Wadah Raja Siluman

Wadah Raja Siluman
Mimpi


__ADS_3

"HUH, badan ku rasanya lelah, mata ku juga rasanya panas" gumam Kena sembari menjatuhkan diri nya ke sofa


Badan nya lemas, matanya perih, kepalanya pusing, itulah yang di rasakan Kena saat ini, mungkin karena dia di culik dan syal nya di ambil, badan nya pun jadi tertusuk udara dingin, sampai sekarang badan nya rasanya lemas.


Tsuki keluar kamar dan melangkah pergi ke tangga dan turun ke bawah tanpa mempedulikan Kena, dia mau melanjutkan pekerjaan nya


Kena yang merasa bosan dan tidak tau harus melakukan apa dia lalu bangkit dari sofa dan turun ke bawah, dia ingin sesekali melihat keadaan cafe, cafe tidak terlalu ramai karena jam belum menunjukkan pukul 19.30 malam


dia melihat-lihat cafe dan berjalan-jalan ke seriap sudut ruangan, tak jarang juga ada pelanggan yang menyapa Kena dengan melambaikan tangan, Kena hanya membalas melambaikan tangan juga pada para pelanggan yang menyapa nya dengan wajah datar


dia memandang sekeliling cafe tanpa memperhatikan yang ada di depan nya, sehingga dia tidak sengaja menabrak seorang pria dan alhasil dia dan pria tersebut terjatuh


"Aduhhh.... " pria itu meringis


"Cckk badan ku yang sudah sakit di hajar oleh si sialan tadi sekarang malah menabrak seorang pria sampai terjatuh kuat" gerutu Kena dalam hati


"Cckk, hati-hati dong kalau berjalan!! " bentak pria itu sembari berdiri dan merapikan jas nya


Kena mendongakkan kepala menatap pria itu, sekilas terlihat mirip dengan Kei,Kena lalu berdiri dan membersihkan baju nya yang sedikit kotor


"Maaf" ucap Kena singkat, padat, dan jelas lalu pergi meninggal kan pria itu


"Cih dasar bocah sialan, mengucap kan kata maaf dengan tidak tulus lalu pergi begitu saja" gerutu pria itu dengan nada sedikit keras, dia menarik kerah baju Kena


Para pelanggan di sana hanya memperhatikan tanpa ada yang mau ikut campur, mereka juga sedikit terganggu oleh teriakan pria itu


Tsuki yang mendengar suara keras langsung menghampiri Kena dan pria itu, dia sangat-sangat malas mengahadapi pelanggan yang sedang marah


"Maaf tuan, anda mengganggu pelanggan di sini, lebih baik sudah saja bertengkar nya" lerai Tsuki


"Cih, anak ini yang menabrak ku lebih dulu, dan dia meminta maaf dengan tidak tulus dan pergi begitu saja" bentak pria itu


"Aku sudah meminta maaf" ucap Kena dengan wajah datar


"Cckk, kalau meminta maaf dengan sopan bukan begitu caranya, langsung main pergi aja" bentak pria itu lagi


"Kalau begitu biar saja mewakili nya, dia teman saya" ucap Tsuki


"Saya minta maaf untuk nya" sambung Tsuki


"Aku tidak butuh minta maaf dari mu, Aku hanya ingin anak ini mengucap kan dengan tulus dan sopan" pria itu lalu melepas tangan nya yang menggenggam kerah baju Kena


Tsuki menatap Kena dengan tatapan memohon,dia tidak mau mengurusi pria ini, Kena yang melihat itu hanya bisa pasrah, dia juga tidak mau berurusan dengan pria ini


"Saya minta maaf ya tuan karena telah menabrak anda, saya tidak sengaja, saya tidak akan mengulangi nya" ucap Kena dengan senyum yang SANGAT di paksakan


"Begitu kek dari tadi, baik ku maaf kan tapi gara-gara kau handphone ku jadi pecah, jadi kau harus ganti rugi" jawab pria itu


"Merepotkan saja orang ini, rasanya aku mau memukul muka nya sampai badan nya terpental" batin Kena kesal


