Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Tidak ada kabar


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


#FLASHBACK ON


Jalanan kota sangat ramai dipenuhi alat transportasi, pagi ini terlihat tidak terlalu macet membuat seorang wanita yang sedang menyetir itu bernyanyi ria lagu kesukaannya.


Clara menaikkan kecepatan mobilnya hingga tidak lama kemudian mobilnya itu memasuki halaman yang luas. Gedung yang sangat besar dan tinggi berwarna biru, Clara menghentikan mobilnya tepat didepan pintu masuk.


Para karyawan berdatangan, ada yang berlari, berjalan santai, bahkan sambil membawa minuman mereka masuk ke dalam.


Security yang berjaga disana langsung membuka pintu mobil Clara lalu membungkuk hormat.


Tak… Tak… Tak….


Clara berjalan masuk ke dalam tanpa menoleh kiri dan kanan, terdengar ditelinga Clara para karyawan mengucapkan selamat pagi juga salam hangat untuk dirinya. Clara hanya membalas dengan senyuman dengan langkah yang terus berjalan hingga masuk ke dalam lift.


Klekkk….


Clara masuk ke dalam lalu duduk di kursi kebesarannya sambil melihat berkas yang ada di atas meja.


Ruangan CEO yang sangat besar, mewah, wangi dan juga ada 4 pendingin ruangan membuat Clara betah berada didalam sana.


Tok… Tok… Tok….


Klekkk….


Terlihat seorang pria tampan berjalan sambil membawa berkas dan juga 1 gelas minuman hangat.


Bryan meletakkan gelas itu diatas meja Clara. “Apa kau baru datang?”


“Tidak juga, mana berkas yang kau maksud?”


“Ini, silahkan langsung ditanda tangani karena pagi ini juga aku akan menyerahkan berkas ini.” Meletakkan beberapa berkas didepan Clara.


Clara membolak balikkan berkas itu sekilas melihat, setelah itu langsung tanda tangan. “Apa ada lagi?”


“Tidak ada.”


Clara menyerahkan berkas itu kepada Bryan. “Sepertinya hari ini aku pulang lebih awal.”


“Oh oke, padahal aku ingin mengajak mu santai di café.”


“Aku ada kesibukan yang lain, mungkin lain kali kita minum lagi oke.” Tersenyum.


Bryan mengangguk sambil tersenyum lalu beranjak pergi sambil membawa berkas.


Bryan dulunya Sekretaris ayah Clara sekaligus teman Clara, Bryan sangat dipercaya ayah Clara menjadi Sekretarisnya.


Bahkan hubungan Clara dan Bryan seperti adik kakak, bukan seperti Bos dan Sekretaris pada umumnya. Bahkan ketika Bryan ingin menyatakan perasaan kepada seseorang yang disukainya, Clara mendukung penuh semangat dengan membuat dekorasi yang mewah. Begitu juga ketika Clara sedang bersedih karena Justin, Bryan orang terdepan yang membuat Clara tertawa.


Clara mengambil ponselnya lalu menatap layar yang sama sekali tidak ada notifikasi dari Justin.


“Dia kemana? Kenapa pagi ini dia tidak menghubungiku?” meletakkan ponselnya dengan wajah sedikit kesal.


Clara pun membuka laptopnya lalu memulai pekerjaannya dengan fokus.

__ADS_1


***


Waktu menunjukkan pukul 1 siang, Clara menutup laptopnya lalu menyandarkan punggungnya ke belakang.


Dari tadi Clara menelpon Justin tetapi tidak diangkat membuat Clara sangat kesal. “Apa aku ke showroom mobilnya saja?” sejenak Clara berpikir lalu mengambil tasnya. “Ya aku harus ke showroom mobil.” Berjalan keluar ruangan.


Clara berjalan menuju pintu keluar, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan disampingnya.


“Apa kau pulang sekarang?”


Clara mengangguk tanpa menoleh.


“Pasti kau mau bertemu Justin kan?” usilnya sambil menyenggol lengan Clara.


“Iya daritadi pagi dia tidak ada menghubungiku bahkan tadi aku menelpon juga tidak diangkat.”


“Mungkin dia sangat sibuk.”


“Tapi sesibuk—sibuknya pasti bisa lah menghubungiku atau mengirim 1 pesan.” Kesalnya.


“Lupa mungkin.” Bryan terkekeh kecil membuat Clara langsung menolehnya.


“Daripada kau membuatku kesal, lebih baik kau kembali ke ruangan mu."


Bryan menaikkan alisnya. “Oke, dah.” Membalikkan badannya lalu berjalan masuk ke dalam.


Security membuka pintu Clara lalu menutupnya, tidak lupa membungkuk hormat.


Clara memukul stir mobil lalu melempar tasnya ke kursi samping. “Benar-benar membuatku kesal.” Menghidupkan mesin mobi.


Brakkk….


Sesampai di Showroom mobil, Clara langsung turun lalu berjalan masuk ke dalam untuk mencari Justin.


Nampak ada beberapa orang yang ada disana melihat-lihat mobil, salah satu karyawan berjalan mendekati Clara.


“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Adit sang Karyawan.


“Saya mencari Justin.” Melihat sekitar. “Apa Justin ada disini?”


“Kalau boleh tahu ada keperluan apa ya?”


Clara yang mendengar itu langsung berdehem dengan wajah yang bingung. ‘Apa dia tidak kenal denganku? Aku kan tunangan Justin?’ batinnya menatap karyawan itu dengan kesal. ‘Apa jangan-jangan dia karyawan baru disini? Ah ku rasa begitu’ tersenyum.


“Saya mencari Justin.” Tegas Clara.


“Dari tadi pagi bos Justin tidak ada kesini.”


Clara menatap heran. “Kemana dia? Bukankah dia selalu datang kesini?”


“Maaf saya juga kurang tah tentang itu.”


“Saya permisi dulu.” Clara berjalan keluar dengan perasaannya yang penuh tanda tanya lalu masuk kembali ke dalam mobil. “Apa dia ada urusan lain?” mengangkat kedua bahunya.


Mobil Clara meninggalkan showroom mobil itu dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya.


Sesampai di rumah, Clara langsung masuk ke dalam kamarnya lalu menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.

__ADS_1


“Kemana dia?” menatap layar ponsel lalu menelpon Justin.


Beberapa kali Clara menelpon sampai akhirnya Justin pun mengangkat telponnya.


“Kamu kemana saja? Dari tadi aku menelpon tidak diangkat.” Kesal Clara.


“Maaf sayang, aku ada pertemuan dengan klien.” Jelas Justin. “Aku lupa menghubungi kamu.”


Clara membuang nafas kasar. “Tadi aku ke showroom mobil, masa ada karyawan yang tidak mengenalku.”


Justin terkekeh kecil. “Mungkin yang kamu temui tadi karyawan baru.”


“Hm….” Clara masih kesal membuatnya tidak bersemangat.


“Maaf ya, oke nanti sore aku jemput kamu kita santai di café dekat pantai.” Bujuk Justin.


“Benar ya? Kamu tidak berbohong kan?”


“Iya sayang, nanti lagi ya aku masih ada kesibukan.”


“Dahhh sayang.”


Clara mematikan telpon lalu melempar ponselnya ke samping, sesaat matanya terpejam.


Tok… Tok… Tok….


“Non waktunya makan siang.” Teriak Merry dari luar kamar.


“Iya bi, sebentar lagi saya akan menyusul.” Teriak Clara.


Sejenak Clara memainkan ponselnya untuk melihat-lihat koleksi foto baju, tidak lama kemudian Clara beranjak dari ranjang lalu berjalan keluar kamar.


Dengan langkah yang cepat Clara menuruni anak tangga. “Argh aku tidak sabar ingin bertemu kekasihku.” Berjalan masuk ke ruang makan.


Merry meletakkan piring yang berisi nasi goreng didepan Clara. “Selamat makan Non.”


Clara mengangguk. “Terima kasih bi.” Menghirup aroma nasi goreng lalu memakannya.


Di tengah-tengah waktu makan, tiba-tiba Clara melamun membuat Merry bingung.


“Nona kenapa melamun?”


Clara tersadar dari lamunannya. “Hah? Tidak ada bi.” Melanjutkan makannya.


“Apa yang sedang Nona pikirkan?” memastikan bahwa Clara baik-baik saja. “Kata Dokter Nona tidak boleh memikirkan hal yang menjadi beban pikiran.”


“Iya bi.”


“Nona sedang memikirkan Tuan Justin ya?”


“Tidak kok bi.” Nyengir.


Beberapa menit kemudian Clara selesai makan, Clara kembali ke kamarnya dengan wajah sedikit pucat karena kepalanya terasa sakit.


...Bersambung……....


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan

__ADS_1


__ADS_2