Wadah Raja Siluman

Wadah Raja Siluman
Cafe Susaki


__ADS_3

Markas Organisasi CBC


Akihiko turun dari mobil nya, dia ingin melihat kondisi Akemi dan 4 anggota lain nya yang terluka karena melawan Kena dan Karma.


Akihiko membawa koper yang berisi berkas dan alat penembak yang menembakkan jarum pelemah. Dia berjalan masuk ke markas, di sana tidak ada siapa-siapa karena memang hari sudah malam dan semua anggota sudah pulang kecuali Dr.Daiki, Akemi, dan 4 anggota yang di rawat


Akihiko melangkah melewati setiap ruangan dan tibalah dia di ruangan percobaan, dia membuka pintu di sana terlihat Akemi sedang duduk santai di kursi dan 4 anggota yang terluka itu sedang duduk di kasur pasien


Salah satu dari mereka sedang bermain Handphone dan yang lain nya hanya duduk tak melakukan apapun, anggota yang sedang bermain handphone itu bernama Sukasa Tsuki.


Sukasa Tsuki adalah anggota organisasi yang kurang mematuhi perintah, pemalas, sifatnya dingin seperti es batu, dan pendiam, saat bertarung dengan Karma pun dia tidak niat, hanya asal memukul dan menendang tanpa arah dan tidak mengenai Karma sedikit pun, jadi dia hanya dibuat tidak sadarkan diri oleh Karma karena tidak niat melawan.


"Bagaimana keadaan kalian? " tanya Akihiko


"Sudah membaik, ini hanya tinggal menunggu infus nya habis" jawab Akemi


"Kami juga sudah baik-baik saja" ucap anggota 1


"Akihiko, apa kau sudah mendapat informasi tentang 2 bocah ghoul yang melarikan diri itu? " tanya Dr.Daiki


"Belum, sangat sulit menemukan informasi tentang 2 bocah itu"


"Hhhh" Dr.Daiki hanya menghela nafas


"Apa yang ada di dalam koper mu? " tanya Dr.Daiki sembari menatap koper yang di bawa Akihiko


"Di dalam nya ada beberapa berkas dan ada alat pelemah yang dapat melemahkan seseorang"


"Kau dapat alat itu dari mana? "


"Aku menyuruh teman ku membuat kan nya, dia ahli dalam membuat senjata"


Di tengah percakapan tiba-tiba ada suara nada dering telfon


"Maaf ini Handphone ku yang berbunyi" ucap Tsuki


"Iya tidak apa-apa" kata Akihiko


Tsuki pun turun dari ranjang sembari membawa infus nya di tangan kiri dan memegang handphone di tangan kanan, dia pun pergi keluar ruangan


"Halo kak ada apa? " tanya Tsuki pada orang yang menelfon


"Apakah kau bisa pergi ke Cafe sekarang, karena pelanggan nya sangat banyak, kita kekurangan orang untung mengurus" ucap seseorang di seberang


"Iya baiklah aku akan ke sana sebentar lagi"


"Baik cepatlah datang"


"Iya" Tsuki pun mematikan telfon dan berjalan masuk ke ruangan lagi


"Emm, tuan apakah sekarang saya boleh pulang, ada yang harus saya urus" ucap Tsuki pada Akihiko


"Tapi infus mu bagaimana? " tanya Akihiko sembari menunjuk infus Tsuki


"Tidak apa-apa, lagipula ini juga sudah habis"


"Baiklah, ku izinkan dan kau juga akan ku liburkan 2 hari agar kau bisa istirahat"


"Trimakasih tuan" Tsuki lebih terbiasa memanggil Akihiko dengan sebutan tuan daripada bos, beberapa anggota di sana juga ada yang memanggil Akihiko dengan sebutan Tuan


"Kemarilah biar ku lepas infus mu dari tangan mu" ujar Dr.Daiki, Tsuki mendekat dan menyodorkan tangan nya


Dt.Daiki pun melepas infus dari tangan Tsuki dan tangan nya di perban


"Trimakasih, aku pergi dulu" Tsuki membungkuk dan berjalan keluar ruangan

__ADS_1


dia mengambil jaket nya yang ada di meja kerjanya yang ada di ruang cairan, dia lalu bergegas pergi menggunakan montor nya, dia melewati jalur tercepat dan tanah di jalur itu sudah di ratakan agar mudah keluar masuk menggunakan kendaraan


*****


Kena dan Karma berhenti di depan sebuah Cafe yang sangat ramai, mereka melihat seorang pegawai di sana sedang keluar dan mendekat ke arah mereka