"Terlihat dari penampipan anda, anda sepertinya orang kaya jadi bukankah mudah bagi orang kaya seperti anda untuk membeli hp baru" celetuk Sakura yang tiba-tiba muncul


"haaahh..., tapi tetap saja anak ini harus ganti rugi"


"Lebih baik anda pergi dari sini, atau aku akan memanggil security untuk mengusir anda, anda sudah mengganggu pelanggan di sini" jelas Sakura


"Kurang ajar kau, berani sekali melawan ku ya dasar gadis sialan" ucap pria itu dengan senyum devil


"Anda lah yang pantas di sebut sialan karena mengganggu pelanggan dan menyuruh seorang anak mengganti rugi" tatapan Sakura sangat tajam menatap pria itu


"Dasar kau ya, akan ku pukul muka sialan mu itu" bentak pria itu sembari melayangkan kepalan tangan nya ke muka Sakura


namun pukulan itu dihalangi Kena, Kena menahan kepalan tangan pria itu dengan satu tangan nya dengan sangat mudah

__ADS_1


"Kau ini berisik sekali, masalah kecil di besar-besarkan, sungguh kau pria yang merepotkan" ucap Kena dengan nada menyeramkan dan tatapan seakan menaruh benci pada pria itu


"Kau yang mulai membuat masalah" pria itu kembali melayangkan bogem di tangan nya yang akan memukul muka Kena, namun berhasil di hindari Kena sehingga pria itu hampir terjatuh ke depan karena pukulan nya yang kuat tidak berhasil mengenai target


"Sialan kau" pria itu terlihat ingin kembali memukul tapi Kena sudah dulu an memukul wajah nya sampai luka nya membiru


"Kau yang sialan telah mengganggu ku dalam ketenangan ku" kali ini muka Kena terlihat marah


"Sebenarnya aku ingin memukul mu habis-habisan Karena telah mengganggu dan membuat masalah, tapi aku berbaik hati melepas kan mu karena aku juga salah tidak memperhatikan jalan" ucap Kena sembari membalikkan tubuh nya dan melangkah pergi menuju tangga


"Cih dasar bocah tidak tau diri" pria itu lalu berjalan keluar cafe dan pergi meninggal kan cafe


"Pria itu sangat merepotkan, dia juga cerewet, bahkan sampai teriak-teriak hanya karena Kena tidak meminta maaf dengan tulus" gerutu Tsuki yang mengikuti Sakura pergi ke ruang istirahat pegawai


"Aku baru tau Kena bisa sampai seperti itu, aku yang melihat tatapan nya barusan seperti ingin mengubur hidup-hidup pria itu" ucap Sakura sambil bergidik ngeri


"Yah begitulah. Sekarang ayo kita lanjut bekerja lagi kak" ajar Tsuki


Sedangkan Kena menaiki tangga dengan muka kesal dan tatapan nya masih sangat menyeramkan, dia duduk di sofa ruang keluarga, Karma yang sudah pulang setelah mengantar Kei itu terlihat bingung, dia melihat muka Kena terlihat kesal


"Kau kenapa, kok muka nya kesel gitu, lagi ada masalah kah?" Tanya Karma


Kena yang sedang malas bicara hanya men jawab nya dengan lirikan tajam lalu dia pergi masuk ke kamar nya dan membanting pintu saat menutup nya


"Dia ini kenapa sih, tatapan nya mengerikan begitu, aku kan hanya bertanya" gerutu Karma


Sedangkan pria yang menabrak Kena tadi pulang dengan kesal, bisa-bisa nya dia di pukul oleh seorang anak di depan umum, dia memegangi pipinya yang membiru karena terkena pukulan Kena tadi


"Hhhhh, lebih baik aku pulang sekarang saja dari pada kembali ke kantor dengan muka seperti ini" gumam pria itu


Dia berjalan ke rumah yang tidak jauh dari cafe, dia pergi ke rumah 2 lantai yang berharak 3 blok dari cafe, dia membuka pintu rumah nya dan masuk lalu duduk di sofa ruang tamu


