
Kena merebahkan tubuhnya di sofa setelah meminum habis teh hangat nya, dia menatap langit-langit ruangan, saat ini dia sangat malas bahkan untuk bangun saja malas.
dia bosan tapi juga malas, lalu dia berfikir untuk mengambil buku nya yang ada di kamar, dia berdiri dan masuk ke kamar nya mengambil buku dan setelah itu keluar kamar
dia kembali merebahkan tubuh nya dan membaca buku, dia membaca buku sambil rebahan, dia membaca lembar demi lembar halaman dengan sangat fokus
sedangkan Karma sedang ada di dapur memasak sesuatu
"Hei Kena ayo makan dulu, aku sudah buatkan kau nasi goreng" celetuk Karma sembari berjalan ke ruang keluarga lalu menaruh piring di meja
"Ayo makan, nanti dingin nasi nya" ucap Karma, Kena tidak mempedulikan nya dan bahkan tidak melirik Karma sama sekali
"Cepat makan, hei Kena" ucap nya lagi sedikit berteriak
Lagi-lagi Kena tidak mempedulikan nya
"Kau ini tuli atau apa sih" Karma sudah mulai kesal
dia lalu mendekati Kena dan berjongkok mensejajarkan diri dengan kepala Kena
"Kalau kau tidak mempedulikan ku dan tidak makan, maka aku akan jewer telinga mu" ucap nya sambil menjewer telinga Kena dengan kuat
Kena meringis kesakitan dan buku nya terjatuh di perut nya
"Iya iya, aku akan makan tapi jangan jewer telinga ku" ringis Kena sembari memukul pelan tangan Karma yang menjewer telinga nya
"Bagus, cepat makan, akan aku ambil buku mu" Karma mengambil buku yang terjatuh di perut Kena lalu pergi ke meja makan
"Cckk, kembalikan saat aku sudah selesai makan" ucap Kena
"Malas banget harus makan. Hhhh sudahlah" Kena lalu mengambil piring yang ada di atas meja dan memakan nasi goreng buatan Karma, memang cukup enak
suap demi suap dia masukkan ke dalam mulut nya hingga tandas, dia lalu menaruh piring di atas meja dan minum air hangat
"Sudah habis ya, baiklah biar ku ambil piring kotor mu" celetuk Karma berjalan mengambil piring kotor Kena
"Mana buku ku" ucap Kena
"Ah iya, ini buku mu" Karma menyodorkan buku ke arah Kena lalu Kena mengambil nya
dia kembali merebahkan diri nya di sofa dan kembali membaca buku dengan tubuh yang terbalut selimut, Karma yang melihat itu hanya tersenyum lalu pergi ke dapur
sedangkan Tsuki di sibukkan dengan pelanggan yang terus berdatangan,Keadaan cafe mulai ramai dan bising tapi Kena tidak mau mempedulikan itu
dia membaca lembar demi lembar dengan serius sampai-sampai dia mulai mengantuk, mata nya lama-lama terpejam dan buku yang di baca Kena jatuh tepat di atas muka nya.
Tsuki menghentikan pekerjaan nya sejenak, dia pergi ke lantai dua lalu masuk ke kamar nya tanpa mempedulikan Kena yang sedang tidur di sofa ruang keluarga dan juga Karma yang sedang ada di dapur
dia mengambil handphone nya yang tergeletak di meja belajar nya, dia menelfon kakak nya
"Halo Kak" ucap Tsuki pada Sakura di seberang
"Iya ada apa" jawab Sakura
"Kakak bisa ke sini tidak, cafe nya mulai ramai"
"Iya baik kakak akan ke sana"
"Iya trimakasih" Tsuki lalu mematikan telfon sepihak dan keluar kamar lalu menuruni tangga, Karma hanya menoleh saja lalu melanjutkan mengoles roti bakar dengan selai coklat
Tsuki kembali mengerjakan pekerjaan nya, dia mengantar pesanan pelanggan dan juga mencatat pesanan pelanggan, dia bekerja sambil menunggu kakak nya tiba
Yang di tunggu pun sudah tiba, terlihat mobil Sakura berhenti di depan cafe lalu dia turun dan masuk ke cafe, tanpa basa-basi dia langsung melepas tas selempang nya di kursi kasir lalu memakai celemek dan mulai bekerja
dia melayani pelanggan di kasir dan memberitau juru masak yang ada di dapur tentang pesanan pelanggan, para pegawai cafe terlihat sangat sibuk karena pelanggan sangat banyak.
Jam menunjukkan pukul 5 sore, wajar jika cafe sudah mulai ramai.
