat bingung untuk mengambil keputusan, dia terus-terusan melamun dan Tsuki yang melihat itu dibuat keheranan


"Kau kenapa? " tanya Tsuki yang membuyarkan lamunan Karma


"Ti-tidak" jawab Karma


"Kau memikirkan tawaran kakak ya? "


"Iya, bagaimana kau tau?"


"Karena kau sangat kebingungan, dan hanya satu alasan yang membuat mu kebingungan yaitu tawaran kakak, selain itu mana ada" jawab Tsuki tanpa mengalihkan pandangan nya dari Handphone


"Iya, aku sangat bingung mengambil keputusan"


"Kau tidak perlu terburu-buru, kakak memberi waktu sampai besuk kan"


"Hhhh..baiklah, kalau begitu aku mau turun dulu ke cafe" ucap Karma


"Untuk apa, di cafe tidak ada siapa-siapa"


"Tidak, hanya melihat-lihat saja"


"Baiklah"


Karma lalu turun ke cafe, di sana tidak ada siapa-siapa, dia pergi menuju dapur cafe tempat untuk memasak pesanan pelanggan, tidak terlalu gelap karena masih ada cahaya matahari yang masuk


Karma melihat-lihat isi ruangan, memandangi setiap sudut ruangan. Selesai melihat-lihat dia lalu pergi keluar dari dapur lalu melangkah ke arah tangga namun langkah nya terhenti karena dia mendengar suara ketukan kaca dari luar cafe


dia lalu menoleh ke pintu cafe, di sana terlihat seorang anak laki-laki yang mengetuk pintu kaca cafe, Karma pun berjalan ke pintu cafe dan membuka nya


"Iya ada apa? " tanya Karma


"A-aku ingin bertemu kak Kena" jawab nya


"Ooh, kalau begitu kau masuk dulu ya, ikut aku ke lantai 2" ucap Karma sembari berjalan menuju tangga dan di ikuti anak laki-laki itu


"Nama mu siapa? " tanya Karma sembari terus berjalan


"Na-nama ku Ke-Keiji, panggil saja Kei" jawab nya


"Kalau begitu kau duduk dulu di sofa ya di sebelah kakak yang sedang bermain handphone itu, kakak itu nama nya Kak Tsuki kau duduk saja di sebelah nya" ucap Karma


"Ba-baik"


"Aku akan memanggil Kena dulu" Karma lalu melangkah ke Kamar Kena dan Kei duduk di sebelah Tsuki


Tsuki sibuk memandangi layar handphone sampai tidak sadar ada Kei di sebelahnya.Karma mengetuk pintu kamar Kena 3 kali dan tak lama kemudia pintu terbuka


"Ada apa? " tanya Kena


"Ada yang mencari mu" jawab Karma


"Hah, siapa? "


"Seorang anak laki-laki nama nya Kei"

__ADS_1


"Ooh" Kena lalu keluar kamar dan terlihat Kei sedang duduk di sofa ruang keluarga


Kena pun berjalan mendekat dan dia melihat Tsuki yang sangat fokus dengan layar handphone nya dan bahkan tidak melirik Kei sama sekali


"Kak Tsuki, kau tidak mengajak Kei bicara dari tadi? " tanya Kena


"Kei, siapa Kei? " tanya Tsuki sembari melihat Kena


"Itu anak yang duduk di sebelah mu" jawab Kena


Tsuki menoleh ke sebelahnya dan dia sedikit terkejut melihat anak laki-laki yang duduk di sebelahnya, sedangkan dia hanya menunduk saja


"Di-dia siapa? " tanya Tsuki


"Dia Kei teman ku" jawab Kena


"Oh" Tsuki hanya menatap Kei lalu kembali menatap layar handphone nya


"Kei, kenapa kau menunduk dari tadi?" tanya Kena sembari duduk di sebelah Kei


"Ti-tidak kok, a-aku hanya sedikit canggung" jawab nya


"Tidak papa, tidak perlu canggung" ucap Kena


"Iya tidak perlu canggung, kenalkan aku Karma kakak Kena salam kenal ya Kei" sahut Karma sembari tersenyum manis


"Iya salam kenal" jawab Kei sembari menegakkan kepala nya


"Oh ya Kei, ada apa datang kesini? " tanya Karma


"Aku hanya ingin main ke sini, karena ayah dan ibu ku sedang tidak ada di rumah, mereka sibuk bekerja jadi aku sendirian" jawab Kei


"Ooh, yasudah kau main di sini saja sampai ayah dan ibu mu pulang kerja" ucap Karma


