Wadah Raja Siluman

Wadah Raja Siluman
Sakit


__ADS_3

Pagi hari tiba, Karma bangun pukul 6 pagi, dia bergegas mandi dan memakai baju Tsuki, dia memakai switer putih dengan logo 2 pedang membentuk tanda silang di bagian depan switer dan celana jeans.


Dia membuka jendela kamar nya agar cahaya matahari bisa masuk. Lalu dia pergi keluar kamar, di lantai 2 hanya ada Tsuki yang sedang bermain handphone sambil rebahan di sofa ruang keluarga


Karma pergi ke dapur dan membuat roti bakar, dia mengolesi roti dengan selai nanas dan membuat teh hangat, dia lalu berjalan sambil membawa roti nya dan teh hangat ke ruang keluarga, dia duduk di sofa dan menaruh cangkir teh di meja


dia melahap roti bakar nya sambil menengok sana-sini mencari keberadaan Kena, biasanya Kena sudah ada di luar kamar nya sebelum Karma dan Tsuki bangun, setelah roti nya habis Karma menyeruput teh hangat nya dan berjalan ke kamar Kena


dia mengetok pintu kamar Kena 3 kali tapi tidak ada jawaban, dia mencoba mengetuk pintu kamar Kena lagi dan masih belum ada jawaban, karena penasaran Karma pun membuka pintu kamar Kena dan masuk ke kamar nya


terlihat Kena masih tertidur pulas dengan posisi miring, Karma menatap Kena sejenak lalu keluar kamar dan menutup pintu dengan sangat pelan, dia lalu kembali ke ruang keluarga untuk menghabiskan teh nya yang memang belum sempat dia habis kan


"Tumben Kena belum bangun, biasanya dia bangun lebih dulu dari ku dan Tsuki, apa mungkin dia demam karena kemarin malam suhu tubuh nya panas" batin Karma bertanya-tanya pada diri nya sendiri


Karma telah menghabiskan teh nya, dia menaruh cangkir nya di dapur lalu kembali duduk ke sofa ruang keluarga, dia menatap Tsuki yang sedari tadi fokus dengan handphone nya


"Kau ini dari tadi main hp melulu, emangnya tidak ada kerjaan lain apa?" gerutu Karma


"Tidak" jawan Tsuki singkat


"Emangnya di hp ada apa sih, se seru itukah main hp? " tanya Karma penasaran, karena diri nya pun belum pernah bermain handphone sama sekali, hanya pernah melihat handphone orang tua tiri nya dulu saat masih kecil


"Begitulah" jawab Tsuki


"Kalau jawab yang jelas, yang mudah di fahami, 'begitulah' apa nya, ga jelas banget" protes Karma


Tsuki tidak menanggapi, dia masih fokus dengan handphone nya, tidak mempedulikan Karma


"Cckk, udah ah malas ngomong ama kamu, mending aku keluar jalan-jalan" gerutu Karma, dia masuk ke kamar nya mengambil syal lalu memakai nya, dia lalu keluar kamar dan turun ke bawah tanpa mempedulikan Tsuki


Cafe masih sepi dan agak gelap, Karma langsung menuju pintu cafe dan keluar dari cafe, kondisi jalanan masih terlihat sepi, dia berjalan pergi ke taman, dia duduk di kursi taman dan menatap sekeliling


Karma hanya duduk si kursi taman dan kadang dia membeli minuman di mesin penjual minuman otomatis di pinggir jalan. Setelah 20 menit berjalan-jalan, Karma kembali ke cafe , dia masuk ke dalam cafe lalu pergi ke lantai 2

__ADS_1


Tsuki masih saja fokus dengan handphone nya, Karma yang melihat itu hanya menghela nafas, dia menoleh sana-sini dan Kena masih belum terlihat, dia lalu masuk ke kamar nya dan melepas syal nya


Karma keluar kamar dan pergi menuju kamar Kena, dia mengetuk pintu kamar Kena 3 kali, tapi tidak ada jawaban jadi dia langsung masuk ke kamar Kena, dan Kena masih tertidur pulas


Karma berniat ingin keluar kamar dan menutup pintu, tapi dia tidak jadi melakukan itu karena melihat ekspresi Kena saat tidur sedikit aneh, dia mendekat ke kasur dan terlihat wajah Kena bercucuran keringat dan tangan Kena terlihat gemetar, ekspresi nya terlihat kesakitan


Karma yang melihat itu langsung menyentuh kening Kena, kening Kena terasa panas saat di sentuh Karma, dia lalu langsung membangunkan Kena


"Kena ayo bangun, apa kau demam, badan mu panas sekali" ucap Karma dengan muka cemas sembari mengguncang tubuh Kena pelan


Kena membuka mata nya, sungguh matanya terasa sangat panas dan perih, dia lalu menatap ke arah Karma, Karma terlihat sangat panik, dia lalu duduk dan mengucek mata nya