"ayah tumben sudah pulang" ucap seorang anak yang turun dari tangga


"Tapi aku mau tidur yah aku sudah mengantuk" rengek Kei


"Tidak usah merengek, cepat obati luka ku, jangan membantah" ucap Rei dengan nada sedikit kasar


"I-iya yah, Kei ambil kotak p3k dulu" lirih Kei


Dia lalu mengobati luka ayah nya, sebenarnya dia memang sering di bentak ayah nya, tapi dia yakin ayah nya masih sayang kepada nya


"Sudah yah, luka nya jangan sampai terkena air" ucap Kei lembut


Dia tau tentang dunia obat-obatan dari kakak nya, dia di ajar kan kakak nya cara merawat luka dan lain-lain


"Aku sudah tau, tidak perlu memberitau ku" ucap Rei sembari pergi ke kamar nya


"Hhhhh, percuma aku tidak akan bisa mendapatkan hati ayah" gumam Kei sembari meletakkan kotak p3k ke tempat semula lalu pergi ke kamar nya untuk tidur


*****


Kena merebahkan tubuh nya di kasur, rasanya tubuh nya tambah lemas karena meladeni pria tadi, mata nya juga perih, kepalanya kembali merasa pusing, dia memejamkan matanya berusaha untuk tidur walau ini bukan waktu nya untuk tidur


Kena pun tertidur dengan lampu yang masih menyala, dia tertidur dengan cepat walau tadi sore sudah tidur, karena kepala nya pusing dia jadi mudah lelah dan mengantuk


Sedangkan di cafe, pelanggan kembali berdatangan dan cafe pun mulai ramai, Tsuki dan Sakura kembali di sibuk kan dengan para pelanggan.


Tsuki mondar-mandir kesana-kemari untuk menerima pesanan dan mengantar kan nya, sedangkan Sakura sibuk di meja kasir.


Karma sedang membaca buku di temani teh hangat yang dia buat, dia sebenarnya sedikit terganggu dengan keramaian cafe yang masih bisa terdengar dari lantai 2,dia membaca buku tentang organisasi jahat, dia membaca nya dengan sangat serius


buku itu mencatat dan menceritakan sejarah organisasi dan pemimpinnya. Sampai lah dia di satu bab yang membuat nya tertarik, yaitu bab yang menceritakan pertarungan antara pemimpin Organisasi CBC dengan siluman harimau tingkat atas

__ADS_1


Pertarungan itu terjadi 4 tahun lalu, pemenang pertarungan itu adalah si pemimpin organisasi CBC yaitu Nazuran Akihiko, dan siluman tingkat atas itu kalah dan mitos mengatakan bahwa dia telah mati dalam pertarungan


Akihiko menggunakan kekuatan ghoul yang telah ia tangkap, dia memasukkan kekuatan itu ke dalam diri nya sehingga dapat mengalahkan siluman tingkat atas. Itulah yang tertulis di buku, Karma membacanya dengan sangat serius.


Sedangkan di kamar Kena, dia tidur dengan sangat nyenyak, dia bermimpi dalam tidur nya


Kena membuka mata dan dia sudah ada di tengah hutan yang gelap, tubuh nya tergeletak di tanah, dia lalu terduduk dan menatap langit, langit malam yang bertaburan bintang indah dengan bulan purnama yang bersinar terang, dia lalu berdiri dan memandangi sekitar


di depan nya ada sebuah batu besar berbentuk lingkaran datar, batu itu sedikit jauh dari Kena


"Di mana aku, apa aku bermimpi? " batin Kena


Tiba-tiba dari pohon sebelah batu itu keluar seorang laki-laki, mungkin dia seumuran dengan Karma, matanya merah ber cahaya, kuku nya tajam dan giginya bertaring, terlihat menyeramkan tapi Kena tidak takut


"Si-siapa kau? " tanya Kena


"Aku adalah pemilik kekuatan mata kirimu" jawan orang itu sembari melangkah mendekat ke arah Kena


