Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Pikiran buruk Clara


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


Clara yang mendengar itu seketika menghentikan langkahnya lalu berlari dengan cepat menuju kamar belakang.


Klekkk….


Brakkk….


Clara menutup pintu dengan kasar lalu duduk di atas ranjangnya dengan nafas yang terengah-engah karena berlari.


Ketika Lucas ingin menaiki anak tangga, terdengar Carlos berteriak memanggil namanya.


Carlos berjalan mendekati Lucas. “Apa kau hari ini ke markas?”


Lucas menoleh. “Belum tahu, memangnya kenapa?”


“Tidak ada, kami ingin pergi bersantai di café dekat pantai.”


“Nanti aku akan menyusul.”

__ADS_1


“Oh oke.” Carlos membalikkan badannya tetapi tidak jadi. “Aku lihat tadi wanita itu berlari menuju kamar belakang, apa gara-gara ulahmu?”


Lucas menggelengkan kepalanya dengan pelan.


“Lalu kenapa dia berlari seperti orang ketakutan, memangnya kau apakan wanita itu?” menaikkan alis dengan wajah yang menggoda.


Plakkk…


Lucas memukul wajah Carlos dengan handuk kecilnya. “Berbicara apa kau ini, aku juga tidak tahu apa yang membuatnya seperti itu.”


“Apa kau menggodanya?”


“Katakan sekali lagi?” Kesal Lucas.


“Padahal aku tidak menakutinya tapi dia seperti orang yang ketakutan, bukankah sangat aneh?” berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. “Wanita lumayan menarik perhatian ku.” Menyeringai.


***


Saat ini kondisi Clara seperti orang yang hilang kewarasan setelah berpapasan dengan Lucas tadi membuatnya terdiam membisu.


“Astaga apa yang sudah ku lihat tadi?” batin dengan nafas yang masih terengah-engah keringatnya mulai membasahi dahi dan ujung wajahnya.

__ADS_1


Clara menggelengkan kepalanya. “Argh tidak tidak, kenapa aku jadi terbayang pria monster itu?” kesalnya. “Benar-benar menyiksa ku.”


Brukkk….


Clara menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang lalu mengambil bantal untuk menutupi wajahnya.


“Bagaimana bisa aku pergi dari tempat ini, sementara orang yang menculik ku ini mempunyai tubuh dan otot-otot yang sangat besar.” Gumamnya dibawah bantal.


Posisi Clara saat ini berbaring menghadap langit-langit kamar dengan wajahnya yang tertutup bantal.


Seketika Clara membayangkan Lucas menyerut tubuhnya lalu mengangkat ke atas tanpa beban sama sekali setelah itu melempar ke bawah tanpa kasihan sedikit pun.


“Aaaaaaa.”


Teriakan suara Clara memenuhi kamar belakang.


“Tidak tidak, aku belum ingin mati! Membayangkannya saja sudah sangat mengerikan apalagi itu benar-benar terjadi padaku.” Mulai ketakutan setelah membayangkan hal yang seharusnya tidak perlu dibayangkan. “Tapi apa jadinya aku kalau semakin lama berdiam di tempat ini?” mulai merenung. “Kenapa Justin belum datang juga lalu membawa ku keluar dari sini.” Melempar bantal ke sembarang tempat. “Padahal sebentar lagi pernikahan kami akan dilaksanakan, apa Justin sudah melupakan ku? Padahal aku diculik baru beberapa hari tapi…….” Memotong ucapannya karena air mata tiba-tiba turun membasahi pipinya.


“Daddy, Mommy, sungguh aku sangat ketakutan disini.” Menangis sesenggukan. “Justin apa kau tidak berusaha untuk mencari ku? Apa kau sudah tidak mencintai ku lagi?” melebarkan mata. “Atau kau sedang berselingkuh dengan wanita lain di belakang ku?” menggelengkan kepala. “Tidak, aku percaya kau tidak mungkin sejahat itu kepadaku.” Mengusap air mata. “Kalau pun itu benar, sungguh kau sangat jahat.”


“Aaaaaa.” Teriak Clara sambil menangis. “Begitu menyedihkannya takdir hidupku.”

__ADS_1


...Bersambung…....


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan


__ADS_2