"Kena kau tidak apa-apa, badan mu panas sekali, mata mu juga merah, apa perlu kita ke rumah sakit? " tanya Karma dengan muka sangat cemas


"Tidak perlu, aku hanya demam, tidak perlu ke rumah sakit" jawab Kena


"Kau mandi saja dulu tapi jangan terlalu lama, mandi pakai air hangat, aku akan buatkan teh untuk mu" ujar Karma sembari keluar dari kamar Kena tanpa menutup pintu


Kena hanya diam , dia lalu beranjak dari kasur lalu membuka lemari untuk memilih baju yang akan dia pakai, setelah sudah mendapatkan baju yang akan dia pakai Kena lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi dengan membawa baju


Karma mendengar suara gemericik air dari kamar mandi Kena, artinya Kena sedang mandi jadi dia menaruh cangkir teh dan piring berisi roti itu di meja depan sofa, dia menunggu Kena keluar dari kamar mandi sambil duduk di sofa kamar Kena


tak lama Kena pun keluar kamar mandi, dia sudah mengganti baju di kamar mandi dengan baju lengan panjang berwarna biru laut dengan logo daun di bagian depan baju dan celana panjang berwarna biru tua, baju nya pun kebesaran dan celana nya kepanjangan, tapi masih cocok untuk Kena


"Aku sudah buatkan roti bakar dengan selai coklat, dan teh hangat untuk mu ayo makan sini" celetuk Karma sembari menepuk sofa sebelah nya, mengisyaratkan Kena untuk duduk di sebelah nya


Kena menaruh handuk di gantungan baju tepat di sebelah pintu kamar mandi, dia lalu duduk di sebelah Karma dan mengambil roti bakar dengan selai coklat lalu memakan nya, dia melahab nya sampai habis dan meminum teh hangat buatan Karma


Karma menyentuh kening Kena, Kena terkejut sekilas


"Sepertinya demam mu lebih tinggi dari kemarin malam, aku akan ambil termometer dulu" ucap Karma sembari beranjak dari sofa lalu keluar kamar untuk mengambil termometer


Kena menepikan poni panjang nya yang menutupi mata kiri nya, dia memegang mata kiri nya yang terpejam dan ada bekas luka tegak lurus di mata kiri nya itu, memang mata kiri nya itu selalu terpejam, dia lalu mengembalikan poni panjang nya menutupi mata kiri nya

__ADS_1


Karma masuk ke kamar Kena dengan membawa termometer dia lalu duduk di sebelah Kena dan mengecek suhu tubuh Kena dengan termometer. Suhu tubuh Kena adalah 39.7°c, Karma menghela nafas lalu menaruh termometer ke atas meja


"Sepertinya kau perlu minum obat, aku akan ambil obat dulu" ucap Karma sembari berdiri dan melangkah keluar kamar tapi di tahan oleh Kena


"Tidak perlu, aku tidak perlu minum obat, aku hanya perlu istirahat" celetuk Kena


"Tapi demam mu tinggi" ujar Karma


"Sudah ku bilang aku tidak perlu minum obat, kita tunggu sampai nanti siang kalau demam ku naik aku baru minum obat" jelas Kena


"Hhhh, baiklah, sekarang kau istirahat dulu" Karma lalu keluar Kamar


Kena beranjak dari sofa lalu merebahkan diri nya di kasur, dia menyelimuti tubuh nya dengan selimut, walau sudah memakai pakaian hangat dia tetap merasa kedinginan, badan nya sunggu lemas dan kepala nya pusing


Tapi dia bersyukur, dia bisa merasakan perhatian seorang Kakak yang tidak pernah dia dapat sebelum nya, dia selalu mengurus diri nya sendiri saat sakit tinggal di rumah ayah tiri nya, bahkan dia sering mendapat bentakan dari ayah tiri nya itu.


Karma masuk kembali ke kamar Kena dengan membawa wadah berisi air hangat dan handuk kecil, dia mendekati Kena yang sedang tidur terlentang di kasur, Karma menarik kursi meja belajar ke pinggir kasur, dia duduk dan meletakkan handuk yang sudah di basahi air hangat di kening Kena


"Jangan banyak bergerak, nanti handuk nya jatuh" celetuk Karma


"Trimakasih" ucap Kena


"Untuk apa? " tanya Karma


"Karena sudah mau merawat ku" sambung Kena


"Tidak perlu berterimakasih, aku ini kan kakak mu" ujar Karma dengan senyum


Kena hanya terdiam


"Aku baru pertamakali mendapat perhatian seperti ini, wajah ku memang biasa saja, tapi hati ku sangat bahagia" batin Kena


Akhirnya dia bisa mendapat kebahagiaan setelah menderita selama berbulan-bulan.

__ADS_1


*"Di sela-sela deras nya air mata pasti akan muncul pelangi yang indah"*


__ADS_2