Wadah Raja Siluman

Wadah Raja Siluman
Bermalam di Hutan


__ADS_3

Mereka lalu bergegas untuk pergi dari markas organisasi itu, tapi sebelum pergi Kena masuk ke markas dan mengambil sesuatu


dia mengambil 1 pedang yang berlogo harimau yang matanya mengkilap, mata harimau itu berwarna merah dan biru, entah ini kebetulan atau apa, Kena juga mengambil 2 pistol dan peluru.


Setelah selesai mengambil senjata, Kena lalu langsung pergi meninggalkan markas bersama Karma, markas organisasi itu berada di tengah-tengah hutan


oh ya tak lupa Kena juga sebelum pergi dari markas itu dia masuk ke dalam ruang kepala organisasi untuk mencari tau organisasi apa yang menangkap dirinya dan Karma, dia mengotak atik berkas yang ada di meja kerja itu, lalu akasinya pun di hentikan karena dia melihat selembar berkas yang isinya adalah informasi tentang organisasi itu


dia lalu membawa berkas itu keluar dan keluar dari markas, dia dan Karma membaca berkas itu, akhirnya Kena dan Karma tau nama dan informasi organisasi yang menculik mereka.


Nama organisasi itu adalah organisasi Criminal Black Company (organisasi CBC) , organisasi itu menangkap siluman, ghoul dan kadang-kadang mereka juga menangkap manusia untuk di buat percobaan, mereka sudah gagal berkali-kali namun pernah sesekali mereka berhasil, mereka bisa di sebut mafia namun bukan garis besar, mereka lebih sering di sebut organisasi jahat.


"Jadi nama organisasi yang menangkap kita adalah Organisasi Criminal Black Company?, ternyata mereka itu jahat terhadap kita dan pada siluman"ujar Karma


" ya, mereka memang kejam bahkan manusia pun mereka buat percobaan"ucap Kena


"Kau sepertinya membawa pedang dan pistol kan? " tebak Karma


"Ya untuk Berjaga-jaga" jawab Kena sembari menoleh melihat pedang yang dia taruh di punggung nya


"Oh ya, kalau kau mau kau bawa satu pistol dan ini juga ada peluru"


"Ah, tidak perlu, aku tidak pandai menggunakan pistol" ucap Karma sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Jadi aku saja yang bawa"


"Baik lah kau saja"


"Kalo begitu ayo kita pergi" ajak Karma yang meninggalkan markas yang di ikuti Kena di belakang nya


"Apa kau tau jalan pulang? " tanya Kena di tengah perjalanan


"Emm, kita jalan saja sampai menemukan jalan keluar, lagipula apa kau punya tempat untuk pulang" jawab Karma


"Ya sudah aku ikut kau saja"


"Kena, kenapa aku merasa kau tidak pernah memanggil nama ku sejak awal kita bertemu sampai sekarang? " tanya Karma


"Aku malas, lagi pula memang nya aku perlu memanggil nama mu? " jawab Kena ketus


"Hei kau jalan di sampingku saja agar lebih enak mengobrol"


"Ya ya"


Mereka pun berjalan bersampingan


"Hei Kena, bisakah kau panggil aku kak? " ujar Karma dan menoleh ke arah Kena


"Tidak mau, lagi pula untuk apa aku memanggil mu kak, kau kan bukan kakak ku" celetuk Kena tanpa menoleh


"Ya tapi mungkin saja aku Kakak mu kan? " seketika Kena menghentikan langkahnya, dia di buat bingung dengan perkataan Karma

__ADS_1


"Apa maksudmu? " tanya Kena yang menoleh menatap Karma


"Bu-bukan apa-apa aku hanya asal bicara" jawab Karma gelagapan


"Huh" Kena menghela nafas dan dia lanjut berjalan


Sepanjang perjalanan, Kena merasa ada yang terus memperhatikan dia dan Karma, dia juga merasa di ikuti, dia terus menoleh ke belakang untuk mencari kejanggalan


"Ada apa?" tanya Karma sembari ikut menoleh kebelakang


"Bukan apa-apa" Kena lalu kembali melihat ke depan


Hari mulai gelap, Kena dan Karma tak bisa melihat jalanan di hutan, Kena lalu mengandalkan penglihatan harimau dari matanya, sehingga dia bisa melihat jalan dengan jelas walau gelap tanpa ada cahaya


"Apa kau bisa melihat" tanya Kena sembari menoleh ke arah Karma


"Ya tentu saja bisa, aku bisa menggunakan penglihatan harimau" celetuk Karma


Mereka lalu melanjutkan perjalanan, lagi-lagi Kena merasakan ada yang sedang mengikuti nya dan Karma, dan dia juga merasa sedang di awasi, matanya yang biru itu terus bergerak-gerak melihat keadaan sekitar dan juga untuk mengawasi.


