Wadah Raja Siluman

Wadah Raja Siluman
Dibuang


__ADS_3

Kena masuk ke kamar nya dengan lemas karena tubuh nya terluka, dia juga lelah karena perut nya kosong sejak kemarin, tubuh nya penuh dengan luka bengkak dan merah. Dia laku berbaring di kasurnya dengan lemas tanpa mengganti baju saking lemas nya dia tidak bisa mencari baju yang akan dia pakai di lemari nya


Hyuji kakak tiri kena, dia juga sering mengejek Kena dan memarahi nya, walau dia hanya terpaksa melakukan nya di depan ayah nya, dia melihat dari jauh apa yang dilakukan ayah nya tadi kepada adik tiri nya, dia mulai merasa kasihan melihat tubuh Kena lemah dan kurus di penuhi luka


Dia berniat akan masuk ke kamar Kena dan melihat keadaan Kena walau ini pertama kalinya dia berniat masuk ke kamar Kena, saat akan masuk langkah nya di hentikan karena ayah nya yang berdiri di belakang nya dan bertanya


"Hei, kau mau apa masuk ke kamar nya, apa kau mau menemani nya dan memberi nya perhatian? " tanya Hatori dengan tatapan seram


"Bu-bukan, aku ingin menggangu nya dan mengejek nya habis-habisan di kamar nya sendiri" jawab Hyuji dengan berpura-pura tersenyum sinis


"Oh" jawab Hikari ketus lalu beranjak pergi ke garasi dan ingin pergi ke tempat kerjanya menggunakan mobil, karena tempat nya lumayan jauh dari rumah


"Huh, untung saja ayah percaya" batin Hyuji lalu beranjak masuk ke kamar Kena


Hyuji melihat kena terbaring di kasur menatap jendela kamar nya


"Apa yang kau lakukan, apa kau ingin mengganggu ku dan menyuruh-nyuruh ku? " tanya kena tanpa membalikan badan dan menatap Hyuji, dia masih menatap jendela kamar nya sambil berbaring membelakangi Hyuji


"Tidak, aku hanya ke sini melihat mu, karena tadi aku lihat kau di marahi ayah dan di pukuli oleh nya"jawab Hyuji


"Jangan berpura-pura baik" ketus kena masih menatap jendela


"Hei lihat aku dong, kau bisa melihat ekspresi ku kalau melihat ku"


Kena lalu berbalik badan dan duduk di tepi kasur


"Hei aku minta maaf karena selama ini aku mengejek mu dan menggangu mu bahkan menyuruh-nyuruh mu, aku terpaksa melakukan nya karena di suruh ayah, jika aku tidak menurutinga aku akan di marahi" jelas Hyuji sambil menundukkan kepala nya


Kena mendengar itu hanya terdiam


"Kau memaafkan ku kan? " tanya Hyuji masih menundukan kepala nya


"I-iya" jawab Kena singkat dan ragu-ragu


"Benarkah, Oh ya aku kesini ingin melihat mu, seperti yang ku katakan tadi, apa kau lapar aku bisa mengambil kan makanan" Hyuji lalu berani menegakkan kepala nya dan menatap Kena


"Tidak, kalau kau ketauan ayah mu nanti kau juga di marahi kan?! "

__ADS_1


"Tidak usah khawatir, ayah sudah pegi kerja "


"Oh" jawab Kena dengan singkat


"Sebentar kau tunggu sini ya, aku ingin mengambilkan mu makanan" Hyuji lalu beranjak keluar kamar kena dan menuju dapur mengambil makanan


Kena dari tadi hanya terdiam dan tidak beranjak dari tempat tidur nya


"Apa dia benar-benar mengasihani ku?"batin Kena


"Aku sudah bawakan nasi dan lauk, kau makan ya kau pasti lapar karena kemarin tidak makan" kata Hyuji sembari memasuki kamar Kena


"Iya" kena hanya menjawab kata-kata Hyuji dengan singkat dan meraih piring yang di bawa Hyuji, lalu menyantap nasi dan lauk yang ada di piring itu dengan lahap