Sedangkan Karma sudah selesai membuat roti bakar dengan selai coklat nya, dia makan roti dan duduk di meja makan, dia berniat menawari Kena roti bakar
dia lalu berjalan ke ruang keluarga, dia melihat muka Kena tertutup buku. Karma mendekat ke arah Kena lalu berjongkok mensejajarkan diri dengan Kena dan membuka buku yang menutupi muka Kena dengan perlahan
terlihat Kena memejamkan mata nya, Karma yang melihat itu hanya tersenyum dan mengembalikan buku Kena menutupi muka nya, dia duduk di sofa satu nya lagi yang berhadapan dengan sofa Kena dan ada meja berbentuk persegi panjang di tengah-tengah 2 sofa
__ADS_1
Karma sudah menghabiskan roti nya, dia masuk ke Kamar dan mengambil buku nya lalu keluar kamar dan kembali duduk di sofa ruang keluarga
Sekarang jam menunjukkan pukul 18.30,dan pelanggan mulai surut tapi nanti saat pukul 19.30 pelanggan akan kembali berdatangan dan keadaan cafe akan kembali bising
sebagian pegawai cafe beristirahat di ruang istirahat pegawai, sedangkan Tsuki dan Sakura naik ke lantai 2,di sana mereka melihat Kena yang sedang tidur di sofa dengan muka tertutup buku dan Karma sedang membaca buku
tangga memang berada berhadapan dengan ruang keluarga
"Hei Karma, apa kau mau membiarkan Kena tidur dengan muka tertutup buku? " tanya Sakura sembari duduk di sebelah Karma
"Biarkan saja, jika ku ambil buku nya takut nya dia akan terbangun karena cahaya dari lampu" jawan Karma tanpa memalingkan pandangan dari buku nya
"Kak, kami setuju dengan tawaran kakak, kami mau menjadi pegawai cafe ini" sambung Karma
"Benarkah, kalian sudah memikirkan nya baik-baik kan? " tanya Sakura
"Iya kami sudah memikirkan baik-baik" jawan Karma
"Baiklah, syukurlah kalian mau menerima tawaran Ku, kalian akan mulai bekerja minggu depan" ucap Sakura
"Kenapa lama sekali? " tanya Karma
"Karena aku mau kalian menikmati tinggal di sini, dan aku mau kalian betah dulu tinggah di sini" jawab Sakura
"Iya "
"Oh ya gaji kalian 80**** per minggu" ucap Sakura
"Gaji nya lumayan juga"
"Jika kalian giat bekerja dan bekerja dengan sangat baik nanti kalian akan mendapatkan bonus gaji tambahan"
"Baik kak"
"Kak aku masuk ke kamar dulu ya, aku mau mandi" sahut Tsuki
"Iya" jawan Sakura
"Karma, kenapa Kena masih memakai baju yang tadi pagi, apa dia belum mandi? " tanya Sakura
"Bangun dari apa? " tanya Sakura
"dari pingsan" lirih Karma sembari menundukkan kepalanya
"Hah, Kena pingsan, bagaimana ceritanya? "
"Jadi ceritanya....... " Karma menceritakan kejadian saat Kena di culik
"Kasian sekali Kena. Yasudah nanti saat dia bangun suruh dia mandi, aku mau mengambil baju ku di kamar Tsuki" ucap Sakura sembari beranjak dari duduk nya dan mengetuk pintu kamar Tsuki
dia masuk setelah pintu kamar Tsuki terbuka, dia tidak menutup pintu kamar Tsuki karena tujuan nya ke sana hanya mengambil baju lama nya dan itu hanya sebentar
"Tsuki, kakak mau mengambil baju lama kakak" celetuk Sakura
"Iya biar aku bukakan lemari nya" Tsuki lalu membuka laci kecil yang berada paling bawah lemari
Sakura lalu mengambil tumpukan baju lama milik nya
"Baik kakak sudah selesai, kakak keluar dulu ya" Sakura lalu keluar dari kamar Tsuki dan pergi ke ruang keluarga
Sakura menaruh tumpukan baju lama milik nya di sebelah Karma
"Karma ini ada baju lama milik ku, ini untuk Kena ambil saja semua, aku mau pergi ke bawah dulu" ucap Sakura sembari turun ke bawah
"Iya Trimakasih" jawan Karma
Karma tidak melanjutkan membaca buku, dia berdiri dan kendekat ke arah kena lalu berjongkok mensejajarkan diri dengan Kena
"Hei Kena bangun sudah malam, bangun dan cepat mandi" ucap Karma semabari menyingkirkan buku yang menutup wajah Kena dan mengguncang pelan tubuh Kena
tanpa waktu lama Kena sudah bangun dari tidur nya dan dia duduk lalu mengucek matanya, dia melihat ke arah jam dinding dan jam menunjukkan pukul 18.45
