
HAPPY READING!!!
*****
Lucas menatap Celine dengan tajam. “Kau bilang salah paham? Kau pikir aku bodoh hah?” menaikkan alisnya. “Sekali lagi kau berani menampakkan diri didepan ku bersama pria ini, tidak segan-segan aku menyakiti kalian berdua!” ancamnya.
“Kenapa kau jadi seperti ini? Kenapa kau jadi membenci ku?”
“Kau jangan berpura-pura tidak tahu, kenapa aku bersikap seperti ini kepadamu!” Lucas semakin dibuat kesal oleh Celine.
“Makanya dengarkan dulu penjelaskan dariku.”
“Aku tidak ada waktu lagi untuk berbicara dengan mu!” beranjak pergi.
Caline menahan tangan Lucas lagi. “Sungguh, aku mohon sekali saja kamu mendengarkan ku.” Memohon.
Lucas melepaskan tangan Celine dengan paksa lalu berjalan mendekati mobilnya dan masuk ke dalam dengan perasaan yang sangat buruk.
Ben yang melihat sikap Lucas seperti itu langsung mendekati Celine lalu menggenggam tangannya. “Kenapa kau jadi seperti ini?”
Celine menggelengkan kepala dengan pelan. “Aku hanya……”
“Siapa pria itu?”
“Dia hanya masa lalu ku dan ada terjadi kesalahpahaman membuatnya sangat membenci ku.” Jelas Celine.
__ADS_1
“Tidak perlu kau memikirkannya lagi, dia hanya masa lalu kamu!” ucap Ben sedikit kesal karena Celine masih memikirkan mantan kekasihnya. “Aku disini sebagai tunangan mu! Tidak pantas kau memikirkan pria lain ketika bersama ku!”
“Tidak, aku….”
Ben menarik tangan Celine lalu membawa masuk ke dalam mobil. “Ayo masuk, nanti kita terlambat.”
Sesaat Celine menoleh ke belakang terlihat mobil Lucas masih terparkir disana belum ada pergerakan sama sekali.
“Padahal aku masih ingin bertemu dengannya, tapi dia begitu membenci ku.” Batin Celine lalu masuk ke dalam mobil, Ben pun menutup pintu mobil lalu berjalan menuju kursi kemudi sambil menggeleng heran.
***
Tatapan tajam Lucas ke arah mobil yang ada didepannya. Daritadi Lucas memperhatikan mereka berdua dari dalam sana.
“Apa dia tidak mempunyai rasa malu? Berani-beraninya menampakkan diri didepan ku setelah mengkhianati ku.” Kesalnya. “Argh suasana hati ku menjadi semakin buruk.” Menjalankan mobilnya.
“Arghhh.” Teriak Lucas dengan nyaring sambil mengacak-acak rambutnya. “Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi?” semakin melajukan kecepatan.
Tidak lama kemudian mobil Lucas memasuki halaman mansion lalu memarkir di teras.
Brakkk….
Lucas turun dari dalam mobil lalu berjalan masuk ke dalam mansion.
Tak… Tak… Tak…
__ADS_1
Lucas berjalan melewati beberapa pelayan yang sedang bekerja diruang tengah. Semua pelayan yang menyadari kedatangan Lucas itu pun secara bersamaan menunduk untuk memberikan penghormatan kepada Tuan mereka.
Sean (Kepala pelayan yang melihat Lucas berjalan masuk ke dalam ruang makan dengan cepat menarik kursi Lucas lalu berdiri disampingnya.
Saat ini Lucas sudah berada di ruang makan untuk sarapan pagi yang tidak pernah dilewatkannya.
“Ekhemmm….”
“Iya Tuan?”
“Apa wanita itu sudah sarapan?”
“Belum Tuan, karena saya tidak memegang kunci kamar belakang.”
“Kunci kamar itu ada di Aaron (Bawahan 1) atau Darel (Bawahan 2).”
“Baik Tuan, saya akan menyuruhnya untuk sarapan pagi bersama Tuan.”
“Bawakan saja sarapan pagi ke kamar belakang!”
“Baik Tuan, saya permisi dulu.” Beranjak pergi meninggalkan Lucas sendirian diruang makan.
Lucas pun menikmati sarapan paginya sampai selesai. Setelah itu beranjak pergi menuju kamarnya untuk mengganti pakaian.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Lucas berjalan keluar kamar lalu menuruni anak tangga, sesaat melihat ke arah lorong kamar belakang.
__ADS_1
...Bersambung……...
First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan