Wadah Raja Siluman

Wadah Raja Siluman
Mirip Seseorang


__ADS_3

Dr.Daiki sekarang sedang sibuk di ruangan percobaan karena harus mengobati 5 orang sekaligus, karena mereka sama-sama terluka parah


Akihiko pun sampai di markasnya, dia heran kenapa pintu markas nya terbuka, dia lalu masuk dan betapa terkejutnya dia melihat banyak bercak darah di ruang tamu


"Kenapa ada darah di sini, apakah terjadi pertarungan? " gumam nya bertanya pada pada diri sendiri


Dia lalu masuk ke ruangan cairan, dia pun dibuat terkejut lagi karena di sana terlihat lebih banyak bercak dan noda darah


"Apa yang sebenarnya terjadi saat aku pergi? " gumam nya lagi


dia pun menuju ruang percobaan dan dia melihat 5 orang sedang di rawat di sana dengan banyak nya alat medis yang menempel di tubuh mereka, dia tak terkejut melihat ini, karena pasti bercak darah di ruangan tadi itu adalah darah mereka


"Apa yang terjadi, apa ada pertarungan? " tanya Akihiko pada Dr.Daiki


"Ya, 2 bocah ghoul itu berhasil melarikan diri dan membuat mereka semua terluka dan ada juga yang kehilangan banyak darah" jawab Dr.Daiki


"Sepertinya mereka berdua lebih kuat dari yang kita duga, biasanya ghoul atau siluman tidak akan pernah bisa kabur dari sini" ucap Akihiko


"Ya mereka memang sialan" gumam Dr.Daiki kesal


"Baiklah tunggu mereka sembuh dan aku akan mencari tau tentang mereka" Akihiko lalu pergi meninggalkan ruang percobaan dan pergi ke ruangan nya


dia menghitung ulang berkas yang ada di atas meja kerjanya, dia sana hanya ada 10 berkas, seharus nya ada 11 berkas di sana


"Sepertinya berkas yang berisi informasi organisasi sudah di ambil oleh mereka" gumam Akihiko


"Mereka punya kekuatan besar, kemungkinan berhasil dalam percobaan itu sangat kecil karena ke 2 ghoul memiliki kekuatan yang sama besar, itu akan membuat sebuah ledakan karena tekanan nya terlalu kuat" gumam nya lagi


"Baiklah, aku akan tetap cari tau siapa mereka sebenarnya, tapi aku pasti akan mendapat ghoul yang layak untuk salah satu dari mereka" Akihiko lalu mengambil salah satu berkas yang ada di meja kerjanya itu dan dia beranjak pergi meninggalkan ruangan nya


dia pergi ke ruang percobaan dan menemui Dr.Daiki


"Hei aku mau pergi ke kantor ku, tolong jaga markas dan jangan bertindak gegabah pada 2 ghoul itu" ucap Akihiko


"Ya baiklah"jawab Dr.Daiki


" kalau begitu aku pergi dulu"Akihiko lalu pergi ke kantor nya menaiki mobil yang dia kendarai sendiri


___


Pagi hari pun tiba, sinar matahari yang hangat membangunkan Kena dari tidurnya


"Apa sudah pagi, Hei tunggu aku bangun di saat matahari sudah terbit, biasanya aku bangun pada pukul 2 dini hari. Hmm mungkin aku kelelahan" gumam nya sendiri lalu dia duduk dan menatap Karma yang sedang tidur


"Dia juga terlihat kelelahan, tidurnya kelihatan nyenyak" batin Kena


Kena lalu beranjak dan pergi di sekitar sana untuk mencari sungai, karena dia seperti mendengar aliran air.


Dia lalu mencoba mencari asal suara itu. Dia berkeliling di sana dan hingga dia mendengar lebih jelas lagi aliran air dari arah timur, dia lalu bergegas pergi ke arah timur

__ADS_1


Kena lalu menemukan cahaya di depan dan dia terus berlari hingga menuju ke asal cahaya itu, setelah sekian lama berlari akhirnya dia sudah sampai di tempat cahaya itu berasal


tempat itu ada air terjun yang mengalir, di sana ada sungai yang mengalir, airnya sangat jernih, dia sampai sedikit terkejut melihat keindahan ini


Dia lalu bergegas membersihkan baju nya yang penuh bercak darah, dia mengusap kan air ke bercak yang ada di bajunya hingga noda darah itu menghilang


setelah selesai Bersih-bersih dia pun kembali ke tempat dia tidur, di sana Karma masih ter tidur pulas


"Dia masih tidur? " batin Kena


"Ku bangun kan atau tidak ya? " gumam nya


"Ku bangunkan saja lah, lagipula aku juga harus melanjutkan perjalanan bersama nya" Kena lalu mendekat ke arah Karma dan mengguncang tubuhnya perlahan


"Hei kau, bangun ini sudah pagi, kita harus melanjutkan perjalanan..... Hei kau bangunlah" Kena semakin keras mengguncang tubuh Karma karena dia tidak bangun-bangun


"Cih kenapa dia tidak bangun-bangun, Hei kau bangun, HEI KARMA BANGUNNNN" tanpa sadar Kena memanggil nama Karma


Mendengar nama nya di panggil,Karma pun terbangun dan melihat siapa yang memanggil nama nya, dia pun duduk dan mengusap-ngusap mata nya, dia menyesuaikan matanya dengan cahaya yang menyinari nya


saat matanya terbuka lebar, sudah ada Kena di hadapan nya, sontak Karma terkejut


"Kau ini bikin kaget saja" celetuk Karma


"Tunggu dulu, apa kau tadi yang memanggil nama ku? " tanya Karma dengan tatapan penasaran


