
Setelah selesai makan buah mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.
Di tengah perjalanan, Kena merasa tidak nyaman karena ada pedang di punggung nya
"Apa lebih baik aku taruh di pinggang ku saja dari pada di punggung ku" Batin Kena sembari mengambil pedang yang ada di punggung nya dan menaruhnya di pinggang nya
"Nah begini lebih baik" batin nya lagi
badan Kena memang kecil dan pendek namun dia masih bisa membawa pedang itu, ya walaupun Kena juga masih anak-anak dia juga kuat karena sudah terbiasa dengan pukulan keras yang ayah tiri nya berikan dulu.
Kena adalah anak tengah dari ke 3 bersaudara, Kakak dan adik nya laki-laki dan dia perempuan sendiri.Kena sebenarnya belum pernah melihat wajah saudara nya sendiri karena Kakak nya itu juga di buang saat masih kecil.
Tapi sepertinya Kena pernah melihat wajah adik nya saat dia ber umur 3 sampai 5 tahun, Kena dan adik nya hanya berjarak 2 tahun saja.Kena juga pernah mendengar nama adik nya itu tapi dia lupa karena dia masih kecil, dia juga tak pernah bicara atau pun bermain dengan adik nya
mereka terpisah, tapi dia bisa melihat wajah adik nya karena tinggal 1 atap, hanya saja mereka tidak saling bicara atau menyapa, namun ikatan saudara mereka sangat kuat walau mereka tak akrab saat kecil.
Kena dan Kakak nya sangat jauh jarak umur nya, kakak Kena di buang saat ber umur 8 tahun, dia di adopsi oleh sepasang suami istri yang tidakĀ punya anak, orang tua tiri Kakak Kena meninggal saat Kakak nya berumur 10 tahun
dia lalu pergi ke hutan dan tinggal di sana, dia juga bekerja menjual kayu bakar agar mendapat uang untuk membeli makanan, dia memang mandiri dan hidup berdampingan dengan hewan-hewan di hutan.
Dia juga pandai mengobati hewan, hewan buas yang terluka pun dia obati dan di rawat hingga sembuh, karena itu dia dekat dengan hewan yang telah ia rawat luka nya.
Kakak Kena juga mengetahui kalau dia punya adik lagi, dia dapat tau itu karena orang tua tiri nya yang memberi tau nya, dia juga di beri tau nama adik nya, dia hanya berohria saja.
Setelah bertemu dengan Kena, dia juga sudah menduga kalau Kena adalah adik nya karena hawa familiar dari Kena dan juga nama nya yang sama dengan nama adik nya.
*****
"Kita sudah berjalan sangat jauh apa kau tidak lelah? " tanya Karma di tengah jalan
"Tidak, aku tidak lelah" jawab Kena polos
"Kau hebat, kau samasekali tidak lelah walau sudah berjalan jauh" celetuk Karma
"Karena aku sudah terbiasa" ucap Kena dengan muka polos
"Iya aku tau.Ohya Kena apa kau punya saudara? " tanya Karma
Kena yang mendengar pertanyaan itu langsung menghentikan langkah nya
"Ya aku punya saudara, memang nya Kenapa? "
"Apa saudaramu itu laki-laki ? "
"Ba-bagaimana kau bisa tau?" Kena bertanya balik
"A-aku hanya menebak kok" jawab Karma gelagapan
"Hmm, ya saudara ku laki-laki" jawab Kena
"Ooh, apa kau anak tengah? " Karma keceplosan
"Apakah benar kau hanya menebak? " Kena bertanya balik sembari menatap Karma penuh selidik
"Gawat aku keceplosan" batin Karma
"I-iya, a-aku be-benar-benar cuma menebak kok" jawab Karma gelagapan
__ADS_1
"Aku tak yakin" ucap Kena
"Mati aku" batin Karma dengan muka panik
"Sepertinya kau tidak hanya menebak, lihat ekspresi mu saja panik begitu"
"Bagaimana ini, aku harus jawab apa" batin Karma
"A-aku-" tiba-tiba kata-kata Karma terpotong karena ada serangan mendadak dari siluman
"Huh, lagi-lagi siluman, kenapa tidak besuk saja sih, aku sedang lelah" gerutu Karma dengan muka memelas
"Sudah jangan banyak bicara, lawan saja, lagi pula hanya satu siluman" ucap Kena yang bersiap dengan pedang nya
"Itu siluman bertubuh manusia, sepertinya ini akan sulit, tapi dari hawa nya itu sepertinya siluman harimau" batin Kena
Tanpa pikir panjang, Kena langsung mendekati siluman itu dengan kecepatan nya dan bersiap memenggal kepala nya, tapi siluman itu berhasil menghindar dan balik melawan Kena
Kena langsung menangkis serangan siluman itu dengan pedang nya, sedangkan Karma sedang bersiap ingin melawan siluman itu.
Kena menjauh dari siluman itu untuk sementara agar dia bisa berfikir
"Aku harus menusuk perut nya terlebih dahulu agar dia lengah dan setelah itu baru aku akan memenggal kepala nya" batin Kena
Setelah berfikir, Kena pun mendekati siluman itu lagi, siluman itu tampak ingin melontarkan tinjuan ke perut Kena
tapi Kena berhasil menghindar dengan melonpat rendah dan memutar tubuh nya, dan dia mendarat dengan seimbang, kakinya pun berhasil menyentuh tanah dan dia langsung mengarahkan pedang nya ke perut siluman itu hingga tertusuk
seketika darah menetes dari perut siluman harimau itu dan dia menjadi lengah, dan saat itulah kesempatan Kena untuk memenggal kepala siluman itu
tapi lawan Kena tak sebodoh itu, dia langusung memukul wajah Kena sebelum terkena tebasan pedang nya, pukulan itu sangat kuat hingga Kena terpental jauh
tapi serangan itu dapat di halangi oleh Karma, Karma dengan cepat ada di hadapan siluman itu dan dia memukul perut siluman itu hingga terpental jauh dan membuat satu pohon tumbang.