"Iya terimakasih, tapi apa boleh aku ajak kak Kena pergi bermain di luar? "Tanya Kei


" iya tentu saja boleh, Kena kau temani Kei ya"ucap Karma


"Iya"


"Kak ayo ikut aku pergi ke taman lagi" ujar Kei sembari menarik tangan Kena


"Iya tapi tidak perlu menarik tangan ku"


Kena membuka pintu cafe dan sebelum keluar, Karma meneriaki nya dari lantai atas


"Hati-hati ya" teriak Karma


Kena hanya mengangguk lalu keluar cafe, Kei berjalan di depan sementara Kena di belakang mengikuti Kei, saat mereka mau menyeberang Kei tiba-tiba menggandeng tangan Kena sembari menyeberang jalan


Kei berjalan pergi ke taman, saat sampai di taman dia melepas gandengan nya dan berlari ke ayunan dan menaiki nya, dia lalu melambaikan tangan menyuruh Kena ke sana, Kena lalu pergi ke ayunan tempat Kei bermain


"Kak, tolong dorong ayunan nya dong" ucap Kei, Kena pun mendorong ayunan yang di duduki Kei dengan perlahan


"Baiklah sudah, kakak duduk di ayunan di sebelah ku itu ya, aku sudah bisa mengayun sendiri" ucap Kei


"Iya baiklah" Kena menuruti kemauan Kei, dia duduk di ayunan sebelah Kei tanpa mengayun kan nya, dia hanya duduk di ayunan


"Kok gak kakak ayunin ayunan Kakak? " tanya Kei sembari menghentikan ayunan nya


"Tidak kok, aku hanya ingin duduk saja" jawab kena


Kei lalu beranjak dari ayunan nya dan berjalan sampai di belakang ayunan Kena, dia berusaha mendorong ayunan Kena, Kena hanya bisa diam melihat tingkah nya


"Biar aku yang dorong ayunan Kakak " ucap nya sembari terus mendorong ayunan Kena


Kena hanya tersenyum


"Tidak perlu, aku bisa mengayunkan nya sendiri, kau main saja dulu" ujar Kena sembari tersenyum


"Baik" Kei pun kembali bermain ayunan nya


Kena mengayunkan ayunan nya, sebenarnya dia tidak mau bermain ayunan hanya saja dia menuruti perkataan Kei


Mereka bermain di taman dengan sangat senang apalagi Kei yang sudah memiliki teman.


Sedangkan di cafe, Karma hanya membaca buku begitu juga Tsuki, mereka membaca buku di ruang keluarga, suasana sangat tenang dan tidak ada suara yang keluar dari mereka.


1 jam pun berlalu, jam menunjukkan pukul 2 siang,Karma lalu masuk ke kamar untuk menaruh buku nya dan dia kembali keluar kamar, dia turun ke bawah dan terlihat dari dalam cafe bahwa di luar sedang turun salju


cuaca sangat dingin di tambah turun nya salju, dia mulai menunggu Kena pulang , dia menunggu di cafe sembari membaca-baca koran.


Di taman, Kei terlihat masih asik bermain, sedangkan Kena hanya duduk di bangku taman dan lama kelamaan salju mulai turun, Kena hanya memakai syal dan rompi jadi dia mulai kedinginan


"Kei, ayo kita pulang salju mulai turun" ajak Kena sembari berdiri dari duduk nya

__ADS_1


"Nanti dulu ya kak, aku masih ingin bermain di sini" ucap Kei


"Iya baiklah akan ku tunggu tapi hanya sebentar saja ya" ujar Kena kembali duduk di bangku taman


*****


"Hari ini turun salju, aku harus bergegas pulang ke rumah, aku lanjutkan nanti saja mencari mereka" gumam Akemi yang sedang berjalan di pinggir jalan


Dia lalu menyeberang jalan, dan melewati taman yang tempat Kena bermain dengan Kei, Akemi melihat Kena sedang duduk di kursi taman,dia lalu mengurungkan niat nya untuk pulang, dia akan menangkap Kena dulu baru dia akan pulang


Dia lalu mengendap-endap masuk ke teman dari belakang Kena, dia memperhatikan Kena terus-menerus dari balik semak-semak


"Kenapa rasanya seperti sedang ada yang memperhatikan ku" batin Kena yang mulai menggerakkan bola matanya ke kanan dan ke kiri tanpa menggerakkan kepala nya


Dia merasa tidak nyaman, dia lalu berdiri dan memanggil Kei sedikit berteriak


"Kei, ayo pulang" teriak Kena


"Hhh iya aku kesana" jawab Kei


Akemi tidak menyangka akan ada orang lain di situ, dia tidak memperhatikan Kei karena dia terlalu fokus pada Kena, dia lalu memilih menahan Kei untuk mengancam Kena


