Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Bandara


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


#FLASHBACK ON


Di kota Busan…..


Ada seorang pria tampan bertubuh besar, tinggi, bahu yang lebar, mata tajam, beralis tebal, dan tangan yang berotot sedang duduk di kursi kebesarannya sendirian sambil mengangkat telpon dengan tatapan lurus ke depan.


“Segera urus persiapannya sekarang juga.” Perintah Lucas kepada orang yang ada di seberang telpon.


“Oke, kita akan berangkat sekitar 20 menit lagi.” Sahut Carlos.


Lucas pun mematikan telpon lalu mengambil kotak kecil yang berisi 1 lembar foto.


“Kenapa bukan dia saja yang menculik wanita ini?” gumam Lucas mengamati foto yang ada di tangannya. “Sangat merepotkan.” Kesalnya lalu memasukkan foto itu ke dalam saku celana.


RedWolf baru saja selesai menyelesaikan misi mereka di kota Busan. Hari ini adalah kepulangan mereka ke kota Seoul tapi kali ini mereka pulang tidak memakai jet pribadi.


Sesampai di Seoul Lucas langsung menyelidiki kasus besar yang menimpa Ibunya nya.


Carlos adalah tangan kanan Lucas (Asisten pribadi) yang selalu menemaninya dimanapun dan kapanpun.


“Kenapa aku teringat dengan dia lagi?” Lucas tiba-tiba teringat mantan kekasihnya. “Bagaimana bisa aku mengingat seseorang yang sudah mengkhianati ku? Argh rasanya ingin ku bunuh pria itu, tapi lupakanlah.” Kesalnya.


Awalnya Lucas memiliki kekasih di kota Busan, tetapi kekasihnya itu berkhianat di belakangnya membuat Lucas sangat muak akan cinta.


Kejadiannya sudah beberapa bulan yang lalu, tapi masih membekas di hati seorang Lucas.


Tok… Tok… Tok….


Klekkk…


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Lucas. Terlihat Carlos berjalan masuk ke dalam dengan langkah yang santai.


Carlos berdiri di depan meja Lucas lalu melihat jam tangan yang ada disebelah kiri tangannya. “Sepertinya kita akan berangkat sekarang dan mobil sudah siap didepan.”


Lucas berdiri sambil menganggukkan kepalanya lalu berjalan duluan keluar ruangan menuju teras.


Saat ini Lucas dan Carlos sudah berada di dalam mobil, supir mulai menjalankan mobil itu meninggalkan halaman mansion mewah Lucas yang ada di Busan.


Supir mulai menaikkan kecepatan mobil menuju bandara agar tidak terlambat. Kini di dalam mobil mewah sama sekali tidak ada percakapan apapun diantara mereka. Pandangan Lucas ke arah luar merasa hatinya sedikit hampa jika harus meninggalkan kota Busan.


Sesaat Carlos menoleh Lucas. “Apa dia masih memikirkan wanita itu?” batinnya. “Sepertinya begitu, terlihat dari raut wajahnya.”

__ADS_1


Tanpa terasa mobil mereka pun berhenti di bandara, Lucas dan Carlos segera turun dari dalam mobil.


Supir langsung membuka bagasi mobil lalu mengeluarkan koper dan meletakkan di depan mereka berdua. “Saya permisi dulu, selamat sampai tujuan.” Masuk kembali ke dalam mobil.


Supir menjalankan mobilnya meninggalkan bandara, sementara Lucas dan Carlos masih berdiri disana.


Carlos memegang kopernya lalu menatap Lucas. “Ayo nanti kita terlambat.”


Lucas berjalan masuk diikuti Jungkook sambil menarik koper.


Tak… Tak… Tak…


Terdengar suara langkahan kaki mereka membuat para wanita langsung menoleh ke arah mereka lalu menatap kagum dengan ketampanan mereka berdua.


“Bukankah pria itu sangat tampan dan gagah.” Ucap salah satu wanita yang ada disana.


“Sungguh membuat ku gila.” Sahut temannya.


Lucas dan Carlos berjalan melewati mereka dengan tatapan lurus ke depan tanpa menoleh ke arah orang-orang yang sedang memperhatikan mereka.


“Ketampanan ku memang tidka bisa diragukan lagi.” Carlos sedikit menebar pesona dengan cara mengibaskan rambutnya ke belakang.


Lucas yang mendengar itu langsung berdehem lalu menyerahkan kopernya kepada Carlos. “Bawalah.”


