
HAPPY READING!!!
*****
#FLASHBACK ON
Mobil Clara mulai memasuki komplek perumahan elit, terlihat ada gerbang yang besar menjulang tinggi ke atas berwarna hitam pekat.
Tin…. Tin…. Tin….
Beberapa kali Clara klakson agar gerbang itu cepat dibuka, Security yang berada di dalam pos keamanan melihat mobil Clara di cctv langsung berlari keluar untuk membuka gerbang.
Clara pun menjalankan mobilnya masuk ke dalam menuju teras, Security menutup kembali gerbang itu.
Halaman rumah yang luas dan juga ditengah halaman ada air mancur berukuran sedang. Clara memarkirkan mobilnya di teras, terlihat ada sebuah mobil mewah milik sang kekasih terparkir disana.
Brakkk….
Clara turun dari dalam mobil, sesaat melihat mobil kekasihnya sambil tersenyum bahagia.
“Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya.” Melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
Tak… Tak… Tak….
Terdengar suara langkahan kaki Clara seorang pria yang sedang duduk itu pun berdiri sambil tersenyum ke arahnya.
Justin menyerahkan bucket bunga mawar yang berukuran besar. “Selamat datang kembali sayang.”
“Terima kasih sayang.” Mengambil bucket itu sesaat melihat lalu meletakkan di atas sofa.
“Sayang.” Justin merentangkan kedua tangannya.
Clara pun memeluk Justin dengan erat. “Aku merindukanmu sayang.”
“Aku juga merindukanmu.” Mengelus lembut punggung belakang Clara.
Pelukan mereka bertahan beberapa menit, sepasang kekasih yang saling merindukan setelah LDR sekitar 2 Minggu.
Clara melepaskan pelukannya lalu menatap Justin. “Apa kamu sudah lama menungguku?”
“Tidak juga.” Mengelus rambut Clara.
Justin adalah pria pilihan ayah Clara sebelum ayahnya pergi untuk selamanya. 2 bulan yang lalu kedua orang tua Clara meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal yang sampai sekarang Clara tidak tahu penyebab kecelakaan orang tuanya itu.
Ayah Clara adalah seorang pengusaha sukses di Seoul, hampir semua pengusaha mengenal sosok ayahnya.
Saat ini Clara hidup hanya seorang diri, tetapi tidak merasa kesepian karena ada beberapa Security, pelayan, tukang kebun dan supir yang menemaninya di rumah mewah itu.
Justin dan Clara sudah bertunangan dan beberapa minggu lagi pernikahan mereka berdua akan segera dilaksanakan di sebuah gedung besar yang ada di kota Seoul.
Seorang pelayan berjalan sambil membawa nampan yang berisi dua gelas minum dan beberapa cemilan untuk mereka makan.
“Selamat datang kembali Nona.” Meletakkan gelas dan cemilan di atas meja. “Apa Nona baru datang?”
“Iya bi.”
__ADS_1
“Saya permisi dulu.” Merry beranjak pergi.
Sesaat mereka berbincang di ruang tengah ditemani cemilan kesukaan Clara. Tidak lama kemudian ponsel yang ada di dalam saku celana Justin bergetar.
Drettt…. Drettt…. Drettt….
“Tunggu sayang, ada telpon masuk.” Mengeluarkan ponsel lalu melihat siapa yang menelpon. “Sebentar aku mengangkat telpon dulu.” Mengangkat telpon masuk.
Justin mematikan telpon lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku. “Sayang.”
“Iya?”
“Kamu istirahat yang cukup ya, aku mau pergi dulu karena ada urusan yang mendadak.”
“Nanti kamu kesini lagi atau tidak?”
“Belum tahu, maaf ya.” Mengelus kepala bagian atas Clara.
Clara hanya mengangguk.
Justin mengecup kening Clara. “Dah sayang, nanti aku hubungi lagi.” Berjalan dengan cepat menuju teras.
Clara menghela nafas kecewa. “Hm padahal baru sebentar, sudah sibuk lagi dia.” Mengambil tasnya lalu berjalan meninggalkan ruang tengah.
Dengan pelan Clara menaiki anak tangga dengan perasaan yang sangat kecewa karena Justin yang selalu sibuk dan jarang ada waktu untuk dirinya.
Justin sangat jarang ada waktu untuk Clara, setiap Clara minta temani shopping atau jalan selalu tidak bisa dengan alasan sibuk dan sibuk membuat Clara kadang berpikir seperti tidak memiliki kekasih.
Klekkk….
Clara berjalan masuk ke dalam. Terlihat kamar yang berwarna pink muda dengan campuran abu-abu, nampak terlihat mewah karena ditengah kamarnya ada lampu besar. Kamar Clara berukuran sedang karena Clara penakut, bahkan setiap malam lampu kamarnya tidak pernah mati.
