Wadah Raja Siluman

Wadah Raja Siluman
Bertemu Dengan nya Lagi


__ADS_3

Sore hari nya, Kena memasukkan buku novel, alat tulis dan buku gambar ke dalam tas ransel nya untuk di bawa ke rumah sakura, Kena akan langsung ke rumah sakura sore ini


Kena lalu keluar kamar dengan menenteng tas ransel nya, Kena sudah mandi dan rapi, dia tinggal berangkat. Kena memang tidak membawa baju ganti karena dia akan pulang ke cafe sejenak untuk mandi lalu kembali ke rumah sakura lagi


Sakura dan Saki sudah menunggu Kena di ruang keluarga


"Kau sudah siap? " tanya Sakura


"Sudah" jawab Kena


Mereka bertiga pun turun ke lantai bawah lalu keluar cafe dan masuk ke mobil Sakura, Kena duduk di depan di samping Sakura sedangkan Saki berada di jok penumpang, mobil pun melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan raya


Tidak ada percakapan di dalam mobil, Kena fokus membaca novel nya sedangkan Saki bermain handphone milik Sakura dan Sakura fokus menyetir


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sudah sampai di rumah Sakura, Sakura menghentikan mobil nya di depan gerbang lalu menyuruh Kena dan Saki untuk masuk duluan ke rumah, Kena dan Saki pun turun dari mobil


Saki berjalan di depan sedangkan Kena di belakang, Saki membuka pintu rumah lalu sedikit berteriak


"Aku pulang! " teriak Saki setelah membuka pintu rumah


Saki lalu masuk dan langsung pergi ke kamar nya untuk mandi, sedangkan Kena duduk di ruang keluarga sambil melepas tas ransel yang sedang ia tenteng di bahu, dia lalu kembali membaca novel nya


Sakura selesai memarkirkan mobil, dia lalu masuk ke dalam rumah lalu hendak pergi ke ruang keluarga untuk mencari Kena, sesampai nya di sana dia melihat Kena sedang fokus membaca buku, Sakura pun duduk di samping Kena


"Nanti bunda sama ayah pergi jam 5 sore, kau bisa memasak makan malam kan?, atau nanti biar bunda pesankan lewat online untuk makan malam nya?" celetuk Sakura


"Loh, bukan nya kata bunda, bunda sama ayah pergi nya malam? " tanya Kena


"Iya, bunda mengubah jam berangkat nya karena kau sudah di sini menjaga Saki" jawab Sakura


"Oooh, bunda nanti tidak perlu memesankan makanan, Aku bisa memasak makan malam" ucap Kena


"Baiklah" Sakura lalu beranjak dan pergi ke kamar nya di lantai atas


Setelah Sakura masuk ke kamar nya dan Goki, Goki keluar dari kamar dan turun ke bawah, dia melihat ada Kena di ruang keluarga sedang membaca buku, Goki pun melangkah mendekat lalu bertanya


"Kena kok kamu ada di sini? " tanya Goki


"Emmm, kata bunda nanti jam 5 sore ayah dan bunda akan pergi karena ada urusan dan akan pulang besuk siang, jadi aku di suruh bunda buat menjaga Saki" jawab Kena dengan mendongak kan kepala menatap Goki


"Oooh iya, aku baru ingat" gumam Goki


"kalau begitu, sekarang kau mau apa, akan ku buat kan teh kalau mau atau cemilan? " ucap Goki


"Iya boleh, teh dan cemilan" jawab Kena sembari melanjutkan membaca


"Baiklah akan ku buatkan ya" Goki lalu pergi menuju dapur untuk membuat teh


Selesai membuat teh, Goki mengambil satu toples berisi cemilan dan membawanya bersama dengan teh yang dia buat, sesampai nya di ruang keluarga Goki menaruh teh dan toples di depan Kena


"Itu sudah ku buat kan, aku mau ke depan dulu ya buat memanas kan mobil" ucap Goki sembari pergi meninggalkan Kena


"Iya" jawab Kena tanpa menoleh


Kena lalu menyeruput teh hangat buatan Goki perlahan lalu membuka toples berisi cemilan lalu memakan cemilan ditemani teh hangat


Saki sudah selesai mandi dan sudah rapi, dia keluar kamar dan menuju ke ruang keluarga, sesampai nya di sana Saki langsung duduk di sebelah Kena dan menyambar cemilan yang ada di toples


Saki menatap Kena sejenak lalu menatap buku yang Kena baca


"Kakak baca buku apa sih, kok serius banget? " tanya Saki dengan mulut yang sedang mengunyah cemilan


