Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Kamar Belakang


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Di sebuah mansion mewah terlihat beberapa pelayan masih berkeliaran didalam sana.


Saat ini seorang pria tampan sedang duduk dengan angkuh di kursi kebesarannya sambil memegang gelas kecil yang berisi Wine. Tatapan mata yang selalu tajam itu melihat keluar kaca besar.


“Kemana mereka? Apa mereka belem menculik wanita itu?” Lucas meneguk minumannya. “Kalau sampai gagal.” Menyeringai. “Habislah mereka.”


Tak…


Lucas meletakkan gelas itu dengan kasar ke atas meja sehingga menimbulkan suara.


“Aku sudah tidak sabar ingin menyiksa wanita itu.” Merentangkan kedua tangan.


Tok…. Tok… Tok…


Ditengah lamunan Lucas tiba-tiba terdengar ada suara ketukan pintu membuatnya langsung memutar kursi itu menghadap pintu.


Seketika bibir Lucas menyeringai. “Masuk!” teriaknya dari dalam ruang kerjanya.


Klekkk…


Terlihat kedua bawahan berjalan dengan cepat masuk ke dalam mendekati meja Lucas lalu berdiri didepan sana.


“Bagaimana? Apa kalian berhasil menculik wanita itu?” tanya Lucas sambil mengangkat satu kakinya ke atas.


Kedua bawahan mengangguk. “Berhasil bos.” Jawab mereka secara bersamaan.


“Wanta yang diminta bos sudah ada di ruang bawah tanah.” Ucap Aaron (Bawahan 1).


“Hampir saja tadi kami ketahuan menculik wanita itu gara-gara dia bos.” Sahut Darel sambil menyenggol lengan Aaron (Bawahan 1).


“Apa-apa kau ini.” Bisik Aaron (Bawahan 1) sedikit ketakutan.


Lucas memundurkan kursinya lalu berdiri. “Ekheemmm…” Berjalan mendekati kedua bawahan yang sedang menunduk


Bughh… Bugh… Bughhh….


Lucas memukul perut kedua bawahan, membuat mereka meringis kesakitan.


“Mungkin kalau tadi kalian gagal membawa wanita itu kesini.” Berdiri tepat didepan mereka. “Besok kalian tidak akan bisa bernafas lagi.”


Sekujur tubuh kedua bawahan seketika merinding setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Lucas.


“Hahahaha tidak bos. kami tidak pernah gagal kalau disuruh melakukan sesuatu.” Tanpa sadar mulut Darel (Bawahan 2) menjawab seperti itu.


Lucas menyeringai sambil terkekeh kecil. “Percaya diri sekali.” Menatap mereka. “Ikut aku!” berjalan duluan keluar ruangan.


Kedua bawahan melihat kepergian Lucas langsung menghela nafas lega.


Plakkkk…


Aaron (Bawahan 1) memukul kepala Darel (Bawahan 2). “Bisa-bisanya kau melaporkan itu ke bos.” Kesalnya. “Kau hampir membuatku mati ditangan bos.”

__ADS_1


Darel (Bawahan 2) nyengir. “Aku tidak bermaksud.” Berlari keluar ruangan disusul Aaron (Bawahan 1).


Tak… Tak… Tak….


Terdengar suara langkahan mereka bertiga membuat beberapa pelayan yang masih bekerja menoleh ke arah mereka lalu menunduk hormat.


Mereka berjalan melewati beberapa pelayan itu dengan tatapan Lucas lurus ke depan, sementara kedua bawahan memberikan senyuman manis mereka kepada pelayan-pelayan itu.


Atiq (Pelayan 1) membalas senyuman kedua bawahan lalu menoleh pelayan yang ada disamping. “Sepertinya Tuan Lucas ke ruang bawah tanah.” Bisiknya.


Lin (Pelayan 2) mengangguk cepat. “Iya, tadi saya melihat kedua bawahan Tuan Lucas membawa seorang wanita ke ruang bawah tanah.”


Bil (Pelayan 3) semakin mendekati Lin (Pelayan 2). “Apa kau serius? Wah.”


“Iya, wanita itu juga sepertinya tadi pingsan.”


“Duh dipastikan wanita itu besok sudah tidak bernyawa lagi.” Sahut Atiq (Pelayan 1).


“Ku rasa wanita itu ada masalah dengan Tuan Lucas.” Ucap Lin (Pelayan 3).


“Ku rasa juga begitu, karena tidak sembarang orang bisa masuk ke wilayah tempat ini apalagi masuk ke dalam ruang bawah tanah kalau tidak ada masalah.” Bil (Pelayan 3) penuh semangat dalam urusan bergosip.


“Benar juga, kira-kira masalah wanita itu sebesar apa ya?” Atiq (Pelayan 1) sedikit penasaran.


Sean (Kepala pelayan) yang melihat ketiga pelayan itu sedang kumpul bergosip, ia langsung saja berjalan mendekati mereka.


“Ekhemmm…”


Ketiga pelayan yang mendengar itu langsung menoleh secara bersamaan, sesaat saling tatapan lalu nyengir.


Ketiga pelayan itu langsung menggelengkan kepala.


“Tidak ada pak, maaf.” Ucap Atiq (Pelayan 1).


“Apa kalian sedang membicarakan Tuan Lucas?”


“Iya, karena tadi kami melihat Tuan Lucas berjalan ke ruang bawah tanah dan kami dibuat penasaran dengan wanita yang dibawa kedua bawahan ke dalam sana.” Jelas Bil (Pelayan 3).


Kedua pelayan menyenggol lengan Bil (Pelayan 3).


“Diamlah.” Bisik Lin.


“Aku keceplosan.” Bisik Bil (Pelayan 3).


“Kenapa kalian masih berdiam disini?” kesal Sean (Kepala pelayan).


Ketiga pelayan itu berjalan masuk ke dapur, sementara Sean (Kepala pelayan) masih berdiri disana sambil menggelengkan kepala melihat sikap mereka yang selalu saja bergosip.


**


Lucas mulai memasuki ruangan bawah tanah diikuti kedua bawahan dari belakang. Terlihat tempat yang lumayan besar, ada beberapa ruangan didalamnya dengan lampu yang remang-remang berwarna kuning membuat suasana menjadi horor dan mencekam ketika berada disana.


“Dimana wanita itu?” tanya Lucas.


“Disana bos.” Sahut Darel (Bawahan 2) menunjuk salah satu ruangan yang letaknya di paling pojok.

__ADS_1


Lucas semakin mempercepat langkahan kakinya menuju ruangan yang dimaksud oleh Darel (Bawahan 2).


Klekkk….


Aaron (Bawahan 1) membuka ruangan itu, terlihat didalam sana ada seorang wanita cantik yang sedang pingsan.


Lucas berjalan masuk ke dalam sambil menyeringai. “Akhirnya aku membawamu kesini.” Berjongkok didepan Clara. “Kalian apakan wanita ini?” mengamati wajahnya. “Apa kalian melakukan sesuatu kepadanya?”


“Tidak bos.” Sahut Darel (Bawahan 2) dengan cepat.


“Tidak ada bos, mungkin efek obat bius. Karena tadi saya kebanyakan menumpahkan obat itu.” Jelas Aaron (Bawahan 1).


Lucas sangat marah jika ada yang menyiksa terlebih dahulu orang tawanannya sebelum ia memulai duluan.


“Awas saja kalau kalian menyentuhnya duluan.”


“Tidak bos.” Tegas kedua bawahan.


Perlahan tangan Lucas menyentuh rambut Clara yang menutup wajah cantiknya lalu menyibak ke belakang. “Bawa wanita ini ke kamar belakang.”


Darel (Bawahan 2) menyenggol lengan Aaron (Bawahan 1). “Ayo kita bawa.”


Kedua bawahan langsung mengangkat tubuh wanita yang pingsan itu lalu membawa keluar dari ruang bawah tanah diikuti Lucas dari belakang.


Terlihat di pintu masuk Carlos berjalan masuk ke dalam lalu melihat kedua bawahan menyeret seorang wanita menuju kamar belakang.


“Lucas.” Teriaknya berlari mendekati Lucas.


Lucas yang mendengar itu langsung menoleh ke belakang.


“Siapa wanita itu?” tanya Carlos penasaran.


“Menurutmu?” menaikkan alisnya.


Seketika Carlos membulatkan matanya lalu menepuk bahu Lucas. “Wanita itu?”


Lucas menganggukkan kepala lalu berjalan meninggalkan Carlos menyusul kedua bawahannya.


“Ku tunggu kau di ruang kerja.” Teriak Carlos.


Carlos berjalan menuju ruang kerja Lucas untuk meletakkan beberapa berkas data barang Ilegal mereka dan duduk disana menunggu Lucas.


Lucas berdiri didepan kedua bawahan. “Kunci kamar ini dan pastikan wanita itu tidak kabur dari sini.” Sesaat melihat ke dalam kamar. “Kalau sampai kabur, kalian akan merasakan akibatnya.”


“Baik bos.” Darel (Bawahan 2) menutup pintu lalu menguncinya.


“Kami akan berjaga didepan sini.” Sahut Aaron (Bawahan 1).


Lucas pun melangkahkan kakinya meninggalkan kamar belakang.


“Kemana Carlos? Apa dia masih menungguku di ruang kerja?” gumamnya sambil berjalan mendekati pintu ruang kerjanya.


...Bersambung….....


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan

__ADS_1


__ADS_2