Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Selalu mengganggu


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


Setengah jam kemudian Lucas keluar dari kamar mandi dengan celana pendeknya dan juga telanjang dada. Lucas berjalan mendekati kaca besar yang masih tertutup gorden lalu membukanya untuk meliha pemandangan hutan di pagi hari.


Ketika Lucas ingin duduk di sofa tiba-tiba saja ponsel yang ada diatas nakas bergetar.


Drettt… Drettt… Drettt….


Beberapa kali bergetar membuat Lucas langsung mengambil ponsel itu untuk melihat siapa yang menelponnya.


Terlihat di layar ponsel “Big Bos (Ayah)” memanggil membuat Lucas menatap malas sambil membuang nafas kasarnya.


Lucas berpikir Big Bos tidak akan mengubunginya lagi ternyata itu salah besar. Lagi dan lagi Big bos menelponnya untuk menanyakan tentang wanita tawanan yang ada di mansionnya.


“Dia selalu saja mengganggu ku, bagaimana bisa aku hidup dengan tenang.” Melempar ponselnya ke atas ranjang lalu berjalan menuju lemari pakaian.


Selesai mengenakan pakaian, Lucas pun mengambil ponselnya lalu berjalan keluar kamar dengan perasaan yang buruk.


Tak… Tak… Tak….


Terdengar suara langkahan kaki menuruni anak tangga membuat Javier masih duduk di ruang tengah itu menoleh ke arahnya. Lucas berjalan mendekati Javier lalu duduk disampingnya.


“Apa kau baru bangun?” tanya Javier setelah mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya.

__ADS_1


Lucas mengangguk. “Dimana Carlos?” melihat sekitar. “Apa dia belum bangun?”


“Hahahaha anak itu tidak mungkin bangunnya telat, dia sedang berolahraga dipinggil kolam renang.” Melihat ke arah kolam samping.


Lucas merebut sendok Javier lalu mamasukkan sedikit makanan ke dalam mulutnya.


Javier mengamati pakaian Lucas. “Mau pergi kemana kau? Pulang?”


Lucas mengangguk cuek.


“Bukankah pagi ini kau dan Carlos akan pergi ke restoran LY untuk bertemu dengan seseorang?”


“Beritahu Carlos, pagi ini aku pergi sendiri dan aku minta kalian susun ulang rencana kita agar misi besar berhasil.” Pinta Lucas kepada Javier, karena Javier memang sangat pandai dalam mengatur misi dari misi yang kecil dan juga besar.


“Apa kau bilang? Ulang?” Javier bingung.


“Oh oke, untuk misi yang tadi malam sudah berjalan dengan lancar tanpa hambatan sedikit pun.”


“Bagaimana dengan pengiriman barang yang tertunda?” tanya Lucas sambil memasang jaket hitamnya yang berisi pistol kecil mematikan.


Javier menggelengkan kepala. “Masalah pengiriman kau tanyakan saja pada Carlos.”


“Ada apa?” teriak Carlos ketika mendengar namanya disebut sambil berjalan mendekati mereka berdua.


“Lucas menanyakan pengiriman barang yang tertunda.”

__ADS_1


“Kau tenang saja, pagi ini kami akan atur lagi agar barang itu cepat sampai.” Jelas Carlos. “Oh iya pagi ini ……”


“Aku saja yang pergi.” Mengambil kunci mobil. “Aku pergi dulu.” Berjalan keluar menuju pintu utama markas.


“Duduklah.” Ucap Javier.


Carlos merebut makanan Javier lalu duduk disampingnya. “Ada apa?”


“Lucas meminta ku untuk mengatur ulang misi besar itu.”


“Atur saja kau bersama yang lainnya di markas belakang.” Memasukkan makanan ke dalam mulut lalu mengunyahnya penuh kenikmatan.


“Argh kau ini datang-datang merebut makanan ku.” Javier merebut kembali makanannya.


“Pelit.” Kesal Carlos.


“Masak sendiri kalau kau lapar.” Berdiri.


“Mau kemana kau?” membuang kaleng kosong ke tempat sampah dekat meja.


“Kamar, aku ingin memikirkan strategi terbaru.” Beranjak pergi meninggalkan Carlos sendirian di ruang tengah.


“Ah perut ku sangat lapar.” Carlos berdiri lalu berjalan menuju dapur untuk memasak sarapan pagi.


...Bersambung…....

__ADS_1


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan


__ADS_2