Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
I Want You


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Di sebuah mansion mewah, terlihat kedua bawahan yang masih berjaga didepan pintu kamar belakang. Wajah mereka sudah sangat lelah dan mengantuk tetapi mereka harus tetap berjaga karena perintah dari sang bos.


“Huaaaa….” Darel (Bawahan 2) menguap sambil menutup mulutnya. “Sungguh aku sudah sangat mengantuk.”


“Badan ku juga terasa sangat lelah.” Keluh Aaron (Bawahan 1).


“Bagaimana kalau aku tidur dulu sekitar 1 jam, setelah itu baru kau tidur.” Saran Darel (Bawahan 1).


Aaron (Bawahan 1) mengangguk. “Tidur saja kau.”


Darel (Bawahan 2) merubah posisi menjadi duduk dengan punggung yang bersandar didinding dekat pintu kamar belakang, perlahan matanya mulai terpejam hingga memasuki alam mimpi. Sementara Aaron (Bawahan 1) juga duduk disampingnya tapi tidak tidur karena mereka akan berjaga secara bergantian.


***


Di dalam kamar yang tempatnya tidak terlalu besar, ada seorang wanita cantik dalam keadaan pingsan diatas ranjang.


Beberapa menit kemudian dengan perlahan wanita itu membuka matanya dan merasakan kepala yang sangat pusing.


“Argh.” Clara meringis sambil merubah posisi menjadi duduk dengan tangan kanan yang mengucek mata.


Sejenak Clara melihat sekitar, sesaat sadar dengan kamar yang sangat asing dimatanya itu.


“Dimana ini? Kenapa aku bisa berada di dalam kamar ini?” mengamati setiap sudut kamar itu dengan teliti. “Apa aku mimpi?”


Plakkkk…


Clara menampar pipinya dengan kasar. “Aw…….”


“Ini bukan kamar ku, kenapa aku bisa berada didalam sini? Siapa yang sudah membawaku?” mulai ketakutan.


Plakk… Plakk…. Plakk…


Beberapa kali Clara menampar pipinya untuk meyakinkan bahwa saat ini Clara sedang tidak bermimpi.


Clara memegang kepalanya. “Argh kepala ku sangat pusing.”


Ditengah ketakutan Clara, tiba-tiba Clara mendengar ada suara pria sedang mengobrol didepan pintu membuatnya terkesiap lalu menatap waspada ke arah pintu itu.


“Suara siapa itu? Apa jangan-jangan suara orang yang membawaku kesini?” beranjak dari ranjang lalu berjalan mendekati pintu.


Tangan Clara mulai memegang gagang pintu untuk mencoba keluar dari kamar itu tetapi tidak bisa karena dikunci.


Brak… Brak… Brak….


Clara langsung menggedor-gedor pintu dengan sekuat tenaga agar orang yang berada diluar sana segera membukakan pintu untuknya.


“Buka.” Teriak Clara. “Kenapa kau mengurung ku didalam kamar ini?” tanpa terasa air mata Clara turun membasahi pipi karena takut. “Aku mohon buka.” Gedor-gedor pintu.


***

__ADS_1


Kedua bawahan yang daritadi mengobrol santai itu seketika langsung berdiri didepan pintu. Beberapa menit yang lalu Darel (Bawahan 2) bangun dari tidurnya.


“Sepertinya wanita itu sudah bangun.” Ucap Aaron (Bawahan 1).


Darel (Bawahan 2) mengangguk sambil mengeluarkan ponselnya. “Kita harus melaporkan ini kepada bos.”


“Bukankah malam ini bos ingin melakukan misi?”


Darel (Bawahan 2) langsung menelpon Lucas tetapi tidak diangkat, beberapa kali mencoba menelpon sang bos.


***


Di kamar yang besar, seorang pria tampan sedang tertidur di atas ranjangnya dengan posisi menghadap ke langit-langit kamar.


Drettt…. Drett… Drettt….


Getaran ponselnya membuat Lucas terbangun dari tidurnya, terlihat di layar ponsel Darel (Bawahan 2) memanggil.


“Siapa yang menelpon ku?” mengambil ponsel lalu mengangkat telpon. “Kau mengganggu tidur ku.” Kesal Lucas kepada orang yang berada diseberang telpon.


“Maaf bos, saya hanya ingin memberitahu kalau wanita itu sudah bangun.”


“Oke aku akan segera kesana.”


Lucas mematikan telpon itu lalu beranjak dari ranjang menuju kamar mandi untuk cuci muka, tidak lama kemudian Lucas berjalan keluar kamar.


“Akhirnya wanita itu bangun juga.” Gumamnya menuruni anak tangga sambil menyeringai.


Tak… Tak… Tak….


Brak…. Brakkk… Brakk….


Terdengar suara gedoran pintu dari dalam kamar itu membuat Lucas menoleh ke arah pintu.


“Ekhemmm.” Lucas menatap kedua bawahannya. “Apa dia sudah lama bangunnya?”


“Tidak bos, baru beberapa menit yang lalu.” Jawab Aaron (Bawahan 1).


Drettt… Drettt… Drettt….


Tiba-tiba ponsel yang ada didalam saku Lucas bergetar membuatnya langsung mengeluarkan ponsel itu lalu melihat siapa yang menelpon.


“Kau dimana?” tanya Javier yang ada di seberang telpon. “Kami sudah siap untuk berangkat ke lokasi.”


“Aku masih di rumah dan ada urusan mendadak, kalian duluan saja.” Jelas Lucas.


“Tapi kau kesini tidak?” tanya Carlos yang merebut ponsel Javier.


“Tidak tahu, lihat saja nanti.”


Lucas mematikan telpon lalu memasukkan kembali ponselnya itu ke dalam saku celana.


Brak…. Brak… Brak….

__ADS_1


“Buka” terdengar teriakan suara Clara membuat Lucas menyeringai. “Aku takut didalam sini.”


Daritadi Clara berteriak agar pintu itu dibuka, tetapi Lucas hanya diam saja dengan posisi berdiri tepat didepan pintu tangan.


“Buka.” Titah Lucas kepada kedua bawahannya.


Aaron (Bawahan 1) berjalan mendekati pintu lalu membuka kuncinya.


Klekkk….


Terlihat seorang wanita cantik sedang berdiri menatap Lucas dengan jarak tidak jauh dari Lucas, air matanya membasahi pipi nampak jelas wajah yang sangat ketakutan.


Clara membulatkan matanya ketika melihat siapa yang saat ini berdiri didepan pintu.


“Ternyata kau masih hidup, ku pikir kau sudah mati.” Suara berat Lucas membuat Clara yang mendengarnya merinding.


Perlahan Clara berjalan mundur. “Kau?”


Sesaat Lucas menoleh kedua bawahan. “Kalian tunggu diluar!” berjalan masuk ke dalam kamar itu, dengan cepat Darel (Bawahan 2) menutup pintu itu.


“Kenapa kau berjalan mundur?” Lucas semakin mendekati Clara.


“Jadi kau yang membawa ku lalu mengurung ku didalam sini?” perasaan Clara benar-benar ketakutan karena tidak tahu siapa pria yang saat ini ada didepannya.


Lucas menaikkan alisnya. “Menurut mu?”


“Lagi dan lagi pria ini, ada apa dengan dia? Kenapa dia membawa ku ke tempat ini?” batin Clara. “Bahkan aku tidak tahu siapa dia.”


“Kenapa kau membawaku kesini?” tanya Clara.


“Pertanyaan yang menarik.”


“Kenapa kau menculik ku?” teriak Clara.


“I want you here baby.”


Clara mengusap air mata. “Apa kau menculik ku gara-gara aku menabrak mobil mu itu?”


Daritadi air mata Clara turun membasahi pipi karena Clara benar-benar dibuat ketakutan oleh Lucas apalagi suasana kamar itu berubah menjadi menyeramkan.


“Kalau kau menculik ku gara-gara aku tidak ganti rugi, kenapa kau tidak berbicara langsung lalu meminta rugi kepadaku? Kenapa harus menculik ku? Kau tenang saja, aku akan membayar semua kerugian mobil itu.” Jelas Clara. “Dan waktu itu kau pergi begitu saja padahal aku ingin…….”


Lucas memegang kedua pipi Clara dengan satu tangannya. “Kau pikir aku semiskin itu hah?”


Clara menggelengkan kepala sambil berusaha melepaskan tangan Lucas.


“Aku tidak membutuhkan semua uang mu.”


“Le-lepas….”


Lucas semakin kencang memegang kedua pipi Clara membuat Clara kesakitan.


“Aku membawa mu kesini karena kau sudah membuat ku marah! Ketika bertemu dengan ku, kau selalu saja mencari masalah.” Menatap Clara dengan tajam. “Aku membawa mu bukan karena kau menabrak mobil ku.” Menyeringai.

__ADS_1


...Bersambung….....


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan


__ADS_2