
Pagi itu suasana agak bising karena banyak pelanggan yang berdatangan,suara bising nya pun bisa terdengar sampai lantai 2
Kena yang sedang fokus membaca buku di ruang keluarga jadi sangat terganggu, tapi dia tidak bisa apa-apa, dia lalu memilih untuk pergi jalan-jalan
"Kakak ku ajak tidak ya?, tidak perlu ku ajak deh, tapi aku mau pamit dulu nanti dia nyari aku" batin Kena, dia lalu berjalan ke pintu kamar Karma , dia mengetuk pintu kamar nya, tak lama kemudian Karma membuka pintu
"Ada apa? " tanya Karma
"Aku hanya mau bilang kalau aku ingin jalan-jalan sebentar, kau tidak perlu mencari ku nanti" jawab Kena
"Apa mau ku temani?"
"Tidak" Kena lalu berjalan turun ke lantai bawah
Di sana terlihat para pegawai dan juga Tsuki sedang sibuk melayani pelanggan, sedangkan Sakura sedang memberi arahan untuk mereka, Kena lalu berjalan ke arah Sakura
"Kak, aku ingin pergi berjalan-jalan sebentar" ucap Kena
"Oh iya tentu saja boleh, tapi hati-hati jangan sampai tersesat"
"Ya baiklah, aku pergi dulu" Kena lalu melangkah pergi keluar cafe
di luar cuaca dingin, dan salju hampir memenuhi jalanan, Kena sebenarnya sedikit kedinginan tapi dia tidak punya jaket, jadi dia hanya memakai syal, dia lalu berjalan melewati rumah-rumah yang terlihat mewah dan juga toko-toko
suasananya memang agak ramai, karena Kena tidak suka keramaian dia lalu berjalan sedikit menjauh dari keramaian yang ada.
Dia menyeberang jalan untuk pergi ke sebuah taman yang dia lihat, Cafe Susaki memang terdapat di pinggiran jalan. Dia lalu masuk ke taman itu, di sana tidak ada banyak orang, hanya beberapa, dia memilih untuk duduk di kursi taman
dia memandangi sekeliling taman, dan sekilas dia melihat seorang anak laki-laki yang menangis karena layang-layang milik nya tersangkut di atas pohon, tidak ada yang mau membantu anak itu
"Ku bantu tidak ya? " fikir Kena
"Ku bantu saja deh" batin nya lalu mendekat ke arah anak itu
"Kenapa kau menangis? " tanya Kena pada anak laki-laki itu
"Layang-layang ku tersangkut" jawab nya dengan menyeka air mata yang membasahi pipi nya
"Oh, biar aku bantu mengambil nya" ucap Kena sembari meloncat tinggi hingga tangan nya dapat meraih dahan pohon yang lumayan besar
dia lalu mengangkat diri nya sendiri ke dahan pohon, dia lalu terduduk di sana dan berdiri dengan hati-hati dia berjalan di dahan pohon hingga tiba di ujung dahan nya tempat di mana layang-layang anak itu tersangkut
Kena lalu mengambil layang-layang yang tersangkut, akhirnya dia berhasil mengambil layang-layang milik anak tersebut dan dia menjatuhkan layang-layang itu dari atas
Anak itu menangkap layang-layang nya
"Trimakasih" ucap nya sembari mendongakkan kepala ke atas menatap Kena
"Iya sama-sama" Kena lalu bersiap untuk langsung turun dari atas, tapi karena ujung dahan nya tidak terlalu besar jadi dahan nya sedikit miring
Anak laki-laki itu sontak terkejut dan memberi tau Kena
"Kak hati-hati, dahan nya mau patah" ucap nya pada Kena dengan suara sedikit keras
Tepat setelah anak itu memperingatkan Kena, dahan pohon tempat Kena bertengger itu patah separuh dan membuat Kena tergantung dan tangan nya berusaha mencengkran kuat dahan pohon itu
"Ah sial, Kenapa hal seperti ini terjadi pada ku, merepotkan saja" batin Kena