"Itu baju lama milik kak Sakura, dia memberikan baju lama nya pada mu, kau mandi lah dan pilih baju yang kau mau" ucap Karma
__ADS_1
Kena menatap baju lama milik Sakura yang di tunjuk oleh Karma, tanpa basa-basi Kena langsung berdiri dan mengambil tumpukan baju itu dan masuk ke kamar begitu juga Karma dia masuk ke kamar setelah melihat Kena sudah masuk ke kamar nya Sendiri
Kena melihat baju yang di berikan Sakura untuk nya, warna-warna baju itu terlihat formal dan hanya ada satu baju yang berwarna hitam
Kena memilih baju yang akan dia kenakan nanti setelah mandi, dia memilih baju lengan pendek yang berwarna ungu cerah dengan logo bunga di bagian belakang baju nya dan celana panjang hitam polos
dia bergegas mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi dengan membawa baju yang sudah dia pilih, tumpukan baju yang di beri Sakura masih ada di atas kasur Kena, dia akan merapikan nya di lemari setelah selesai mandi
Kena keluar dari kamar mandi dan dia sudah memakai baju yang dia pilih, dan lagi-lagi baju nya kebesaran tapi masih cocok untuk Kena begitu juga celana nya, celana nya kepanjangan tapi pinggang nya masih cukup alhasil Kena melipat ujung celana nya
Dia lalu memasukkan tumpukan baju nya ke laci kecil lemari, lemari bagian atas adalah lemari gantung untuk Menggantung baju-baju dan di bagian bawah lemari ada 4 laci berbentuk persegi untuk menyimpan pakaian yang sudah di lipat
Selesai merapikan baju, Kena keluar kamar dan tidak ada siapa pun di sana, dia duduk di sofa ruang keluarga, tiba-tiba dia kepikiran Kei yang matanya sudah pulang, dia ingin memberitau Kei kalau dia baik-baik saja tapi dia malas dan malu apalagi harus berkunjung di rumah orang
saat sedang duduk santai tiba-tiba salah satu pegawai cafe memanggil Kena dari tangga
"Kena, ada yang mencari mu" ucap seorang pegawai dari tangga
"Ah iya, aku segera ke sana" Kena lalu berdiri dan melangkah melewati tangga
"Dia yang mencari mu" ucap pegawai itu sembari menunjuk seorang anak laki-laki, dia adalah Kei
"Iya" Kena lalu meninggal kan pegawai cafe itu dan berjalan mendekati Kei
"Hei kei, ada apa ke sini? " tanya Kena pada Kei
"Kak, aku hanya ingin melihat mu baik-baik saja atas tidak setelah di culik tadi" jawan Kei sembari turun dari kursi
"Iya aku baik-baik saja, kita bicara di atas saja" ucap Kena sembari berjalan melewati tangga pergi ke atas di ikuti Kei di belakang
mereka duduk di sofa ruang keluarga
"Maaf ya kak, gara-gara kakak menyelamatkan ku kakak jadi tertangkap" celetuk Kei
"Tidak papa, ini bukan salah mu"
"Tapi kakak baik-baik saja kan"
"Iya aku baik-baik saja"
"Aku minta maaf ya kak" ucap Kei lagi sembari menundukkan kepalanya
"Sudah ku bilang ini bukan salah mu, lagi Pula aku baik-baik saja" ujar Kena
"Tetap saja aku merasa ber salah"
"Ngomong-ngomong kau ke sini bersama siapa? " tanya Kena
"Aku ke sini Sendirian" jawab Kei
"Kenapa tidak bersama ayah atau ibu mu, ini kan sudah malam" tanya Kena
"Ayah dan ibu ku bekerja dan pulang larut malam, aku Sendirian di rumah bersama kakak ku"
"Ooh"
"Dia sibuk dengan tugas sekolah nya jadi dia hanya mengawasi ku lewat jendela kamar nya di lantai 2" jelas Kei
"Kakak mu itu, perempuan atau laki-laki? " tanya Kena
"Perempuan, nama nya Rara" jawab Kei
"Ooh, yasudah mau ku buatkan teh atau tidak? " tanya Kena
"Tidak usah aku sudah mau pulang, aku hanya ingin tau kakak baik-baik saja atau tidak" ucap Kei sembari turun dari sofa
"Aku akan pulang sekarang ya kak" sambung nya
"Mau ku temani? " tanya Kena dan di jawab oleh sahutan dari Karma yang keluar dari kamar
"Biar aku yang temani dia pulang" sahut Karma keluar dari kamar
"I-iya baiklah" jawab Kena
__ADS_1
Karma dan Kei pun turun dari lantai 2 dan keluar cafe, Karma mengantar Kei sampai rumah nya yang tidak jauh dari cafe.