"Apakah kalian ingin membantu kami sebentar hanya untuk malam ini, karena kami kekurangan pegawai untuk mengurus pelanggan yang sebanyak ini" ucap orang itu dengan nafas terengah-engah


"Emmm, tapi... " belum sempat Karma melanjutkan perkataan nya sudah di saut oleh orang itu


"Nanti ku beri uang deh sebagai imbalan" sahut orang itu


Kena dan Karma hanya saling memandang satu sama lain


"Kita Terima saja, lumayan uang nya bisa untuk beli makanan" ucap Kena


"Hmm baiklah"


"Baik kita terima" ucap Karma pada orang itu


"Terimakasih, sekarang kalian tolong mengantarkan pesanan para pembeli, ayo masuk" ajak nya


Mereka masuk ke dalam Cafe itu, di sana ada banyak sekali pelanggan sampai berdesakan di area antrian


"Ini gunakan celemek ini" orang itu memberikan 2 celemek pada Karma


Karma menggunakan celemek dan memakaikan satu celemek lagi pada Kena, terlihat celemek itu kebenasar untuk Kena sehingga terlihat lucu


"Hahahahaha,lihat lah kau kebesaran menggunakan celemek itu, badan mu kecil sih" ucap Karma sambil tertawa terbahak-bahak


"Ish diam, di sini ada banyak orang, lagi pula aku tidak perlu celemek ini" ujar Kena dengan wajah kesal sembari melepas celemek milik nya


"Yasudah ayo kita mulai bekerja" ucap Karma dengan antusias


Tak lama kemudian ada seorang laki-laki yang wajah nya sangat familiar bagi Kena, ya itu adalah Tsuki dia masuk dan melepas jaketnya dan langsung menggunakan celemek lalu mulai mengurusi pelanggan


"Orang itu, bukan kah anggota organisasi yang waktu itu aku dan kakak lawan, tapi saat itu dia tidak terlihat niat sih, tapi untuk apa dia di sini" batin Kena sembari memandangi terus orang itu sambil berjalan


"Hei Tsuki tolong kau antar pesanan meja nomor 23" ucap seorang pegawai laki-laki pada Tsuki, Tsuki hanya mengangguk dan mengambil pesanan meja nomor 23


Dia melakukan pekerjaan nya dengan cepat dan cekatan, dia berjalan cepat sambil membawa pesanan pelanggan tanpa menumpahkan nya sedikit pun.


Saat sedang melakukan pekerjaan nya, dia ber pas-pasan dengan Kena yang juga sedang melakukan pekerjaan nya, mereka berdua spontan menoleh tapi masih dalam keadaan berjalan


"Tunggu, bukan kah dia anak yang akan di buat percobaan dan dia juga melawan ku saat hendak melarikan diri bersama teman nya, untuk apa dia di sini? " Batin Tsuki


1 jam pun berlalu, pelanggan juga sudah berkurang dan tidak seramai tadi, para pegawai pun langsung ter duduk di kursi Cafe yang kosong, mereka semua terengah-engah karena kelelahan


Tsuki berjalan menghampiri Kena dan Karma yang sedang duduk beristirahat


"Hei kenapa kalian ada di sini? " tanya Tsuki pada Kena dan Karma


"Seharusnya aku yang bertanya.Kenapa kau ada di sini? " Kena bertanya balik


"Tunggu,kau adalah salah satu anggota organisasi yang melawan ku dan Kena kan? " sergah Karma


"Iya, aku memang anggota organisasi dan aku di sini karena aku pegawai di Cafe ini" jawab Tsuki


Kena dan Karma seketika terkejut mendengar perkataan Tsuki


"Bagaimana bisa anggota organisasi jahat bisa menjadi pegawai di sebuah Cafe? " tanya Karma dengan suara agak keras, seketika mulut nya di tutup oleh Tsuki menggunakan telapak tangan nya


"Sssttthh,kau bisa diam tidak, nanti mereka dengar" ucap Tsuki dengan wajah kesal


Karma langsung menepis tangan Tsuki

__ADS_1


"Jadi semua orang di sini tidak tau kau anggota organisasi jahat? " tanya Kena seraya berdiri dan menatap Tsuki dengan tatapan menyindir


"Iya, ceritanya panjang, ku ceritakan di ruangan ku saja" ajak Tsuki


"Tapi bagaiman dengan para pelanggan? " tanya Karma


"Tidak masalah, pelanggan tinggal sedikit sebentar lagi Cafe juga tutup karena sudah jam 9" ucap Tsuki sembari berjalan ke ruangan nya di ikuti Kena dan Karma di belakang