Lama kelamaan dahan pohon itu mulai patah seutuh nya, dan membuat anak itu takut dan panik, sebenarnya Kena bisa lngsung melepas cengkraman nya dan mendarat dengan sempurna, tapi itu akan menyebab kan dahan pohon itu langsung terjatuh
Saking takut nya, anak itu menangis sejadi-jadi nya
"Kakak bertahan lah, aku akan memanggil bantuan" ucap nya di sela-sela tangis
"Ti-tidak perlu kau lebih baik menjauh sedikit, aku akan langsung turun tenang saja tidak perlu menangis" ujar Kena
__ADS_1
"Ba-baik" anak itu lalu mundur sedikit menjauh dari pohon
Kena lalu melepaskan sedikit demi sedikit cengkraman nya, hingga ia betul-betul melepas cengkraman nya itu dan mendarat dengan sempurna di tanah, tapi dahan itu juga ikut terjatuh yang hampir menimpa Kena
dengan cepat Kena langsung menghindar dan menghela nafas lega
"HUH, hampir saja" lirih Kena
"Kakak, Kakak tidak papa?" tanya anak itu sembari mendekat ke arah Kena
"Iya aku baik-baik saja" jawab Kena
Anak itu malah tambah menangis sejadi-jadi nya hingga membuat Kena bingung harus apa, dia tidak bisa mengurus anak yang menangis
"Maaf, ini semua karena aku" ucap anak itu
"Kenapa bisa karena kau?" tanya Kena
"Karena kakak membantuku mengambil layang-layang ku jadi kakak hampir saja celaka" ucap nya di sela-sela tangis
"Tidak papa, aku memang berniat membantumu, sudah jangan menangis" ujar Kena sembari mengelus kepala anak laki-laki itu
Ini pertama kalinya dia menenangkan dan mengelus kepala seorang anak, anak itu lalu menyeka air mata nya
"Oh iya, nama mu siapa? " tanya Kena
"Na-nama ku Keiji, panggil saja Kei" jawab nya
"Nama ku Kena salam kenal ya Kei" ucap Kena dengan senyum
"Tak kusangka aku bisa selmbut ini kepada seorang anak yang tak aku kenal" batin Kena
"Iya salam kenal juga kak"
"Ngomong-ngomong kau di sini sendirian?"tanya Kena
"Kenapa tidak dengan teman-teman mu? " tanya Kena lagi
"Aku tidak punya teman" Kei menundukkan kepala nya
"Oh kalau begitu, aku akan jadi teman mu, kau mau kan? " tanya Kena
"Tentu saja aku mau" ucap nya dengan antusias dan menegakkan kepala nya
"Baik, mau ku antar pulang ke rumah mu? "
"Ah iya aku mau" Kei langsung menarik tangan Kena menuju rumah nya
"Baru kali ini tangan ku di gandeng" batin Kena
Kei berjalan melewati jalan yang di lewati Kena tadi, dan semakin mendekat ke arah Cafe Susaki namun Kei berhenti di sebuah rumah besar yang berjarak 3 blok dari Cafe Susaki
"Jadi ini rumah nya? " batin Kena
"Ini rumah ku, terimakasih sudah mau menemani ku" ucap Kei dengan senyum manis
"Kalau rumah kakak di mana? " sambung nya
"Aku tinggal di Cafe Susaki di sebelah sana" jawab Kena sembari menunjuk ke arah cafe
"Ooh, aku pernah ke sana 2 kali" ucap Kei
"Kalau begitu kau masuk lah, aku juga mau pulang"
"Iya, kalau aku mau main boleh kan aku ke pergi ke cafe? "
__ADS_1
"Iya tentu"
Kei lalu tersenyum manis pada Kena dan masuk ke dalam rumah nya, Kena pun kembali ke cafe dan tidak terlihat ada mobil Sakura di parkiran, dia lalu masuk dan langsung pergi ke lantai 2
di sana terlihat Karma sedang membaca buku di ruang keluarga, Kena lalu mendekati Karma dan duduk di sebelah nya
"Kau sudah pulang? " tanya Karma sembari menoleh
"Ya" jawab Kena singkat
"Tangan mu kenapa berdarah, dari mana saja kau? " tanya Karma dengan memandang luka yang ada di tangan Kena
"Bukan apa-apa" ucap Kena sembari berdiri dan berjalan masuk ke kamar nya namun di tahan oleh Karma
"Biar ku obati lukamu, tunggu dulu aku akan mengambil kotak P3k" Karma lalu masuk ke kamar nya dan mengambil kotak P3k, dan mengobati luka Kena
"Sebenar nya kau dari mana? " tanya Karma lagi
"Dari taman" jawab Kena singkat
"Lalu kenapa kau bisa sampai terluka? "
"Tadi aku menolong seorang anak untuk mengambil layang-layang nya di dahan pohon, tapi dahan pohon nya patah jadi aku terkena goresan sedikit" jelas Kena
"Tunggu, Kenapa aku malah menjelaskan nya, hhhhh Kena ada apa dengan diri mu" batin Kena berbicara pada diri sendiri
"Lainkali hati-hati" ucap Karma
"Iya" tangan Kena selesai di obati, dia langsung masuk ke kamar nya begitu juga Karma
Mereka berdua ada di kamar masing-masing, sedangkan Tsuki sedang di sibukkan oleh para pelanggan, suasana cafe sangat ramai dan juga bising, jika di hari biasa saat pagi hari suasana cafe tidak se ramai ini, tapi saat malam akan ramai, sedangkan saat hari sabtu pagi hari mau pun malam hari tetap ramai.
Sakura sudah pulang ke rumah nya, dia bekerja di cafe nya saat malam hari untuk membantu para pegawai nya, pagi hari dia juga pergi ke cafe dan hanya sebentar di sana lalu pulang kembali ke rumah nya.
*****
"Hhhh, aku selalu saja gagal menangkap ghoul, karena luka yang di sebabkan oleh bocah sialan itu menghalangi ku" gerutu Akemi yang sedang berada di ruang tamu
"Kenapa bos tidak mendapat informasi mereka, apakah sesulit itu mendapat informasi 2 ghoul sialan itu" gumam nya
"Apa aku lebih baik mencari keberadaan mereka berdua, agar lebih cepat melaksanakan percobaan" batin Akemi
"Tapi aku bahkan tidak tau mereka kabur ke mana, hhhh sangat merepotkan, jika aku bertemu dengan 2 bocah itu akan ku siksa mereka sampai mereka lemah tak berdaya dan baru akan ku buat percobaan" batin nya lagi
Sepertinya Akemi menaruh dendam pada Kena dan Karma karena telah membuat nya terluka dan juga telah membuat nya menunda percobaan nya, dan juga luka Akemi di bagian tangan kanan nya yang di sebabkan karena bertarung dengan Kena itu membuat nya kesulitan bertarung.
Dia juga sangat tidak sabaran untuk melakukan percobaan, karena dia tidak sabar melihat ghoul jenis baru yang akan dia buat.
"Aku akan ambil cuti 2 hari saja mulai besuk, aku sangat frustasi, aku butuh ketenangan sebentar" gumam Akemi
*****
Tsuki sangat sibuk dengan pekerjaan nya pagi ini hingga tidak terasa waktu istirahat tiba, dia lalu menutup cafe pada pukul satu siang untuk istirahat dan buka kembali pukul empat sore
Para pegawai juga pulang ke rumah masing-masing dan akan kembali sebelum pukul empat sore, keadaan cafe yang sebelumnya sangat ramai dan bising kini sudah sangat sepi dan tenang, Tsuki lalu pergi ke lantai 2
di sana Kena dan Karma sedang duduk di ruang keluarga, mereka tampak sedang membaca buku dengan serius bahkan mereka tidak menyadari Tsuki sudah berada di sana
"Kalian sangat serius saat membaca buku, kalian bahkan tidak sadar aku sudah di sini" celetuk Tsuki yang membuat Karma terkejut tapi Kena tidak terkejut sama sekali dia masih fokus membaca
"HUH, kau ini jangan mengejutkan ku saat sedang membaca, hampir saja jantung ku copot" gerutu Karma
Tsuki tidak menanggapi, dia melangkah ke dapur untuk memasak makan siang.
_____
__ADS_1
Maaf ya guys kalo ceritanya ga nyambung , karena ini karya pertama saya🙏.
Jangan lupa Like, komen, dan Vote ya trimakasih.