Akemi berjalan mengendap-endap lewat semak-semak di belakang Kei,Kena sedikit merasa aneh, dan dia segera mendekat ke arah Kei dan tiba-tiba dari belakang semak-semak Akemi langsung menyekap Kei dan menutup mulut nya dengan telapak tangan


Kena sontak terkejut dan ingin melawan tapi gerakan nya berhenti karena Akemi mengancam Kena


"Jangan bergerak, jika kau bergerak maka anak ini akan ku bunuh" ancam Akemi dengan wajah menyeramkan


Mau tak mau Kena tidak bisa melawan, dia hanya diam berdiri sembari menatap Akemi dengan tatapan tajam


"Lepaskan dia, dia tidak ada hubungan nya dengan mu" ucap Kena sedikit berteriak


Akemi berjalan pelan mendekat ke arah Kena, lalu dia ancang-ancang untuk meninju perut Kena, dengan cepat dia langsung meninju perut Kena sampai Kena terpental dan punggungnya menghantam tiang listrik


Tidak sampai di situ saja, Akemi langsung dengan cepat ada di depan Kena dan mencekik leher Kena


"Apa aku gunakan jurus berpindah tempat untuk menyelamatkan Kei, tapi aku harus berada jauh dari sini" batin nya yang mulai tidak bisa bernafas


Akemi lalu melempar tubuh Kena dengan kuat sampai ke seberang jalan, dan inilah kesempatan Kena dia bertukar tempat dengan Kei, Kei yang tadi nya di tahan Akemi sekarang sudah ada di seberang jalan tempat Kena dan Kena sekarang ada di cengkraman Akemi


Akemi sontak terkejut dan bergegas menangkap Kei agar dia tidak bisa melapor ke mana pun


"Kei lariii, cepat lariiii...!! " teriak Kena pada Kei, lalu Kei berlari dan bersembunyi di belakang ruko, Kena menggunakan kekuatan nya untuk menyembunyikan Kei agar tidak bisa di lihat oleh Akemi


Akemi pun tidak dapat menemukan Kei


"Cih dasar bocah itu, pergi ke mana dia,ah sudahlah yang penting aku sudah menangkap mu dan semoga saja bocah itu tidak melapor" gumam Akemi lalu dia pergi dengan cepat dari ruko itu.


Nafas Kei terengah-engah saking takutnya, dia lalu segera berlari ke Cafe Susaki.


Karma yang sedang menunggu Kena itu jadi cemas karena Kena tidak pulang-pulang, lalu dia melihat dari pintu kaca cafe Kei sedang berlari ketakutan dan Kena tidak ada di sana


Karma langsung membuka pintu cafe dan menghampiri Kei


"Kenapa kau berlari ketakutan dan dimana Kena? " tanya Karma


"Kak Kena, dia di-diculik " jawab Kei dengan nafas tidak beraturan dan air mata mulai menetes


"Hah di culik, siapa yang menculiknya? " Karma jadi panik dan terkejut


"A-aku tidak tau, tapi dia di culik oleh om-om yang menyeramkan, dan baju nya bertulis CBC" jelas Kei


"Dia pasti salah-satu anggota organisasi" gumam nya Kesal


"Yasudah kau mau pulang atau masuk? " tanya Karma


"A-aku pulang saja"


"Ya baiklah" Kei pun kembali pulang ke rumah nya sembari menangis dan ketakutan


Karma langsung berlari masuk dan pergi ke lantai 2 , Tsuki masih sibuk membaca buku


"Tsuki, Ke-Kena di culik oleh organisasi" ucap Karma dengan panik


Dan Tsuki pun seketika terkejut dan langsung menaruh buku nya di atas meja dan beranjak dari duduk nya


"Ayo kita selamatkan sebelum terlambat, mungkin saja itu Akemi, jika memang benar Akemi dia sangat tidak sabaran melakukan sesuatu" ucap Tsuki sembari memakai jaket nya dan syal nya


"Dia bisa saja langsung melakukan percobaan nya pada Kena" sambung nya lagi, Karma pun juga segera mengambil syal nya


"Pakai ini, di luar cuaca dingin " ujar Tsuki sembari menyodorkan jaket pada Karma


"Baik"


Mereka pun langsung bergegas menyelamatkan Kena,Karma menggunakan gelangnya untuk mendeteksi gelang Kena yang entah ada di mana.

__ADS_1


__ADS_2