"Buku yang aku baca judul nya pelangi hitam, dan ini adalah chapter ke 10" jawab Kena


"Oooh, apa aku boleh membaca nya? " tanya Saki


"Boleh tapi yang chapter satu dulu, aku membawa nya, tadi tidak sengaja terbawa " jawab Kena sembari membuka ransel nya dan mengeluarkan satu buku novel dan memberikan nya ke Saki


"Terimakasih" ucap Saki


"Sama-sama" jawab Kena


Kena kembali membaca buku nya, mereka berdua sama-sama membaca buku, susana pun hening karena dua orang itu fokus membaca


Kena membaca buku sambil melahap cemilan yang ada di toples

__ADS_1


Sakura selsai mandi, dia membawa keluar koper milik nya yang berisi baju nya dan baju Goki, jam sudah menunjukkan pukul 16.55,Sakura turun melewati tangga dan melihat dua anak nya yang sedang membaca buku bersama, Sakura tersenyum lalu mendekat ke arah mereka


"Kena, kau masukkan tas mu ke dalam kamar Saki lalu istirahat, bunda sudah mau berangkat" celetuk Sakura


"Eh, iya bunda" jawab Kena


"Dimana ayah? " tanya Saki


"Dia sedang memanas kan mobil" sahut Kena


"Ooh"


"Saki kau tidak boleh nakal ya nanti selama bunda dan ayah pergi" ucap Sakura


"Baik bunda, Saki gak akan nakal" jawab Saki mantap dengan senyum


Goki lalu masuk ke ruang keluarga


"Ayo, mobil sudah siap" ucap Goki


"Baik " jawab Sakura


"Kena dan Saki, bunda pergi dulu ya, jaga diri baik-baik" pesan Sakura dengan senyum


"Iya" ucap Kena dan Saki bersamaan


Mereka berdua pun melangkah pergi, Kena dan Saki segera beranjak dan mengikuti Sakura dan Goki sampai pintu depan


"Bunda dan ayah berangkat ya " ucap Sakura sembari melambaikan tangan, begitu juga dengan Goki


Saki dan Kena membalas nya dengan lambaian tangan, Sakura dan Goki pun masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobil keluar dari halaman rumah, mereka sudah pergi dan hanya ada Kena dan Saki di rumah itu


"Kak ayo kita masuk ke kamar ku, bawa juga tas kakak, kita lanjut membaca di sana saja ya" ajak Saki sembari masuk ke rumah


Kena mengikuti Saki di belakang sembari menutup pintu, sampai di ruang keluarga, Kena menenteng tas nya dan membawa buku nya, cangkir teh dan cemilan sudah dia taruh di dapur


Mereka berdua pun masuk ke kamar Saki, Saki menghidupkan lampu lalu duduk di pinggir kasur, kamar Saki memang lumayan besar, sebesar kamar Kena


Kena lalu menaruh tas ranselnya di meja meja belajar Saki, dia lalu duduk di kursi meja belajar dan membaca buku nya


Sedangkan Saki duduk di pinggir kasur sambil memperhatikan Kena yang duduk membelakangi nya, Saki terdiam sejenak lalu turun dari kasur dan mendekati Kena, dia ingin mengajak Kena berjalan-jalan di taman


"Hmm... " Kena membalas nya dengan deheman tanpa menoleh ke arah Saki


"Ayo kita jalan-jalan ke taman" ucap Saki


"Tidak mau, aku malas" jawab Kena


"Hanya sebentar saja, tidak papa kan"


Kena hanya diam tidak mempedulikan Saki


"Ayolah, aku ingin bermain di taman" rengek Saki


"Kakakk...., aku ingin jalan-jalan, temani aku sebentar saja, aku mohon" rengek nya lagi


Saki mulai kesal karena dia tidak di pedulikan Kena, dia memasang muka masam lalu menarik-narik tangan Kena


"Aku mohonnn....." rengek Saki sembari menarik-narik tangan Kena


"Cck, HUHH. Iya baiklah" ucap Kena pasrah


Saki langsung tersenyum senang


Kena pun bersiap-siap begitu juga dengan Saki, selesai bersiap-siap mereka langsung keluar rumah dan berjalan ber-iringan


Saki yang sedang berjalan di samping Kena itu tiba-tiba ingin menggandeng Kena, dia pun memegang tangan Kena dan menggenggam nya, Kena yang mendapat perlakuan yang tiba-tiba jadi terkejut dan refleks menoleh ke arah Saki, dia melihat tangan nya dk genggam oleh Saki dan di mainkan dengan diayun-ayunkan,Kena hanya bisa geleng-geleng kepala


