
Kena masuk ke dalam cafe lalu melangkah menuju tangga untuk naik ke lantai dua, Kena hanya melihat Sakura yang sedang sibuk memasak di dapur, dia tidak melihat Karma dan Tsuki
Kena lalu mendekat ke arah Sakura dan melihat apa yang sedang Sakura kerjakan
"Kakak sedang apa? " tanya Kena
"Kau sudah pulang ya Kena. Aku sedang memasak untuk makan siang" jawan Sakura yang menoleh sekilas ke arah Kena dan melanjutkan kembali pekerjaan nya
"Kakak masak apa? " tanya Kena lagi
"Aku sedang masak sup" jawan Sakura
"Ooh, mau ku bantu? "
"Tidak perlu, katanya kau sedang sakit, lebih baik kau ber istirahat"
"Aku sudah sembuh"
"Sudahlah, aku bisa kerjakan ini sendiri, kau istirahat saja dulu"
"Baiklah" Kena meninggal kan dapur lalu masuk ke kamar nya, dia melepas jaket dan syal yang ia gunakan
Dia meletakkan jaket dan syal itu ke gantungan baju, Kena akan mengembalikan jaket dan syal itu nanti saat Karma dan Tsuki keluar kamar, dia lalu duduk di pinggir kasur.
Kena merebahkan tubuh nya di kasur dan menatap langit-langit kamar, dia merasa sangat bosan karena tidak ada yang bisa di kerjakan, berbeda saat Kena ada di hutan, dia bisa bebas melakukan apa pun, kadang memanjat pohon, kadang bermain dengan hewan yang jinak padanya
Kena memejamkan mata sejenak, dia lalu teringat oleh Taiga siluman yang tersegel di tubuh nya, dia ingin bertemu dengan nya sekali, tapi Kena tidak tau cara nya bertemu dengan nya, dia lalu membalikkan tubuh nya dan tidur dengan posisi miring
Kena memejamkan mata nya sejenak lalu membuka nya kembali, betapa terkejut nya ia setelah melihat sekeliling nya, Kena sudah tidak ada di kamar lagi, dia ada di tengah hutan, dia menoleh ke kanan ke kiri memandang sekitar nya
"Dimana aku, apa aku bermimpi? " gumam Kena
"Kau tidak bermimpi" seseorang yang menjawan gumam man Kena dari balik pohon, Kena sangat kenal dengan suara itu
"Lalu? " tanya Kena
Seorang pria keluar dari balik pohon sebelah Kena yang tidak lain dan tidak bukan adalah Taiga, Kena tidak terkejut karena dia sudah tau Taiga ada di balik pohon sebelah nya
"Kau sedang menemui ku di dalam segel yang menyegel ku" jawan Taiga
"Kau sendirian di sini? " tanya Kena
"Tentu saja, memangnya ada makhluk selain aku yang di segel di tubuh mu, tentu saja tidak ada, hanya ada aku di sini" jawab Taiga
"Lalu selama kau ada di tubuh ku,kau melakukan apa? " tanya Kena
"Tidak melakukan apa pun, hanya memperdalam kekuatan ku agar lebih kuat, itu saja tidak ada yang lain" jawab Taiga dengan tatapan dingin dan muka datar
"Apa aku boleh bertanya sesuatu lagi? " tanya Kena
"Ya" jawan Taiga singkat
__ADS_1
"Apa kau kesepian? " tanya Kena dengan menunduk tidak mau menatap muka Taiga
Pertanyaan itu seketika membuat Taiga terkesiap, lalu menatap Kena dengan tatapan tajam
"Untuk apa kau menanyakan itu? " Taiga bertanya balik
"Aku hanya penasaran, kau di sini sendirian, mungkin saja kau merasa kesepian kan" jawab Kena masih menunduk
"Kalau iya memangnya kenapa? " Taiga menatap tajam ke arah Kena
"Tidak. Ngomong-ngomong caranya agar aku bisa menemui itu bagaimana? " tanya Kena
"Aku juga kurang tau, kau hanya perlu berniat bertemu dengan ku lalu memejamkan mata, mungkin seperti itu, tapi jika kekuatan mata merah itu lepas kendali kau juga bisa bertemu dengan ku sesekali" jelas Taiga
"Ooh" Kena hanya berohria saja
Kena lalu menegakkan kepala nya dan menatap Taiga, dia menatap Taiga beberapa saat lalu kembali menunduk dan bertanya
"Apa kau membenci ku? " tanya Kena
Pertanyaan itu membuat Taiga menatap Kena dengan sangat tajam
"Aku membenci semua orang yang di jadi kan sebagai wadah ku" jawan Taiga sembari terus menatap Kena dengan tajam
Kena sedikit terkejut karena ternyata bukan hanya diri nya yang di jadi kan wadah
"Memangnya siapa saja yang menjadi wadah mu? " tanya Kena menatap Taiga