Karma pun merasakan hal yang sama, dia juga melirik ke kanan ke kiri berulang kali tanpa menoleh, dia melirik lewat ekor matanya, tapi lama kelamaan dia sudah tidak menghiraukan itu, dia pun berhenti melirik


Seketika ada siluman serigala muncul dari balik semak-semak, siluman itu muncul dari belakang Karma dan hendak menyerang Karma, Kena yang melihat itu langsung dengan cepat dia melompat dan menendang siluman itu hingga terpental ke arah pohon hingga satu pohon tumbang


Karma pun terkejut karena tiba-tiba ada siluman dan juga ada pohon yang tumbang karena siluman itu terpental ke arah pohon


"Kau yang melakukan itu? " tanya Karma dengan ekspresi wajah yang masih terkejut


"Kau hebat sekali" Karma berdecak kagum


"Sudah lah nanti saja ngobrolnya, bantu aku melawan segerombol siluman serigala ini" ucap Kena sembari mengambil pedang yang ada di punggung nya


"Ya tentu saja" jawab Karma


Kena pun maju sambil membawa pedang, Karma hanya menggunakan tangan kosong karena dia tidak pandai menggunakan senjata


Kena dengan kecepatan lari nya itu langsung membelah tubuh dan kepala para siluman itu menggunakan pedang, walau tubuhnya kecil tapi dia kuat layak nya orang dewasa


Sedangkan Karma dia memukul para siluman itu hingga terpental jauh, dia juga menggunakan tendangan untuk melawan mereka, dia lalu mengambil salah satu tubuh siluman yang tergeletak sudah mati lalu memutarnya hingga para siluman yang mendekatinya terpental jauh


Lama-lama Kena merasa tidak leluasa untuk bertarung, dia lalu melempar pedang yang dia pegang itu hingga menancap ke tanah, dia lalu bertarung dengan tangan kosong seperti Karma, dia memukul siluman serigala itu ke atas dan dia melompat lalu memukul nya hingga jatuh ke tanah, dia melakukan nya lebih sadis dari pada Karma.


Pertarungan sengit itu pun akhirnya usai, Kena dan Karma yang lelah bertarung itu lalu jatuh dan terduduk di tanah dengan nafas tak beraturan, ada banyak darah di sana, tubuh mereka juga penuh dengan bercak darah siluman


"Kenapa mereka semua menyerang kita, kita tidak mengganggu mereka kan? " tanya Karma


"Mungkin itu adalah siluman jahat dari percobaan organisasi Criminal Black Company" jawab Kena dengan nafas yang masih tak beraturan


Dia pun berdiri dan mengambil pedang yang menancap di tanah tak jauh dari nya, dia meletakkan nya kembali ke punggungnya


"Kalau begitu ayo kita lanjut jalan, disini ada banyak darah, aku sudah muak mencium bau amis ini" ucap Kena

__ADS_1


"Ya baiklah, tapi bukan kah di badan mu juga ada banyak bercak darah"


"Ya tapi ini masih bisa ku atasi, aku tidak terlalu terganggu dengan bercak yang di badan ku"


"Kalau begitu ayo kita jalan"Karma pun berdiri dan dia mengatur nafas nya


Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan badan yang penuh bercak darah.


" hei ngomong-ngomong, bagaimana nasip orang-orang yang telah kita hajar ya? "Tanya Karma


"Entahlah, mungkin mereka sudah mati atau mungkin mereka sudah bangun dari pingsan nya" jawab Kena


___


Di markas Organisasi


"Aarghh, sialan aku jadi terluka parah gara-gara bocah ghoul itu" ucap Akemi yang bangun dari pingsan nya


"Akan ku balas lain kali" kini Akemi berdiri sambil berpegangan pada meja di dekatnya


Dia tidak bisa apa-apa, dia sudah kehilangan banyak darah dan tubuhnya lemas dia tidak bisa jalan selangkah pun, darah terus menetes dari tubuhnya, karena kehilangan banyak darah dia jadi tidak sadarkan diri dan tergeletak


Dr.Akemi sudah sadar dari pingsan nya, dia lalu bergegas pergi ke gudang dan tidak ada siapa-siapa di sana, 2 orang penjaga di sana juga pingsan


dia lalu berjalan dan pergi ke ruang cairan, disana ada 4 orang yang sudah tergeletak tak berdaya, ada yang sudah terluka parah dan kehilangan banyak darah, ada juga yang hanya pingsan


"Apa 2 bocah ghoul itu yang melakukan ini, dasar mereka bocah sialan" gumam nya kesal lalu beranjak pergi ke ruang tamu


dia melihat Akemi yang tergeletak terluka parah dan kehilangan banyak darah, dia lalu langsung memapah tubuh Akemi menuju ruang percobaan, dia berusaha mengobati Akemi yang terluka itu dan mencari darah dengan golongan darah O untuk Akemi


Dr.Daiki pun menemukan darah bergolongan O , dan dia bisa menyembuhkan Akemi, mungkin Akemi tidak sadarkan diri sampai besok pagi


___


Langit malam yang dipenuhi awan hitam yang menutupi bintang-bintang di langit dan juga hembusan angin yang lumayan kencang itu membuat Kena menghentikan langkah nya dan mengajak Karma ber malam di bawah pohon rindang yang besar


"Sepertinya akan hujan, jadi kita bermalam di sini saja, semoga tidak ada petir" ucap Kena


"Baiklah, kita bermalam di sini saja aku juga mulai lelah" ujar Karma


Mereka pun ber istirahat di sana, tak lama hujan turun dari langit, hujan nya cukup lebat hingga membuat genangan air di tanah, mereka tidur di barang pohon yang sudah tumbang di bawah pohon yang rindang dan besar, jadi mereka hanya terkena sedikit tetesan air


Mereka bermalam di hutan yang gelap dan mengerikan, tapi tidak cukup mengerikan untuk mereka berdua, mereka tidur dengan nyenyak walau hujan sangat lebat, dan untung nya tidak ada petir


Sepertinya mereka sangat lelah karena mengeluarkan cukup banyak tenaga.


*****


Maaf ya Guys kalo ceritanya gak nyambung sama gak jelas, ini novel pertama ku.


Tolong Like, komen, dan Vote ya guys makasih😊

__ADS_1


__ADS_2