"A-apa maksudmu? " Kena terkejut dengan jawaban laki-laki itu


"Kekuatan mata kirimu yang berwarna merah menyala itu adalah kekuatan ku, lihat mata ku sama persis dengan mata kirimu" jawan laki-laki itu dia berhenti setelah jarak nya dengan Kena sudah sedikit dekat


"Hah, siapa sebenarnya kau, bagaimana bisa kekuatan mata kiriku itu berasal dari mu?" Tanya Kena sedikit berteriak


"Aku adalah siluman harimau yang paling kuat di antara siluman lain, dan bisa di katakan aku adalah raja para siluman harimau" laki-laki itu memperkenalkan diri nya


"Raja para siluman harimau? " gumam Kena


"Iya, panggil saja aku Taiga, ini adalah wujud manusia ku, wujud asliku tidak seperti ini" ucap Taiga


"Aku tersegel di tubuh mu karena orang tua mu yang menyegel ku, 2 minggu setelah kau lahir orang tua mu menyegel ku di dalam tubuh mu walau kami harus bertarung sengit, ibu mu itu siluman sama seperti ku, dia bertarung dengan ku bersama suami nya yaitu ayah mu


Pada akhirnya aku kalah dan tersegel di tubuh mu, dan karena itulah mata kiri mu berwarna merah seperti mata ku, jika kau membuka mata merah mu maka kekuatan ku akan langsung tersalur di tubuh mu dan yang menguasai diri mu saat itu adalah aku


jika kau bisa mengendalikan kekuatan ku yang tersalur ke tubuh mu maka kau bisa mengendalikan tubuh mu, tapi kadang yang menguasai diri mu adalah kekuatan ku bukan diri ku


Ingat, aku adalah siluman terkuat dari semua siluman yang ada di bumi ini, jadi kau akan menjadi sangat kuat saat aku atau kekuatan ku yang mengendalikan tubuh mu. Di saat itu kau akan menyerang siapa pun yang ada di hadapan mu, jadi kau harus berlatih untuk bisa mengendalikan kekuatan ku yang besar " jelas Taiga panjang lebar


"Jadi jelas kan, apa kau baik atau jahat? " tanya Kena


"Jika kau bertanya begitu, itu tergantung diri mu sendiri bisa mengendalikan kekuatan ku tidak, jika tidak maka siapa pun yang ada di hadapan mu akan kau serang tanpa kau sadari" jawab Taiga


"Baiklah, aku mengerti"


"Aku akan memberitau mu sesuatu" ucap Taiga


"Apa itu? "


"Apa kau tau, akulah yang telah membunuh orang tua mu, aku membunuh mereka satu tahun yang lalu saat aku berhasil melepas sedikit kekuatan ku dari segel tubuh mu" ucap Taiga, seketika Kena terkejut dan seakan tidak percaya


"Aku yakin, kau pasti membenci ku karena aku sudah membunuh orang tua mu, tapi begitulah kenyataan nya" sambung nya


"aku tidak membenci mu, lagi pula jika aku menaruh dendam pada mu, itu hanya akan menambah beban pikiran, yang lalu biarlah berlalu" jawab Kena


Taiga yang mendengar itu tidak men jawab apa pun, dia membalikkan badan dan pergi


"Kyouki Kena, awalnya aku mau membunuh mu karena kau pasti sama dengan orang-orang yang pernah menjadi segel untuk ku, tapi nampak nya kau berbeda" batin Taiga


Kena sekarang sudah tidak melihat Taiga lagi, dia sudah pergi entah kemana. Tiba-tiba lingkaran batu yang ada di depan Kena itu berputar dan tanah nya berguncang, dia kebingungan dan tidak tau harus apa, dan di tengah kebingungan nya itu tiba-tiba dahan pohon di atas nya terjatuh tepat di atas Kena dan


Kena bangun dari tidur nya dengan nafas terengah-engah, dia menatap sekeliling nya, dia ada di kamar, dia lalu menatap jam dinding jam menunjukkan pukul 2 dini hari


"Tadi itu apa,apakah hanya mimpi biasa?" Batin Kena bertanya pada diri sendiri

__ADS_1


Dia lalu memilih untuk membaca buku sembentar lalu kembali tidur.


__ADS_2