"Waaaah, kau memanggil nama ku, akhirnya kau memanggil nama ku juga, tapi bukan kah kau bilang kau tidak mau memanggil nama ku, tapi kenapa tadi kau memanggil nama ku? " tanya Karma dengan menggoda


"A-aku ha-hanya keceplosan, iya hanya keceplosan" Kena gelagapan lagi


"Ooh, begitu ya"


"I-iya"


"Kok baju mu bersih, tidak ada noda darah di bajumu? " tanya Karma memandangi tubuh Kena dari atas sampai bawah


"Iya aku tadi menemukan air terjun dan sungai yang airnya jernih, aku tadi Bersih-bersih di sana"


"Apa kau mau bersih-bersih juga, biar aku antar kau ke sana"


"Ah iya" Kena pun berjalan diikuti Karma di belakang nya


Memang cukup jauh jarak antara air terjun itu dan pohon besar tempat Kena berteduh, setelah cukup lama berjalan mereka pun sampai di air terjun itu


"Benar kata Kena, air di sini sangat jernih" batin Karma


"Kalau begitu aku tinggal, kau bersih-bersih saja dulu" Kena pun berjalan meninggalkan sungai dan kembali ke pohon besar tempat nya berteduh


"Iya hati-hati" ucap Karma pada Kena sedikit berteriak karena Kena sudah cukup jauh

__ADS_1


"Baik ayo bersih-bersih" ucap Karma pada diri nya sendiri


Karma pun mulai membersihkan baju nya yang terkena banyak noda darah, bau nya sangat amis dan menyengat, Karma sampai memegang hidung nya saking bau nya, entah mengapa malam tadi dia bisa tidur dengan nyenyak, mungkin karena dia sangat kelelahan.


***


"Aku harus mencari buah-buahan di sekitar sini, mungkin saja ada pohon yang berbuah" gumam Kena yang mulai berlari ke sana ke sini mencari pohon yang berbuah


"Nah ini dia aku menemukan nya, ada pohon apel yang berbuah, aku akan memanjat.Tunggu dari pada memanjat lebih baik aku langsung melompat ke salah satu dahan pohon nya yang besar" Kena pun bersiap-siap dia mengambil ancang-ancang dan melompat hingga ia bisa meraih dahan pohon yang lumayan besar


entah sekuat apa lompatan Kena sampai dia bisa meraih dahan pohon apel itu, mungkin karena dia sudah terbiasa karena terus-terusan di suruh mencari kayu di hutan oleh ayahnya, dan sering mendapat masalah seperti dahan pohon yang tiba-tiba tumbang dan lubang yang tiba-tiba ada di depan nya, dia sudah terbiasa hingga kelincahan nya bisa sampai di tingkat kelincahan harimau mungkin.


kena mengambil beberapa buah apel yang masih segar dan dia juga membersihkan nya di danau di sekitar sana.


"Huh akhirnya selesai juga pekerjaan ku, sekarang aku tinggal kembali ke pohon besar itu dan menunggu nya" gumam Kena


dia lalu berjalan menuju pohon besar yang dia pakai untuk berteduh, dia menunggu Karma sambil memakan buah apel yang telah dia ambil dari pohon


tak lama kemudian Karma datang dengan baju yang sudah lumayan bersih dan tidak lagi berwarna merah karena darah


"Hei aku sudah bersih kan" ucap Karma pada Kena


"Ya, kalau begitu kau makan buah apel dulu, tadi aku memetik nya dari pohon apel yang ada di sebelah utara" ujar Kena


"Wah terimakasih, oh ya bagaimana cara mu memanjat pohon, badan mu itu kan kecil" ucap Karma dengan muka polos tanpa merasa bersalah


"Siapa yang kau bilang kecil, tubuh ku memang kecil tapi aku kuat kau tau kan, lagi pula aku tidak memanjat pohon nya, aku langsung melompat ke dahan pohon nya" jawab Kena ketus dengan ekspresi wajah kesal


"Iya-iya, kau memang kuat, lihat wajah mu lucu sekali saat sedang marah" ucap Karma terkekeh sembari menekan-nekan pipi Kena yang tampak gembul itu


Kena langsung menepis tangan Karma kasar, mereka pun lanjut makan buah apel yang sudah di petik oleh Kena.


Kena terus memandangi wajah Karma yang sedang makan itu, dia memeperhatikan wajah Karma terus-menerus


"Kenapa aku seperti merasa wajah nya ini mirip dengan seseorang, tapi siapa, sungguh aku tak bisa ingat dengan jelas, setau ku hanya ibu dan ayah ku saja yang pernah aku lihat wajah nya saat aku kecil, tapi aku juga tak bisa ingat dengan jelas wajah mereka, apa mungkin ada orang lain yang aku kenal saat kecil?,


Karena sangat tidak mungkin jika wajah nya ini mirip dengan ayah atau pun ibu, itu sangat mustahil kecuali jika dia anak kandung ayah dan ibu. Aaarrghh tidak mungkin, tidak mungkin, setau ku aku memang punya kakak yang sudah lama hilang tapi aku tak yakin dia kakak ku" batin Kena sembari menatap wajah Karma dengan tatapan serius


Karma yang merasa wajah nya di tatap terus menerus itu jadi bingung


"Kenapa kau menatap wajah ku seperti itu?" tanya Karma dengan menaikkan satu alis nya


seketika lamunan Kena buyar


"Ti-tidak apa-apa, bukan apa-apa kok" jawab Kena gelagapan.


___


Tolong like,komen,dan vote ya guys makasih😊🙏.

__ADS_1


__ADS_2