Clara menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, saat ini posisi Clara menatap langit-langit kamar.
“Argh ini sangat enak.” Meletakkan ponsel di samping bantal. “Aku malas mandi, tapi aku harus mandi.”
Dengan perlahan mata Clara terpejam, tidak lama kemudian memasuki alam mimpi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore dengan cuaca yang mulai cerah lagi setelah tadi siang di guyur air hujan.
Seorang wanita cantik baru saja bangun dari tidurnya, sesaat melihat ke arah jam kecil yang ada di atas nakas samping tempat tidurnya.
“Sudah sore? Kenapa terasa sangat cepat.” Menggerakkan kepala ke kiri dan kanan. “Huaaaaaa……. Rasanya aku ingin tidur lagi.” Beranjak lalu berjalan menuju balkon kamarnya untuk melihat suasana sore di tengah kota Seoul.
Terlihat banyaknya alat transportasi berlalu lalang dibawah sana, bahkan ada beberapa tempat yang mengalami kemacetan.
Clara mulai merentangkan kedua tangannya lalu memejamkan mata menikmati angin yang sepoi-sepoi membuat rambutnya berantakan. Lumayan lama Clara berdiri di balkon, Clara pun memutuskan masuk kembali ke dalam kamar.
“Aku harus mandi.” Berjalan menuju kamar mandi.
Klekkk…
“Sudah lama aku tidak berendam.” Melepaskan pakaiannya lalu duduk di Bathub
Sesaat Clara berendam di Bathub, perlahan memijat ujung hidungnya dengan mata yang terpejam. Setengah jam kemudian Clara mengakhiri mandinya lalu berjalan keluar kamar mandi dengan tubuhnya yang ditutupi handuk kimono.
__ADS_1
Clara berjalan mendekati lemari pakaian lalu mengambil salah satu pakaian dress pendek dan segera memakainya.
Kini Clara sedang menuruni anak tangga berjalan keluar rumah. Sesampai di garasi mobil, Clara langsung masuk ke salah satu mobil yang terparkir disana.
“Sore ini kita bersantai di café sendirian lagi dan lagi.” Tersenyum sambil menghidupkan mesin mobil lalu menjalankan mobil keluar dari garasi meninggalkan halaman rumah.
Mobil Clara mulai memasuki halaman cafe yang sering didatanginya ketika sedang bosan. Clara berjalan masuk ke dalam café lalu memesan minum dan satu roti kesukaannya. Selesai memesan, Clara pun mencari tempat yang kosong lalu duduk disana untuk menunggu pesanannya.
Sejenak Clara menikmati sore ditemani satu gelas minuman dan roti kesukaannya. “Kenapa hidupku terasa sangat hampa?”
Tanpa terasa senja pun tiba, Clara bergegas keluar dari café lalu pulang.
***
Malam harinya Clara sedang berada di ruang makan ditemani Merry yang juga ikut makan disana.
“Nona tahu tidak?”
“Kenapa bi?” meletakkan gelas.
“Bibi pernah melihat Tuan Justin bersama wanita lain di supermarket.”
“Supermarket? Kapan?”
Merry mengangguk. “Iya non sekitar beberapa hari yang lalu. Nona masih di Busan, hm mungkin saudaranya.”
“Tapi Justin tidak ada saudara, dia anak tunggal.” Batin Clara.
“Atau rekan kerjanya.” Sambung Merry.
Clara mengangguk sambil tersenyum. “Iya bi mungkin saja.”
Mereka pun melanjutkan makan malam. Semenjak kepergian orang tua Clara, Merry selalu menemani Clara untuk makan di ruang makan agar tidak merasa kesepian.
“Bi saya ke kamar.” Beranjak pergi dari ruang makan menuju kamar.
Klekkk…
Clara duduk di atas ranjang, sesaat melamun karena kepikiran ucapan Merry tentang Justin tadi.
Dretttt…. Drettt… Drettt….
Tiba-tiba ponsel Clara bergetar membuat Clara tersadar dari lamunannya lalu mengangkat telpon.
“Kamu sudah di Seoul ya?” tanya seorang pria dari seberang telpon.
“Iya, kenapa?”
“Besok pagi kamu harus datang ke perusahaan karena beberapa berkas yang harus di tanda tangani.” Ucap Bryan sang Sekretaris.
“Baik.”
Tut… Tut… Tut….
Telpon itu terputus, Bryan adalah Sekretaris dan juga teman Clara yang membantunya mengurus semua pekerjaan.
__ADS_1
...Bersambung…….....
First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan