
HAPPY READING!!!
*****
Kini Clara sedang berdiri disamping Lucas dengan tangan yang memegang lengannya karena takut dengan suara petir.
“Ekhemmmm.” Lucas menoleh Clara yang daritadi menunduk. “Apa kau ingin seperti ini terus?”
“Ma-maaf.” Clara melepaskan tangannya lalu melangkah mundur untuk menjaga jarak dengan Lucas.
Lucas memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana sambil menatap kedua bawahan yang sedang bersimpuh didepannya dengan tatapan tajam.
Kedua bawahan benar-benar dibuat ketakutan karena Lucas pasti akan marah besar kepada mereka berdua.
Sesaat Clara melihat kedua bawahan lalu menunduk. “Duh gara-gara aku, mereka berdua di marahi pria monster ini.” Batinnya.
Wajah kedua bawahan sangat tegang rasanya kematian akan datang kepada mereka, apalagi daritadi Lucas tidak berbicara sama sekali membuat suasana menjadi hening menyeramkan.
Lucas berjalan mendekati kedua bawahan lalu berdiri didepan mereka.
“Ma-maaf bos, sungguh kami tidak bermaksud membiarkannya keluar dari kamar belakang.” Jelas Darel (Bawahan 2). “Karena dia sendiri yang meminta kami untuk membuka pintu kamar itu.”
Lucas mendengar penjelasan itu hanya berdehem.
Darel (Bawahan 2) menyenggol lengan Aaron (Bawahan 1). “Jangan diam saja kau, cepat jelaskan kepada bos.”
__ADS_1
Aaron (Bawahan 1) mengangguk cepat sambil menunduk karena tidak berani menatap Lucas. “Iya bos, dia berteriak-teriak dari dalam kamar sambil menggedor-gedor pintu membuat telinga kami……” Jelasnya terpotong.
“Jangan membela diri, aku tidak menerima alasan apapun dari kalian berdua!!”
Bughh… Bughh… Bughh…
Lucas menendang tubuh mereka dengan kasar membuat kedua bawahan berteriak meringis kesakitan.
“Jangan……”
“Diamlah, kau jangan ikut campur!!” tegas Lucas ketika Clara ingin mendekatinya.
Clara pun tidak jadi mendekati Lucas setelah mendengar itu.
Darel (Bawahan 2) mengangkat kedua tangannya lalu memohon didepan Lucas. “Sungguh bos, kami tidak bermaksud apa-apa.”
“Jangan hukum kami di ruang bawah tanah. Kami tidak akan mengulanginya lagi dan saya juga tadi sedikit kasihan dengan wanita ini karena dia sedang sakit jadi memerlukan udara yang segar-segar.” Jelas Aaron (Bawahan 1).
Siapapun orang yang melakukan kesalahan Lucas akan menghukumnya di ruang bawah tanah.
Bughh… Bughh…
Lucas menendang tubuh Aaron (Bawahan 1). “Tapi kau tidak ada hak untuk itu.” Teriaknya membuat kamu yang mendengarnya tidak bisa berbuat apa-apa selain menunduk ketakutan. “Sejak kapan kau menjadi perhatian seperti ini.”
“Maaf bos, saya hanya mengatakan yang sebenarnya.” Menunduk.
__ADS_1
***
Lin (Pelayan 2) berjalan keluar dapur tetapi langkahnya terhenti tepat didepan pintu karena melihat kedua bawahan bersimpuh didepan Lucas.
“Apa yang terjadi pada mereka berdua?” bingung.
Atiq (Pelayan 3) berdiri disampingnya. “Kenapa?”
“Apa mereka melakukan kesalahan?” tanya Lin (Pelayan 2) penasaran.
“Dilihat dari sikap Tuan Lucas, sepertinya begitu.”
“Mereka membiarkan Nona itu keluar dari kamar, dipikir mereka Tuan Lucas pulangnya malam jadi Aaron (Bawahan 1) membuka pintu untuk Nona itu.” Jelas Sean (Kepala pelayan) berdiri didekat mereka.
Kedua pelayan yang mendengar suara itu langsung menoleh secara bersamaan.
“Dan karena itu Tuan Lucas marah besar kepada mereka?” tanya Atiq (Pelayan 3).
Sean (Kepala pelayan) mengangguk lalu menoleh mereka. “Kenapa kalian masih disini?”
Kedua pelayan langsung beranjak pergi, sementara Sean (Kepala pelayan) masih berdiri disana.
...Bersambung……...
First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan
__ADS_1