
Selesai berdiskusi, mereka lalu istirahat dan menunggu sore hari, Kena dan Karma mengumpulkan tenaga dan kekuatan mereka, karena rencana untuk kabur dari gedung itu membutuhkan tenaga dan kekuatan.
_____
*di ruangan kepala organisasi*
Akihiko sedang mencari informasi tentang ghoul harimau lewat komputer nya, Akihiko bukan lah orang yang gehabah dan terburu-buru dalam melakukan sesuatu, dia selalu mencari informasi terlebih dahulu sebelum bertindak
"Hmm ternyata ghoul harimau yang bersaudara pasti akan terpisah karena kebanyakan dari mereka pasti akan di buang, aku nanti akan melihat 2 ghoul itu dan memastikan apakah mereka bersaudara" gumam Akihiko
Akihiko lalu mencatat semua informasi di buku catatan nya, dia memang sering mencatat informasi² penting di buku catatan nya.
'Drrrrt drrrrt drrrrt drrrrt' handphone Akihiko tiba-tiba berbunyi karena ada yang menelfon nya, dia lalu meraih HP nya dan mengangkat telfon
"Halo ada apa, kenapa menelfon ku? "
"Hei, bisakah kau ke kantor sekarang, aku ada perlu dengan mu" jawab seseorang di telfon
"Hmm, apakah cuma sebentar? "
"Tidak, mungkin saja samapai malam pukul 20.00"
"Oke baiklah, aku akan segera ke sana" Akihiko lalu menutup telepon dan beranjak dari tempat duduk nya untuk bersiap
"Setelah pulang dari kantor aku akan langsung melihat ghoul itu, aku akan menyuruh Akemi agar percobaan nya di tunda sampai nanti malam setelah aku pulang" batin Akihiko
Dia lalu pergi meninggalkan ruangan kepala organisasi dan segera menuju ke garasi.
******
Informasi sekilas tentang ghoul. Jadi ghoul adalah sebutan untuk seseorang yang memiliki orang tua dengan ras siluman dan manusia, bisa dikatakan hasil dari pernikahan silang manusia dan siluman, anak dari pernikahan silang manusia dan siluman itu mendapat julukan ghoul
Tapi tidak semua ghoul warna mata nya berbeda.
******
"Huh, perutku lapar sekali" batin Kena
"Hei apa di sini kita tidak diberi makan? " tanya Kena
"Emm, kadang-kadang dikasih makan tapi cuman 1 kali sehari" jawab Karma
"Ooh"
"Semoga nanti aku bisa menggunakan kekuatan ku, sebenarnya jika ku gunakan kekuatan mata merah ku itu tidak di perlukan tenaga yang banyak, tapi nanti aku bisa lepas kendali dan di kuasai oleh kekuatan ku" batin Kena
"Hei kenapa kau bengong, apa ada sesuatu yang mengganjal di pikiran mu? "
"Tidak, tidak kok"
"Emm, hei apa luka di lengan mu itu tidak sakit? " tanya Karma sambil menunjuk lengan kiri Kena
"Yaa, sedikit sakit sih tapi tidak apa-apa, lagi pula aku sudah terbiasa" jawab Kena
"Hmm, tapi sepertinya luka itu menghalangi pergerakan mu kan? "
"Iya sih, jika aku terlalu banyak menggerakkan lengan ku maka akan terasa sakit"
"Kalau begitu biar ku obati, aku membawa beberapa obat dan perban di tas ku" usul Karma
"Tidak perlu, ini juga tidak terlalu sakit"
"Hei kau menurut saja"
"Yaaa baiklah" jawab Kena ketus
Karma pun mengobati luka Kena dan membalut nya dengan perban, setelah selesai mengobati, Karma lalu memperhatikan wajah Kena yang dipenuhi luka lebam dan goresan, dia merasa iba karena Kena yang masih ber usia 6 tahun itu sudah mendapatkan luka-luka yang lumayan banyak di tubuh dan muka nya
"Hei, apakah aku boleh mengobati luka yang ada di wajahmu, luka lebam dan goresan di muka mu cukup banyak" ucap Karma
"Ya baiklah, terserah kau saja" Kena menuruti apa kata Karma, dia juga tidak mau berdebat sekarang ini
Karma pun mulai mengobati luka yang ada di wajah Kena, Karma yang mengobati Kena itu sampai tak tega jika membayangkan bagaimana Kena di siksa
"Begitu kejam orang yang melakukan ini kepada mu yang masih kecil" batin Karma sembari mengobati luka Kena
__ADS_1
"Nah sudah, apakah kau merasa lebih baik" tanya Karma
"Emm, ya aku sudah merasa lebih baik sekarang, trimakasih"
"Ya sama-sama" jawab Karma sambil tersenyum
Tiba-tiba pintu gudang itu terbuka, dan muncul lah seorang pria yang menyeramkan membawa 2 piring berisi nasi, dia lalu langsung menaruh piring itu di lantai dan dengan buru-buru menutup pintu
"Apakah itu untuk kita berdua" tanya Kena sembari menatap 2 piring itu
"Ya, itu untuk kita berdua, kalau begitu ayo kita makan" ucap Karma dan setelah itu mengambil salah satu piring berisi nasi
"Ooh" Kena pun ikut mengambil piring berisi nasi itu, dia merasa sangat lapar karena sejak kemarin dia belum makan, walau sudah makan sedikit, dia tetap merasa lapar
Karma yang melihat Kena makan dengan lahap walau hanya nasi saja, dia mulai berpikir apakah Kena belum makan sejak kemarin
"Apa kau belum makan sejak kemarin? " tanya Karma
"Kenapa kau bertanya begitu? " Kena bertanya balik dan mengangkat satu alis nya
"Karena kau makan dengan lahap walau tidak ada lauk sama sekali"
"Ya aku memang belum makan dari kemarin, ayah tiri ku tidak mengizinkan ku makan"
"Ooh"
Mereka pun melanjutkan makan hingga nasi di piring mereka habis.
_____
*di ruang percobaan
"Dr.Daiki, aku ingin bicara sesuatu pada mu" ucap Akihiko
"Ya, kau mau bicara apa? " tanya Dr.Daiki
"apa kau bisa menunda percobaan nya sampai nanti malam, aku ingin pergi ke kantor ku dan aku akan pulang malam, jadi bisakah kau menundanya sampai aku pulang"
"HUH, yaaa baiklah aku bisa, tapi jangan lama-lama pergi nya, dan cepat pulang, karena cairan ini akan penuh sebentar lagi" jawab Dr.Daiki dengan nada kesal
"HUH" Dr.Daiki menghela nafas karena percobaan nya akan di tunda bahkan sampai nanti malam
_____
Sore hari pun tiba dan beberapa anggota organisasi pulang karena pekerjaan mereka sudah selesai
sedangkan Akemi, Dr.Daiki dan beberapa angota tetap berada di sana sampai percobaan selesai
ada 4 anggota organisasi yang akan membantu Akemi dan Dr.Daiki dalam melakukan percobaan.
*****
Sementara di gudang, Kena dan Karma bersiap akan memulai rencana, mereka membicarakan ulang rencana mereka untuk kabur dari gedung ini
"Hei kau sudah faham kan, skarang ayo kita mulai rencana kita" ucap Kena
"Ya aku sudah faham" jawab Karma yakin
Kena lalu menumbuhkan kukunya menjadi panjang dan menyelipkan nya di lubang pintu dan dia mengalirkan kekuatan listrik nya hingga mengenai dua penjaga di depan pintu gudang, 2 penjaga itu terkena setruman listrik dari Kena
Kena lalu mencoba membuka kunci dengan kuku nya yang panjang, setelah beberapa saat akhirnya kuncinya pun terbuka, Kena langsung membuka pintu dengan pelan dan berjalan ke tempat penyimpanan barang di sebelah gudang, Kena mencari sebuah bola atau barang yang bisa menggelinding
dia akhirnya menemukan sebuah benda berbentuk bulat, Kena mengambil benda itu dan menggelindingkan nga ke ruang percobaan.Ruang percobaan ada tepat di sebelah gudang dan ruang penyimpanan barang, Kena menggelindingkan barang itu ke arah Dr.Daiki yang sedang berdiri dan memperhatikan cairan yang ada di sebuah wadah kecil
Benda itu mengenai kaki Dr.Daiki, dia sontak terkejut dan menatap ke arah kaki nya
"Kenapa benda ini bisa ada di sini, apakah ini berasal dari tempat penyimpanan barang" gumam nya lalu berjalan menuju ruang penyimpanan barang
Kena sudah bersiap dengan kekuatan listrik nya. Dr.Daiki pun sampai di depan ruang penyimpanan barang, ketika dia hendak masuk Kena dengan cepat langsung menyengatkan listrik ke leher Dr.Daiki dan seketika dia pingsan dan tergeletak di sana
Kena dan Karma lalu mengendap-endap pergi ke ruangan pembuat cairan, Kena akan langsung muncul di depan mereka dan melawan mereka, dia sana ada 4 anggota organisasi, sedang kan Akemi berada di ruang tamu
Kena lalu muncul dari balik pintu ruang percobaan, seketika 4 anggota organisasi itu terkejut
"Kau, ke-kenapa kau bisa bebas hah" tanya salah satu anggota dengan panik
__ADS_1
Kena hanya tersenyum kejam dan mulai mengeluarkan kekuatan nya, dan menumbuhkan kuku nya hingga menjadi panjang dan tajam seperti kuku harimau
"Hei apa kau ingin melawan kami, kalau begitu ayo lawan saja kami ber empat dan kau, kau hanya sendirian saja, tentu kami yang menang" kata anggota 2 dengan yakin
Tanpa basa-basi, Kena langsung mengerang salah satu anggota, ketiga angota yang ada di sana langsung mengambil pistol dan menyodorkan nya ke arah Kena yang sedang melawan teman nya
ketika akan menembak, tiba-tiba pistol yang di pegang ketiga anggota itu terlempar dengan cepat karena di tangkis oleh Karma, dia lalu melawan mereka bertiga
Kena yang melihat Karma melawan 3 orang sendirian langsung dengan cepat menyelesaikan pertarungan nya dengan anggota itu
Dia lalu membantu Karma melawan 3 anggota organisasi, Kena tidak berniat membunuh mereka tapi kalau keadaan mendesak dia terpaksa membunuh mereka.
Akemi yang sedang ada di ruang tamu mendengar keributan di ruangan pembuat cairan, dia bergegas pergi ke sana dan berapa terkejutnya dia melihat 2 bocah ghoul yang dia kurung itu bisa bebas dan membuat semua anggota organisasi yang ada di sana terluka dan pingsan tak berdaya
"Dasar, kenapa kalian bisa bebas" Akemi lalu dengan segera mengambil pistol yang tergeletak di lantai
Karma yang mengetahui itu ingin menyerang Akemi namun, Akemi mengancam Karma dan menyodorkan pistol ke arah Kena
"Kau diam di sna jangan bergerak, atau temanmu itu akan aku tembak tepat di kepala nya" ancam Akemi dan menyodorkan pistol ke arah Kena
"Hei jangan pedulikan aku cepat lawan saja" ucap Kena sedikit berteriak
Karma tidak menjawab,dia hanya berdiri mematung, Akemi lalu perlahan-lahan mendekat ke arah Karma dengan masih menyodorkan pistol nya ke arah Kena