Dia membuka pintu ruangan nya, di sana ada kasur , lemari, sofa dan TV, seperti sebuah kamar


Tsuki mulai menjelaskan apa yang terjadi sampai bisa menjadi pegawai di Cafe ini


"Jadi sebenarnya kakak perempuan ku adalah pemilik Cafe ini , dia ikut melayani pelanggan juga.Dia tidak tau aku bergabung di sebuah organisasi jahat, aku terpaksa karena di ancam oleh Akemi, jika aku tidak menjadi anggota organisasi maka dia akan membunuh salah satu anggota keluarga ku


aku terpaksa menjadi anggota organisasi jahat itu, tapi aku tidak selalu mematuhi perintah Akemi yang harus melakukan tindakan kejam pada ghoul yang akan di buat percobaan, tapi kadang aku menuruti sebagian perintah yang masih wajar ku lakukan.


Tapi saat aku pulang, Kakak ku langsung menawari ku untuk bekerja di Cafe nya karena aku tidak punya pekerjaan, aku tidak bisa menolak karena jika aku menolak aku harus punya alasan, jika aku mengatakan aku menjadi anggota organisasi jahat kakak ku pasti tidak akan setuju, jadi aku menerima tawaran nya" jelas Tsuki panjang lebar


"Jadi kau tidak berniat menjadi orang jahat kan? " tanya Kena


"Tentu saja tidak" jawab Tsuki


"Baiklah, aku memaafkan mu, karena kau hanya terpaksa kan, dan saat kita bertarung kau tidak terlihat berniat menyerang kita, karena tinjuan dan tendangan mu itu tidak mengarah ke arah kita, dan bahkan di arah yang berlawanan, padahal tendangan dan pukulan mu itu terlihat kuat" ucap Karma terkekeh


"Aku hanya malas bertarung saja, tapi jika aku tidak bertarung bisa-bisa aku di beri hukuman" ujar Tsuki


"Oh ya nama mu siapa? " tanya Karma


"Nama ku Sukasa Tsuki, panggil saja Tsuki" jawab nya


"Salam kenal Tsuki, aku Karma dan dia Kena adik ku, seperti yang kau tau kami ghoul tapi bukan ghoul jahat jadi tidak perlu khawatir" ucap Karma sembari tersenyum ramah


"Iya salam kenal juga, oh ya apa kalian punya tempat tinggal, karena kalian kabur dari organisasi kan jadi pasti kalian tidak punya tempat tinggal"


"Iya kami tidak punya tempat tinggal, tapi tidak papa kami bisa tidur di pinggir gang" ucap Karma


"Tapi cuaca sangat dingin dan mulai turun salju, sedangkan kalian hanya menggunakan syal, lebih baik kalian tinggal di sini, di sini ada 2 kamar lagi" usul Tsuki


"Tapi... "


"Iya kalian tinggal di sini saja tidak papa" sahut seorang wanita yang masuk ke ruangan itu


"Kakak kenapa tidak mengetuk pintu dulu" ucap Tsuki pada wanita itu, dia adalah kakak Tsuki yang bernama Sukasa Sakura


"Kakak lupa tadi mengetuk pintu.Tadi kakak dengar katanya kalian tidak punya tempat tinggal, apakah kalian kabur dari rumah? " tanya Sakura


"Orang tua kami sudah meninggal sejak kami masih kecil dan kami di culik sampai ke daerah sini dan berhasil kabur" ucap Karma sedikit berbohong


"Kalau begitu kalian tinggal saja di sini tidak papa, ada dua kamar yang kosong di cafe ini, aku tidak tidur di cafe aku tidur di rumah ku jadi kamar nya kosong"


"Baiklah trimakasih"


"Oh ya nama ku Sukasa Sakura kakak Tsuki"


"Iya salam kenal aku Karma dan dia Kena adik perempuan ku, dia agak pendiam jadi tolong di maklumi" ucap Karma dengan senyum ramah, Karma mendapat lirikan maut dari Kena


"Oh ya apa aku boleh tau nama Cafe ini? " Kena membuka suara


"Cafe ini nama nya Cafe Susaki" ucap Sakura


"Apakah itu singkatan dari Susaku Sakura Tsuki? " tanya Kena


"Iya benar, kau pintar sekali bisa langsung menyadari itu" puji Sakura sembari mengelus kepala Kena.


Mereka pun di ajak makan malam bersama oleh Sakura, mereka tinggal di Cafe Susaki bersama Tsuki di sana, mereka senang akhirnya ada yang mau menerima mereka.

__ADS_1


__ADS_2