Tiba-tiba ada seorang wanita berjalan dengan tergesa-gesa sambil telponan sehingga menabrak tubuh besar Lucas tanpa di sengaja.


Dengan reflek Lucas menangkap tubuh wanita itu. Wanita yang ada di depannya itu menatap kaget dan merasakan pelukan dari pria asing.


Tanpa sengaja aroma mint yang sangat wangi dari tubuh Lucas membuat wanita hampir kehilangan kendali.


“Sepertinya kau ingin mencari mati denganku.” Bisik Lucas di depan wanita itu dengan suara yang berat lalu melepaskan tangan kekarnya yang melingkar di punggung wanita itu.


“Halo…. Sayang kamu kenapa? Apa yang terjadi?” terdengar suara dari telepon wanita itu yang masih menyala.


“Nanti lagi.” Bisik wanita yang bernama Clara itu kepada orang yang ada ditelpon lalu mematikan telponnya dengan cepat.


Daritadi Lucas dan Carlos memperhatikannya dengan tajam, seketika Clara langsung mematung menatap Lucas tanpa berkedip.


“Kenapa kau menatap ku seperti?”


Clara yang mendengar itu seketika tersadar dari lamunannya dengan pelan melangkah mundur untuk menjaga jarak agar tidak terlalu dekat. “Maaf sungguh aku tidak sengaja karena terburu-buru.”


“Ku lihat tadi kau berjalan sambil telponan.”


“Sekali lagi maaf.” Ucap Clara.

__ADS_1


Mata Lucas mengamati Clara dari ujung kepala sampai ujung kaki. “Wanita ini.” Batinnya.


Carlos mendekati Lucas lalu berbisik. “Bukankah wanita ini yang di cari big bos?”


Lucas mengangguk pelan tanpa menoleh Carlos.


Clara merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka berdua. “Kenapa kalian menatap ku seperti itu?” bingung.


“Tidak ada.” Jawab Lucas.


Saat ini detak jantung Clara berdetak kencang karena ada sosok pria yang memang sangat tampan dan manis berdiri didepannya.


Clara menunduk tidak kuat dengan tatapan Lucas. “Pria ini tampan, tapi kenapa auranya menyeramkan?” batinnya. “Argh apa aku sedang menghadapi takdir buruk?” mendongakkan kepala lalu nyengir.


“Apa kau tidak tahu fungsi mata untuk apa?”


“Untuk melihat.” Clara tersenyum. “Aku sudah meminta maaf secara baik-baik kepada mu, tapi kenapa kau terlihat masih marah kepada ku?”


Sesaat Lucas menoleh Carlos yang hanya diam saja sambil berdehem.


Orang-orang yang berlalu lalang melihat kalian dengan tatapan takjub karena wajah Clara yang memang sangat cantik dengan mata sipit, kulit putih, rambut panjang terurai berwarna coklat, pakaian mewah yang dikenakan tubuhnya.


“Aku tidak ada waktu berurusan dengan wanita seperti mu!” ucap Lucas.


“Kau pikir aku ada waktu berurusan dengan pria seperti mu? Tidak ada.” Beranjak pergi meninggalkan Lucas dan Carlos yang masih berdiri disana. “Pria itu menyebalkan sekali, aku juga tidak sengaja menabraknya karena terburu-buru.” Gumamnya sambil menarik koper. “Tampan tapi menyeramkan.”


“Menarik juga wanita itu.” Ucap Carlos.


Lucas menoleh. “Menarik? Dimana mata mu?” menggeleng heran.


“Ya wanita itu sangat berani dengan mu, bukankah menarik?” menepuk-nepuk bahu Lucas. “Oh iya, sepertinya memang wanita itu yang dicari big bos.”


Lucas menyeringai. “Memang dia orangnya.”


“Sepertinya pertemuan ini adalah awal takdir kalian berdua.” Goda Carlos sambil menyenggol-nyenggol lengan Lucas.


“Berbicara apa kau ini, takdir seperti apa yang kau maksud hah?” kesal Lucas lalu berjalan duluan tanpa peduli Carlos.


“Bisa-bisanya dia meninggalkan ku.” Berjalan menyusul Lucas sambil menarik dua koper. “Tapi memang benar, sebuah takdir yang tidak disangka.” Terkekeh kecil.


Mereka berjalan masuk ke dalam menunggu keberangkatan pesawat yang akan mereka naiki nanti menuju Seoul.


...Bersambung……...


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan

__ADS_1


__ADS_2