"Ada beberapa orang yang menjadi wadah bagi ku, terutama ayah mu" jawan Taiga
"Tapi kenapa kau bisa keluar dari tubuh ayah ku? " tanya Kena
"Karena ayah mu itu terlalu lemah, wajar dia lemah karena dia manusia, saat umurnya 9 tahun aku berhasil keluar dari tubuh nya" jelas Taiga
"Jadi apa nanti kau akan keluar dari tubuh ku saat aku ber umur 9 tahun? "
"Sepertinya aku tidak akan bisa, karena kau itu ghoul di tambah lagi kau itu kuat"
"Oh iya, kenapa tadi kau bilang kau membenci semua orang yang menjadi wadah untuk mu? "
Taiga terdiam sejenak
"Karena mereka semua menyebalkan"
Kena hanya membalas nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Tiba-tiba Kena terbangun dan melihat Sakura yang sedang menepuk pipinya pelan
"Kena ayo bangun, aku sudah buatkan bubur untuk mu" ujar Sakura
"Bubur?, bukan nya tadi kakak membuat sup tapi kenapa malah memberi ku bubur?, dan ini juga belum waktu nya aku makan" ucap kena sembari duduk
__ADS_1
"Kau sedang sakit jadi kau makan bubur saja, jika sedang sakit kau tidak boleh terlmambat makan" Sakura meraih bubur yang ia letakkan di meja depan sofa dan duduk di sofa
Kena turun dari kasur lalu mendekati Sakura, dia duduk di sebelah Sakura, tangan nya meraih mangkuk berisi bubur yang di pegang Sakura lalu memakan bubur nya dengan sangat malas
"Kena berapa umur mu? " tanya Sakura
"Umur ku 7 tahun kalau tidak salah" jawab Kena
"Artinya kau sudah kelas 1 SD kan? " pertanyaan itu membuat Kena mengkerutkan dahi nya
"Sepertinya begitu, memang nya kenapa? " tanya Kena
"Aku akan mengajari mu pendidikan SD mulai sekarang" Kena yang mendengar itu langsung tersedak dan meraih segelas minuman yang ada di atas meja dan meminum nya
"Kenapa kakak mau mengajari ku pendidikan SD? " tanya Kena
"Agar kau pintar dan tidak ketinggalan dengan anak-anak lain nya" ucap Sakura
"Tapi Aku akan bekerja di cafe ini sebentar lagi" tatapan Kena memelas
"Waktu bekerja mu adalah malam hari, jadi kau bisa belajar dengan ku pagi sampai siang" jawab Sakura sembari terkekeh
"Apa tidak akan merepotkan? " tanya Kena
"Tidak, kau akan ku ajak ke rumah ku, suami dan anak ku tidak keberatan Kok, malahan anak ku itu sangat antusias ingin bertemu dengan mu saat aku menceritakan mu pada nya" jelas Sakura
"Hmmm baiklah, tapi.... apakah aku akan terus belajar dengan kakak sampai aku SMP nanti? " tanya Kena sembari menundukkan kepala nya memainkan sendok
"Lihat saja dulu, masih ada banyak waktu, tidak perlu buru-buru" ucap Sakura
"Baiklah aku mau belajar dengan kakak" jawab Kena
"Syukurlah kalau kau mau, mulai besuk kau akan belajar dengan kakak" ujar Sakura
"Sekarang habis kan dulu bubur mu, aku mau melanjutkan masak dulu, itu Karma pasti butuh bantuan" Sakura lalu berdiri dan meninggal kan kamar Kena
Kena menyuapkan suap demi suap bubur ke dalam mulut nya hingga tandas lalu meraih gelas berisi air putih dan meminum nya, dia lalu keluar dari kamar sembari membawa piring dan gelas
Kena tidak kembali ke kamar nya, dia duduk di sebelah Karma di sofa ruang keluarga, dia menatap sekeliling nya seperti sedang mencari sesuatu
"Apa kau mencari sesuatu? " tanya Karma
"Tidak hanya saja tumben Tsuki tidak ada di sini, biasanya jam segini dia selalu ada di luar kamar nya" jawab Kena
"Tsuki sedang ada di markas organisasi Criminal Black Company untuk bekerja di sana" ucap Karma sedikit berbisik agar Sakura tidak mendengar nya
"Ooh" Kena hanya berohria saja
Makan siang yang di masak Sakura akhirnya jadi, mereka bertiga makan siang bersama di meja makan.
_ _ _
__ADS_1
Guys maaf ya kalau jalan cerita nya lambat, sebenarnya aku sendiri juga merasa jalan cerita nya lambat, tapi ini juga mengikuti alur cerita nya agar nyambung, kalau jalan cerita nya aku pendekin malah jadi gak nyambung, maaf juga jika ada banyak kesalahan🙏.
Jangan lupa Like, komen, dan Vote ya trimakasih😊.