*****


Sesampai nya di taman, Saki langsung berlari menuju ayunan dan menaiki nya sedangkan Kena hanya duduk di kursi taman sembari membaca buku. Ya, Kena memang selalu membawa buku nya ke manapun ia pergi, selalu membaca buku di manapun ia berada, begitulah Kena si kutu buku


Saat sedang fokus membaca buku, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak ke arah Kena


"Heii AWASSS...!!! " teriak seorang pria dari kejauhan

__ADS_1


Tepat setelah pria itu berteriak, belum sempat Kena menoleh kepala nya sudah terkena tendangan bola yang kuat


"Aakhh... " rintih Kena memegangi kepala nya


Pria yang berteriak itu langsung berlari mendekat ke arah Kena dengan panik


"Kau tidak papa? " tanya pria itu


"Ya " jawab Kena singkat dengan masih menundukkan kepala menahan nyeri


Kena memang merasa pusing sedikit, tapi dia tidak sampai merasa se-sakit itu karena dia sedikit tahan dengan berturan


"Maafkan aku, aku tidak sengaja, apa kau terluka" tanya pria itu


"Iya, aku tidak papa" jawab Kena, dia lalu menegakkan kepala nya dan menatap wajah pria itu


Dia seperti mengenal wajah pria itu, tapi dia lupa, dia terus memandang wajah pria itu sambil terus berusaha mengingat, di mana dia bertemu dengan wajah itu


"Kenapa kau melihat ku seperti itu? " tanya pria itu


Setelah berusaha mengingat, akhirnya Kena dapat menemukan memori di mana dia bertemu dengan wajah itu


"Ka-kau preman gang sebelah cafe Susaki kan? " tanya Kena


Pria itu sedikit terkejut karena Kena mengetahui bahwa dia dulu nya adalah preman yang sering mengganggu orang-orang yang melewati gang sempit sebelah cafe Susaki


"I-iya dulu aku memang preman, sekarang tidak" jawab nya


"Bagaimana kau tau? " tanya nya


"Aku adalah bocah yang mau takuti di gang kecil itu 6 tahun yang lalu" jawab Kena dengan ekspresi yang sulit di artikan


"Tunggu dulu, bocah yang mana?, ada banyak bocah yang aku takuti 6 tahun lalu" jawab pria itu


"Aku adalah gadis kecil yang sudah menghajar mu dan teman-teman mu saat kau mengganggu ku, apa kau lupa? " tanya Kena


"Gadis kecil yang mengajar ku? " pria itu tampak berfikir dan mencoba mengingat-ngingat


"Ooooh, jadi kau bocah yang telah berani meninju dan menendang ku dan juga teman-teman ku 6 tahun lalu, ternyata kau adalah bocah itu" celetuk nya


"Kakak...!!! " teriak Saki, dia berlari mendekat dan duduk di sebelah Kena sambil menatap bingung ke arah pria itu


"Di siapa? " tanya Saki sedikit berbisik


"Dia mantan preman " jawab Kena asal menebak


"Hah, pr-preman? " tanya Saki


"Tidak perlu takut"


"Oh ya, kalau tidak salah nama mu Kena kan? " tanya pria itu yang kemudian duduk di sebelah kiri Kena


"Bagaimana kau tau? " tanya Kena


"Kakak mu yang memberitau ku" jawab nya


"Ooh, lalu siapa nama mu? " tanya Kena


"Nama ku Zyan" jawab Zyan


"Oooh, tadi kau bermain bola ya? " tanya Kena


"Iya, Kenapa? " tanya Zyan balik


"Ternyata walaupun sudah jadi om-om, kau masih suka bermain dengana anak-anak" jawab Kena


"Hah, apa maksudmu, aku bukan om-om, dan aku hanya menemani keponakan ku bermain saja, dia yang meminta ku menemani nya" bentak Zyan


"Ya-ya baiklah, sekarang aku mau pulang" Kena pun beranjak dari duduk nya begitu juga Saki, dia menggandeng Kena. Mereka berjalan meninggalkan Zyan begitu saja


"Iishh, apa maksudnya" gerutu Zyan


"Paman..., ayo main lagi" teriak keponakan Zyan


"Iya "

__ADS_1


*****


"Tidak ku sangka, setelah bertahun-tahun lama nya tidak bertemu, sekarang aku bertemu dengan nya lagi" batin Kena


__ADS_2