
Kena dengan antusias membaca novel yang ber judul 'Pelangi Hitam', dia sedang ingin merasakan Ketenangan saat ini dan tidak mau di ganggu.
Satu jam pun berlalu, Kena menatap jam dinding yang ada di kamar nya, terlihat pukul 07.30,dia lalu bergegas menutup buku nya dan menandai halaman yang sudah sempat ia baca lalu beranjak dari meja belajar dan keluar kamar
tidak ada siapa pun di lantai 2, Karma dan Tsuki turun ke bawah karena takut menganggangu Kena, Kena lalu berjalan menuju dapur ,dia melihat 3 piring kotor lalu mencucinya.
Selesai mencuci piring dia lalu turun ke bawah, terlihat Karma dan Tsuki sedang mengelap meja-meja yang ada di sana
"Apa aku boleh membantu? " tanya Kena tiba-tiba yang membuat Karma terkejut
"Ah iya, kau membantu me ngelap meja kasir dan menata barang yang ada di sana" ucap Karma sembari me ngelap meja cafe
Kena hanya mengangguk lalu dia berjalan ke meja kasir, dia me ngelap meja nya hingga bersih dan menata barang yang ada di atas meja itu. Pekerjaan nya pun selesai dia lalu berjalan ke arah Karma yang sedang duduk ber Istirahat sedangkan Tsuki mesih sibuk membersihkan meja cafe
"Aku sudah selesai, sekarang apalagi yang bisa ku bantu? " tanya Kena
"Emm, coba kau tanya Tsuki" jawan Karma
Kena lalu berjalan ke arah Tsuki
"Kak Tsuki, apa yang bisa ku bantu? " tanya Kena
"Eh, emm.... tolong kau sapu lantai ini, tapi cafe ini cukup luas,apa kau bisa menyapu seleruh lantai ini?"
"Tentu saja bisa"
"Ya baiklah, sapu ada di sana" ucap Tsuki sembari menunjuk ke pojok ruangan
Kena lalu bergegas menganbil sapu yang di tunjuk oleh Tsuki di pojok ruangan, dia menyapu setiap sudut ruangan hingga bersih, sedangkan Karma bertugas membersihkan pintu kaca cafe, cafe ini memang menggunakan pintu kaca yang tembus pandang.
Tak terasa setengah jam pun berlalu, kini jam menunjukkan pukul 08.00,medeka sudah selesai mengerjakan tugas mereka masing-masing dan ber Istirahat
Terdengar suara mobil berhenti dark liar cafe, Tsuki lalu langsung menuju keluar dan yang datang ternyata adalah Sakura, dia selalu datang pukul 08.00 pagi untuk membantu menyiapkan cafe lalu pukul 10.00 dia pulang lalu kembali lagi saat malam hari untuk membantu melayani pelanggan.
"Cafe nya sudah bersih saja, biasanya kalau aku datang kemari cafe nya masih sangat berantakan" celetuk Sakura sembari memandangi ruangan
"Ya tadi aku dan mereka berdua membersihkan cafe ini dari pukul tujuh" ucap Tsuki
"Wah Trimaksih ya Karma dan Kena karena sudah membantu membersihkan cafe, nanti ku beri upah deh" ucap Sakura dengan senyum
"Iya sama-sama, lagi pula kita juga tidak ada kegiatan di sini jadi kita membantu Tsuki membersihkan cafe" ujar Karma
__ADS_1
"Kalau begitu aku tidak perlu repot-repot membersihkan cafe lagi deh" sahut Sakura
"Sekarang ayo kita ke atas, kalian juga pasti lelah kan, akan ku buatkan teh hangat untuk kalian" lanjut nya lalu berjalan menuju tangga yang di ikuti Karma, Kena dan Tsuki di belakang
"Kalian duduk dulu, aku akan membuat teh hangat, atau kalian mau yang lain?" tanya Sakura sembari mengambil 4 cangkir teh
"Aku terserah saja" jawab Tsuki
"Kalau aku juga apa saja boleh" ucap Karma
"dan kau Kena mau minum apa?" tanya Karma
"Terserah saja" jawab Kena
Sakura lalu mulai membuatkan teh untuk mereka bertiga dan juga dirinya, penghangat ruangan yang ada di sana sudah di nyalakan jadi udara tidak terlalu dingin
"Ini teh nya" ucap Sakura sembari menaruh 4 cangkir teh di meja depan sofa
"Trimakasih" ujar Karma sembari meraih cangkir teh nya
Mereka menikmati teh hangat yang di buat Sakura, terasa sangat nikmat minum teh hangat di saat cuaca dingin
"Oh ya Kena, baju yang kau pakai itu baju lama milik mu kan, itu terlihat cocok walau masih agak terlalu besar" celetuk Sakura
"Tidak perlu di kembalikan, itu untuk mu saja lagi pula baju itu tidak muat untukku"
"Benarkah, trimakasih"
