
Di Cafe, Sakura memilih untuk diam terlebih dahulu sebelum menceritakan kejadian kemarin, sedangkan Saki sedaritadi hanya terdiam membisu dan bertanya-tanya soal Kena, dan Kena sudah masuk ke kamar nya lalu melempar tas nya ke kasur dan duduk di meja belajar nya untuk menggambar.
Saki yang dari tadi diam pun memberanikan diri untuk bertanya pada ibu nya
"Emmm Bunda, tadi kak Kena kenapa? " tanya Saki
"Bunda juga kurang tau" jawab Sakura
"Apa aku boleh tanya pada kak Karma?"
"Iya boleh" Sakura lalu pergi ke dapur dan membuat sesuatu
Saki beranjak dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu kamar Karma, sesampainya di depan pintu dia lalu mengetuk pintu dan setelah beberapa saat Karma pun membuka pintu
"Eh Saki, kok ada di sini? " tanya Karma
"Tadi aku ikut bunda jemput kak Kena" jawab Saki
"Ooh gitu"
"Emmm aku ingin tanya sesuatu boleh tidak? " tanya Saki
"Boleh kok, sekarang mau tanya apa? "
"Ini tentang kak Kena, tadi dia marah pada seorang siswa laki-laki yang mengganggunya dan membuat buku nya jadi basah dan kotor" Saki menjeda ucapannya sejenak
"Saat aku mendekat, aku terkejut karena kak Kena seperti....se-seperti siluman" lirih Saki
Karma terkejut mendengar penjelasan Saki, dia lalu terdiam sejenak lalu mengajak Saki masuk ke kamar nya
"Duduk lah dulu" ucap Karma
Mereka berdua duduk di sofa kamar Karma
"Jadi bagaimana? " tanya Saki
"Emmm, jika aku bilang ini kau tidak akan takut atau menjauhi Kena kan? " tanya Karma
"Iya aku tidak akan menjauhi nya" jawab Saki
"Jadi, Kena itu sebenarnya Ghoul Harimau" ucap Karma
Saki seketika terkejut dan terdiam
"Dan sebenarnya aku juga Ghoul, dan di dalam tubuh Kena ada siluman yang tersegel, tapi aku juga tidak tau itu siluman apa, tapi mungkin itu siluman harimau" jelas Karma
Saki masih diam, dia berusaha mencerna kata-kata Karma
"Jadi setelah aku beritau ini, kau tetap mau di dekat Kena kan? " tanya Karma
Saki tidak langsung menjawab nya, dia masih terdiam dan kemudian menjawab dengan menunduk
"Iya, aku tidak akan menjauhi Kak Kena, aku tidak peduli dia ghoul, atau siluman, yang jelas dia adalah orang yang selalu menemani ku jika aku kesepian" jawab Saki
"Syukurlah, kau memang anak yang baik ya Saki" ucap Karma dengan senyum dan menatap Saki
Saki membalasnya dengan senyuman.
Saki lalu menyudahi obrolan mereka lalu keluar dari kamar Karma, sedangkan Karma tetap di kamar dan tidak ikut keluar
Saki menghentikan langkah nya sejenak lalu berbalik menatap pintu kamar Kena, dia lalu berjalan mendekati pintu kamar Kena dan mengetuk nya
Kena mendengar ada yang mengetuk pintu kamar nya langsung menoleh, dia masih diam duduk di kursi meja belajar nya
"Kakak, ini aku Saki, apa aku boleh masuk? " tanya Saki dari luar pintu
Kena lalu berdiri dan membukakan pintu untuk Saki, dia menyuruh Saki masuk dan duduk di sofa kamar Kena, Kena pun kembali ke meja belajar nya dan kembali menggambar
__ADS_1
"Kakak, aku mau tanya sesuatu" ucap Saki
"Tanya saja" jawab Kena tanpa menoleh ke arah Saki
"Apakah saat kakak masih kecil, kakak punya teman? " tanya Saki sedikit hati-hati
Kena terkesiap dan menghentikan tangan nya yang menggambar sejenak lalu kembali menggambar
"Kenapa tiba-tiba kau tanya seperti itu? " Kena bertanya balik dan masih fokus pada kegiatan menggambar nya
"Aku hanya ingin tau saja, dulu kakak punya berapa banyak teman" jawab Saki
"Aku tidak punya teman" jawab Kena datar
"Kenapa kakak tidak punya teman? " tanya Saki
"Aku di jauhi semua orang dan tidak ada yang mau berteman dengan ku" jawab Kena
"Kenapa kakak di jauhi? " tanya Saki
Kena terdiam sejenak, dia tidak segera menjawab pertanyaan Saki
"Kak? "
"Aku di jauhi karena aku seorang ghoul dan wadah bagi raja siluman" jawab Kena dingin lalu melanjutkan gambaran nya
Saki tidak se terkejut itu karena pada dasarnya dia sudah tau tentang Kena dari Karma namun dia sedikit terkejut karena ternyata ada Raja siluman yang di segel di tubuh Kena
"Kau terkejut kan, dan kau pasti membenci ku dan takut kepada ku sekarang" ucap Kena ketus