Akemi lalu dengan cepat mencekik leher Karma dan mengangkat tubuh nya ke atas, badan Akemi besar dan kekar jadi tidak sulit untuknya mengangkat badan seorang anak atau remaja
Kena yang melihat itu langsung terkejut dan khawatir, dia terus berfikir bagaimana caranya untuk menyelamat kan Karma
"Bagaimana ini, jika aku bergerak bisa saja dia menembak ku, bagaimana ini" batin Kena
"Oh ya, aku bisa menggunakan kekuatan mata merah ku, tapi aku takut tidak bisa mengembalikan kesadaran ku, tapi coba saja dulu jika aku diam saja maka dia bisa saja membunuh Karma" batin nya lagi
Dia lalu menepi kan poni yang menutupi mata kiri nya ke belakang, dan dia melepas penutup mata nya dan menyimpan nya di saku celana nya
Kena pun membuka mata kirinya yang terpejam dan ada sedikit luka di sana, seketika matanya berubah menjadi mata harimau
Seketika urat-urat pun muncul di sekeliling mata nya, gigi taring nya pun berubah menjadi tajam dan panjang seperti taring harimau,kuku nya pun bertambah tajam, dia lalu dengan cepat langsung menepis pistol yang di genggam oleh Akemi
Akemi pun terkejut dan panik, dia lalu melepas tangan nya yang sedang mencekik Karma
Sekarang kena benar-benar hilang kendali, tubuh nya di kendalikan oleh kekuatan nya, dia terus melawan Akemi dan mencoba mencakar nya
Akemi pun lari ke ruang tamu dan hendak keluar dari gedung, tapi kecepatan Kena dapat menghalangi Akemi, dia lalu mencakar-cakar tubuh Akemi dan memukul perutnya hingga tubuh Akemi terpental ke tembok ruangan, Akemi pun tidak sadarkan diri karena pukulan itu.
Karma pun bergegas pergi ke ruang tamu dan menyusul Kena, dia melihat Akemi yang sudah tidak sadarkan diri dan juga Kena yang lepas kendali, Kena melihat Karma dengan tatapan membunuh, dia tidak bisa mengendalikan tububnya sendiri dan dia bahkan ingin melukai Karma tapi untung nya Karma berhasil menghindar dan menangkis gerakan Kena
"Hei Kena, sadarlah ini aku Karma apa kau tidak ingat, Hei sadarlah" ucap Karma dengan sedikit berteriak sembari menangkis dan menghindari serangan Kena
"Hei aku mohon Kena, sadarlah kendalikan kekuatan mu"
"Hei-" ucapan Karma terpotong karena tiba-tiba dia terjatuh karena tersandung sesuatu
Kena pun mendekati Karma dan bersiap ingin menyerang nya menggunakan kuku tajam nya, Kena menatap Karma seperti musuh nya, dia tidak bisa mengendalikan dirinya karena kekuatan nya terlalu besar
"Hei, sadarlah Kena ini aku teman mu Karma!!!! " teriak Karma dengan lantang dan membuat Kena sedikit tersadar
Kena segera menutup mata kirinya dengan tangan nya dia mencoba mengendalikan kekuatan nya
"Hei ayolah cepat sadar, oh ya aku akan menutup mata kiriku langsung dengan penutup mata ku" batin Kena dan langsung mengambil penutup matanya di saku celana nya
Dia berusaha menutup mata kirinya, dan akhirnya dia berhasil sadar dan urat-urat yang di sekitar mata kena itu pun mulai tidak terlihat dan giginya kembali seperti semula, kukunya juga tidak tajam lagi
Kena sadar dengan nafas tak beraturan, dia pun mengembalikan poni nya untuk menutupi mata kirinya itu
"Maaf kan aku karena mencoba melawan mu, aku tadi lepas kendali dan tidak bisa mengendalikan kekuatan ku" ucap kena sembari menundukkan kepala
"Ah, tidak apa-apa kau tidak salah dan lagipula aku juga tidak terluka, kau tadi sangat hebat, jika kau bisa mengendalikan kekuatan mu maka kau akan jauh lebih hebat" ucap nya mendekat pada Kena dan mengelus kepala nya.
*******
Maaf ya guys kalo ceritanya gak nyambung atau aneh, soalnya udah lama gak up jadi lupa sama alurnya, aku emang pelupa orang nya😄🙏.
Oh ya dan besuk mungkin aku tidak up karena sedang sakit, jadi otak nya gak bisa buat mikir, jadi libur dulu🙏
Jangan lupa like, komen, and vote ya guys trimakasih daa👋.
__ADS_1