Kena tercengang, dia tidak tau kalau Karma sekuat itu, dia pun langsung berdiri dan mengambil pedang nya yang terjatuh di tanah
"Apa kau tidak papa? " tanya Karma tanpa mengalihkan pandangan
"Aku tidak papa"
"Kau tadi sampai terpental jauh lo, apa benar tidak papa?" tanya Karma lagi dan sekarang dia menatap Kena cemas
"Aku tidak papa, aku tidak terluka, hanya kepalaku saja yang terluka,aku sungguh tidak papa" jawab Kena meyakinkan Karma
"Hmm, baiklah"
Kena lalu mendekat ke arah siluman harimau itu, dia bersiap dengan pedang nya, siluman itu tampak masih bisa berdiri dan hendak menyerang Kena
tapi dengan kecepatan nya, Kena bisa lebih dulu menyerang siluman itu, dia memotong kaki siluman itu, dan memenggal kepala nya.
Baju Kena pun terkena cipratan darah darah lagi dari siluman.Siluman itu pun lenyap karena kepalanya telah di penggal. Kena pun mendekati Karma
"Tak kusangka kau sekuat itu" celetuk Kena
"Kau pikir aku lemah, aku tidak selemah itu kau tau" ucap Karma
"Huh, baju ku jadi kotor lagi, di sekitar sini juga tidak ada sungai, aku jadi harus kembali lagi ke air terjun tadi" gerutu Kena
__ADS_1
"Sudahlah, kalau hujan nanti juga akan bersih" ucap Karma enteng
"Hah kau pikir aku mau kehujanan, bisa-bisa bukan nya bersih malah basah kuyup" ujar Kena
"Iya iya, nanti kalau ketemu sungai atau danau kau bisa membersihkan diri dulu"
"Huh sudahlah, aku capek harus meladeni mu terus" ucap Kena dengan wajah kesal, sedangkan Karma hanya tertawa mendengar ucapan Kena.
Mereka pun melanjutkan perjalanan, sebenarnya Karma sangat kesal karena harus muncul siluman tadi, tapi dia juga berterimakasih karena siluman tadi muncul di saat yang tepat jadi dia bisa bebas dari pertanyaan Kena yang membuat nya terpojok.
_____
Di markas Organisasi CBC
Akemi dan 4 anggota organisasi lainnya sudah mulai pulih, namun masih belum boleh banyak bergerak agar luka mereka tidak terbuka
"Cih andai saja aku bisa melakukan percobaan itu dengan segera maka dua bocah ghoul itu tidak akan bisa kabur" gumam Akemi kesal, dia sedang duduk di ranjang pasien di ruangan percobaan
"Sudahlah, untuk apa kau mengomel seperti itu, kita tunggu saja Akihiko mendapat informasi tentang 2 bocah itu, lalu kita akan menangkap mereka" ujar Dr.Daiki yang juga berada di sana sedang menyusun alat-alat nya yang berantakan
"Huh, ya baiklah" Akemi menghela nafas
Sedangkan 4 anggota organisasi lainnya itu hanya bisa mendengarkan dan tidak bisa berkomentar apa-apa, karena Akemi itu orang nya sangat galak dan mengerikan
"Oh ya apa bos belum pulang juga dari kemarin? " tanya Akemi
"Iya, Akihiko sedang sibuk mencari informasi tentang 2 bocah itu" jawab Dr.Daiki, dia tidak memanggil Akihiko dengan sebutan bos karena pada dasarnya, mereka itu berteman sebelum organisasi di dirikan
"Begitu ya.Ohya apa kau sempat mengambil DNA mereka berdua? "
"Kenapa aku harus mengambil DNA mereka?"
"Karena kata bos, dia merasakan hawa ikatan kakak ber adik dari dua bocah ghoul itu, jadi bos mencari tau informasi apakah mereka itu bersaudara, dan kenapa kau tidak tau hal itu, apa bos tidak memberitaukan nya pada mu? "
"Dia tidak memberitau ku tentang hal itu, mungkin dia lupa"
_____
"Hei Kena, apa menurut mu pertarungan tadi lebih sengit dari yang kemarin malam? " tanya Karma di tengah perjalanan
"Menurutku sih, pertarungan kemarin malam itu sangat sengit dan lebih sengit dari yang tadi, tapi kemarin malam aku tak terluka sedikitpun, dan aku tidak sampai terpental seperti tadi" jelas Kena panjang lebar
"Ooh, aku juga berfikir begitu sih"
"Ohya Kena, apa kau masih memiliki ingatan saat kau di bawa oleh organisasi itu"
"sepertinya......, aku tidak bisa ingat apa-apa, karena saat itu aku pingsan dan tertidur karena obat yang di suntik kan ayah ku"
"Ooh begitu ya"
"Lalu kau, bagaimana ceritanya kau bisa tertangkap mereka? "
"Emm itu..... panjang ceritanya, tidak enak kalau di ceritakan sambil berjalan seperti ini, nanti malam saja saat kita ber istirahat"
"Baiklah"
"Sungguh kehidupan yang melelahkan,sebelumnya terus di siksa oleh ayah tiri ku, lalu tertangkap oleh organisasi jahat hingga harus kabur , lalu bertemu siluman 2 kali, sungguh kehidupan ku sangat melelahkan" gerutu Kena dalam hati.
__ADS_1
"Huh, tidak ada gunanya mengeluh seperti ini, jalani saja lah kehidupan yang melelahkan ini, aku juga sudah terbiasa seperti ini" batin Kena.