"Tidak, aku tidak membenci kakak" jawab Saki
"Bohong" ucap Kena seraya menghentikan kegiatan menggambar nya dan berbalik menatap Saki
"Aku tidak bohong, aku tidak membenci atau pun takut pada kakak" celetuk Saki sembari berdiri
"Sungguh aku tidak membenci mu kak, mana mungkin aku membenci orang yang selalu ada di samping ku, menemani ku saat aku kesepian, sekaligus teman pertama ku dan....." Saki menjeda kalimat nya
"Kakak pertama ku" lanjut nya dengan suara lirih
Kena terkesiap mendengar ucapan Saki, Kena terdiam dan menatap kosong ke arah Saki
"Kau tidak sedang bermain-main kan? " tanya Kena dengan tatapan kosong ke arah Saki
"Tidak, aku tidak sedang main-main, aku serius, aku sudah menganggap kakak adalah kakak kandung ku" jawab Saki dengan suara sedikit berteriak namun tidak akan terdengar sampai luar ruangan
"Baiklah, aku percaya" ucap Kena
Saki tersenyum lalu mendekat ke arah Kena dan menarik tangan Kena sampai ke dapur
"Kakak ayo makan bersama ku, itu bunda sedang memasak nasi goreng" celetuk Saki sembari duduk di meja makan
Kena lalu melangkah dan duduk di sebelah Saki, Sakura menaruh 2 piring di meja makan, satu untuk Saki dan satunya lagi untuk Kena, Saki lalu dengan antusias meletakkan nasi goreng ke piring Kena terlebih dahulu lalu ke piring nya
Setelah itu Saki menoleh menatap Kena dengan tatapan memohon
"Ada apa? " tanya Kena
"Suapin" ucap Saki dengan senyum manis
"Makan sendiri, kan udah besar" ucap Kena
"Kakak kok gitu, pliss sekali aja" ujar Saki dengan memelas
"Iya baiklah, hari ini saja" jawab Kena
Kena lalu meraih piring Saki dan menyuap kan satu suap nasi ke mulut Saki
__ADS_1
"Enak" celetuk Saki dengan mulut yang penuh dengan nasi. Kena mengukir senyum di bibirnya karena melihat tingkah Saki
Saki lalu menatap Kena dan menatap nasi goreng Kena secara bergantian
"Kakak tidak makan? " tanya Saki
"Aku kan sedang menyuapi mu" jawab Kena
"Baiklah, sekarang aku akan menyuapi kakak" ucap Saki sembari meraih piring Kena yang berisi nasi goreng
"Eh, tidak usah, aku bisa makan sendiri" ujar Kena
"Ayolah, buka mulut kakak, Aaaa....." sahut Saki
Muka Kena sedikit memerah karena malu di perlakukan seperti itu di depan Sakura
"Sudahlah, aku bukan anak kecil" ucap Kena
"Kakak kok gitu sih" gerutu Saki dengan muka kesal
"Ya udah, aku gak mau makan" lanjut nya
"Huufh" Kena menghela nafas melihat tingkah Saki
"Ya, baiklah. Aaaaa..... " Kena dengan terpaksa membuka mulut nya untuk di suapi Saki
Saki langsung dengan antusias menyuapkan satu suap nasi goreng ke dalam mulut Kena, sedangkan Kena yang di perlakukan seperti itu merasa malu dengan diri nya sendiri
"Hanya satu suap ya" ucap Kena
"Iya deh" Saki pun memakan makanan nya sendiri begitu juga Kena
Selesai makan mereka bertiga berkumpul di ruang keluarga bersama Tsuki dan Karma, mereka mengobrol santai dengan ditemani teh dan kopi hangat
"Kak Kena.. " celetuk Saki yang duduk di sebelah Kena
"Iya, kenapa? " tanya Kena
"Aku ingin kakak tidur di rumah ku malam ini, apa kakak mau? " tanya Saki
Kena sedikit bingung untuk menjawab pertanyaan Saki
"Tapi kan hanya ada 3 kamar di rumah mu, dan satu kamar lain nya itu untuk tempat kerja ayah kan" jawab Kena
"Kakak bisa tidur di kamar ku kan" sahut Saki dengan tatapan memohon
"Emmm, tapi kakak kan besuk mau sekolah, masa aku harus ambil baju ganti"
"Besuk kan tanggal merah Kena, jadi sekolah diliburkan" sahut Sakura
"Ta-tapi-"
"Ayo lah kak, sekali ini saja ya, karena nanti ayah dan bunda mau pergi, jadi aku sendirian di rumah" jelas Saki
"Pergi ke mana? " tanya Kena
"Kita ada urusan malam ini, dan jarak nya cukup jauh jadi bunda dan ayah pulang besuk siang" jawab Sakura
"Oooh" Kena hanya berohria saja
"Ayolah kak, aku mohon" ucap Saki dengan tatapan sangat memohon
"Ba-baiklah, kakak mau " jawab Kena
"Tapi nanti pagi hari aku mau pulang dulu untuk mandi, kamu boleh kalo mau ikut" lanjut Kena
"Yeeeyyy" Saki bersorak gembira karena dia akan di temani Kena seharian.
__ADS_1