"Apakah enak? " tanya Hyuji sembari memandangi Kena yang sedang melahap makanan nya, Kena hanya mengangguk dan melanjutkan makan nya


Tiba-tiba Hyuji mendengar suara mobil yang menuju rumah nya, dia mengenal suara mobil itu, itu adalah mobil ayah nya


"Kena aku ambil piring mu dulu, ayah sudah kembali aku mendengar bunyi klakson mobil nya" kata Hyuji sembari mengambil piring yang di bawa Kena


"Tidak bisa, ayah sudah masuk ke rumah"


"Aku punya ide, kau bilang saja kalau aku diam-diam mengambil nasi dan lauk, lalu kau menyadari nya dan mengikuti ku hingga ke kamar dan kau memarahi ku" usul Kena tanpa ragu


"He-hei kau nanti akan kena hukuman terberat dari ayah kalau aku bilang begitu"


Tak lama Hatori masuk ke kamar Kena dan melihat mereka berdua, Hatori juga melirik piring yang di pegang Hyuji


"Apa yang kalian lakukan di sini" tanya hatori dengan menatap Hyuji


"Hei cepat katakan yang aku bilang tadi, tidak apa-apa kalau aku kena hukuman" bisik Kena pada Hyuji


"Tapi-"


"Sudah cepat bilang saja"


"Ta-tadi aku melihat Kena diam-diam mengambil nasi dan lauk di dapur, aku menyadari nya lalu mengikuti nya ke kamar nya dan aku memarahi nya di sini sambil merebut piring yang berisi lauk" jelas Hyuji pura-pura

__ADS_1


"Hmm"


"Apakah ayah tidak percaya pada ku? " tanya Hyuji dan memandang Kena dengan tatapan Kesalahan, tapi muka nya menghadap ke ayah nya, dia menatap Kena di ujung mata nya


"Ohh, begitu ya kerja bagus kau Hyuji, kau memang anak yang bisa di andalkan"ucap Hatori sambil tersenyum sinis


"Ah, iya"Hyuji hanya menundukkan kepala


" dan kau Kena, kau ku hukum tidak boleh makan seharian sebelum aku mengijinkan nya, tapi kenapa kau malah mengambil makanan tanpa izin ku ha!!!?"bentar Hatori pada Kena


Kena hanya menunduk dan pasrah dengan keadaan


"Kalau begitu ikut aku!!! " Hatori menarik kasar tangan Kena dan membawa nya keluar rumah


"Lepas kan aku, lepaskan aku " teriak Kena


"Diam kau"


"Lepaskan aku dasar orang jahat!!! " kali ini Kena berteriak lebih kencang lagi


"Ku bilang diam, atau kau mau aku memukuli mu lagi ha!!! " bentak Hatori lebih kasar kepada Kena


Kena hanya bisa diam dan mengikuti kemana ayah nya membawa dia pergi.sedangkan Hyuji hanya bisa memandangi dari jauh.


Tak lama kemudian, Hatori berhenti di depan hutan yang tidak jauh dari rumah nya, Kena melihat itu seakan-akan sudah mengerti keadaan, dia pasti akan di buang oleh ayah tirinya itu


"Apa dia akan membuang ku di hutan ini? "Batin Kena


" ayo ikut aku masuk ke hutan"kata Hatori dengan nada dingin sembari menarik Kena masuk ke hutan


"Apa yang ingin kau lakukan pada ku, apa kau ingin membuang ku? " tanya Kena sembari menatap wajah ayah tirinya dengan tajam. Hatori hanya diam tak membalas Kena, Hatori terus berjalan sampai di tengah hutan dia lalu menjatuhkan tubuh Kena dengan kasar nya


"Kau diam di situ, dan jangan pernah kembali lagi" bentak Hatori sambil mengeluarkan suntikan dari tas kecil yang dia bawa, lalu menusuk kan nya di lengan kiri Kena


Seketika Kena tak sadarkan diri dan terbaring lemas setelah Hatori menyuntikkan sesuatu pada Kena


ternyata itu adalah obat bius yang membuat Kena tertidur beberapa saat.

__ADS_1


__ADS_2