"Sama-sama, dan nanti sore kau bisa gunakan baju ku yang ada di lemari Tsuki, di sana masih tertinggal beberapa baju lama ku di sana, karena dulu itu adalah kamar ku waktu aku kecil" ujar Sakura
"Sekalian saja baju-baju lama ku yang ada di lemari Tsuki itu untuk mu, aku sudah tidak butuh" sambung nya
"Sekali lagi aku ber trimakasih, jika aku sudah bisa beli baju sendiri aku akan kembalikan"
"Sudah ku bilang tidak perlu"
"Ah iya baiklah"
Mereka pun meminum teh hangat nya sampai habis
"Karma, Kena apa kalian mau menjadi pegawai cafe ini? " tanya Sakura
__ADS_1
"Kenapa kakak mau menjadikan kami sebagai pegawai cafe? " tanya Karma
"Karena cafe ku ini sedang kekurangan pegawai, jadi aku tawari kalian dan lagipula kalian sedang butuh uang kan" jawab Sakura
"Biarkan kami berfikir dulu sampai nanti sore" ucap Karma
"Iya baiklah, ku beri kalian waktu sampai besuk, jika kalian ingin langsung menjawab nya nanti juga tidak papa"
"Sekarang sudah waktu nya para pegawai datang" gumam Sakura sembari menatap jam yang melingkar di tangan nya
"Kalau begitu aku akan ke bawah dulu karena pegawai sudah mulai datang dan kau Tsuki segera bersiap-siap, cafe akan di buka sebentar lagi" ucap Sakura beranjak dari duduk nya
"Kenapa buka nya pukul sembilan, bukan nya pukul sepuluh? " tanya Karma yang heran
"Saat hari sabtu cafe buka pukul sembilan jika di hari lain pukul sepuluh" ujar Sakura sembari berjalan menuju tangga dan pergi ke bawah
"Aku akan bersiap-siap, kalian tunggu di sini saja,jika mau kalian turun kebawah untuk sekedar melihat-lihat juga boleh, atau mau berjalan-jalan" ucap Tsuki yang beranjak dari sifa, Karma dan Kena juga beranjak dari sofa
"Kita di sini saja, kalau kita mau ke bawah nanti juga akan ke bawah, kau siap-siap saja dulu" jawab Karma
"Ya baiklah" Tsuki lalu pergi ke lantai bawah
"Aku akan mencuci cangkir-cangkir ini, kau masuk saja ke dalam kamar" celetuk Kena sembari mengambil cangkir yang ada di meja
"Hmm, baiklah aku akan masuk, Hati-hati saat mencuci" pesan Karma sembari masuk ke kamar nya
Kena pun mulai mencuci cangkir-cangkir yang kotor, dia melakukan nya dengan sangat baik.
Sedangkan di kamar Karma, dia sedang duduk di meja belajar dan membaca sebuah buku yang dia bawa dari organisasi, kamar Karma seperti kamar Kena, ada kasur, lemari, sofa, meja belajar, dan rak buku.
Karma dengan serius membaca buku yang ia dapat itu, buku itu sepertinya mengandung informasi tentang berbagai ghoul , dia membuka lembar demi lembar halaman, hingga dia terhenti karena melihat sebuah kertas yang terselip di buku itu
dia melihat kertas itu, terlihat di sana ada beberapa tulisan yang terlihat usang, kertas itu bertulis kan nama Karma, Kena, dan Kabane, dan juga 2 nama laki-laki dan perempuan, nama panjang mereka tidak tertulis di sana, hanya tertulis nama panggilan
'Keishi, Arashi, Karma, Kena, Kabane' itu yang tertulis di kertas yang terselip di buku
"Kenapa ada nama ku dan juga nama adik-adik ku, lalu siapa Keishi dan Arashi, untuk apa juga nama ku dan adik ku di tulis di sini, sepertinya tulisan ini sudah lama di buat, tapi siapa apakah Akemi atau pemimpin organisasi itu, tapi kenapa? " batin Karma yang terus bertanya-tanya, dia lalu mengembalikan kertas itu di tempat semula lalu menutup buku nya.
"Keishi dan Arashi. Sepertinya aku pernah mendengar 2 nama ini tapi di mana, oh ya di kertas itu tertulis nama ku dan adik-adik ku dengan rapi seperti silsilah saja, nama ku dulu lalu Kena dan Kabane, jangan-jangan Keishi dan Arashi adalah nama orang tua ku?, ah tidak mungkin" gumam Karma
"Tapi bisa jadi kalau mereka adalah orang tua ku dan juga Kena, Kabane, karena aku merasa familiar dengan nama itu" gumam nya lagi
__ADS_1
"Ah sudahlah, tidak perlu di pikirkan, lebih baik aku melihat-lihat buku yang ada di sini" lirih nya lalu beranjak dari tempat duduk dan melihat-lihat buku yang tersusun rapi.