Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Kapan sembuh?


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


#FLASHBACK ON


Pagi yang cerah, beraroma tanah basah di guyur hujan tadi malam. Tetesan air dari ujung dedaunan yang masih basah, sehingga menimbulkan suara ketika menyentuh genting seng di rumah-rumah penduduk yang ada di Seoul.


Ayam-ayam mulai berkokok, sudah waktunya para penduduk yang ada di bumi bangkit dari alam bawah sadar mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari.


Matahari pagi mulai memasuki celah-celah gorden kamar yang masih tertutup. Seorang wanita terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara alarm jam di atas nakas nya.


Kringgg…. Kring…. Kringgg…


Dengan cepat Clara mengambil jam kecilnya. “Padahal aku masih mengantuk…. Huaaaa…….” Merubah posisi menjadi duduk, sesaat melamun lalu beranjak dari ranjang berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Setengah jam kemudian Clara mengakhiri mandinya, saat ini Clara sedang berdiri didepan cermin wastafel yang ada di kamar mandi untuk memakai skincare, body care, hair care dan lainnya.


Setelah itu Clara berjalan keluar dengan tubuh yang memakai handuk kimono, Clara pun duduk di sofa dekat jendela besarnya. Terlihat gorden sudah terbuka, karena setiap pagi tugas kepala pelayan membawakan susu hangat ke kamar Clara dan juga membuka semua gorden.


Sejenak Clara bersantai meminum susu hangat sambil melihat keluar kaca, indahnya awan biru di pagi hari membuat Clara bersemangat untuk melakukan aktivitasnya.


Tak…


Clara meletakkan gelas yang sudah kosong itu ke atas meja lalu berjalan menuju lemari pakaian, seketika dibuat bingung melihat pakaiannya.


“Aku jadi bingung mau memakai yang mana?” memilih-milih pakaian hingga matanya tertuju pada dress berwarna coklat muda.


Saat ini Clara sudah mengenakan dress selutut, terlihat sangat cocok ditubuhnya. Berpenampilan elegan adalah sudah menjadi kebiasaan Clara sebagai seorang CEO female di perusahaan FH Group.


Clara pun berjalan keluar kamar sambil membawa tas kecilnya. “Kenapa aku tiba-tiba rindu Daddy dan Mommy?” menuruni anak tangga sambil melihat sekitar.


Terlihat dibawah sana ada Merry yang sedang berdiri di ujung tangga.


“Apa Nona mau pergi?” tanya Merry.


Clara menghentikan langkahnya lalu mengangguk. “Pagi ini saya harus pergi ke perusahaan karena ada berkas yang harus di tanda tangani.”


“Nanti dulu Non, hari ini ada jadwal Nona kontrol dengan Dokter dan sebentar lagi Dokter akan datang.”


Clara mempunyai penyakit yang sangat serius dan kondisi kesehatannya memang harus di kontrol setiap minggunya membuat Clara lelah karena tidak sembuh-sembuh.


Sesaat Clara melihat jam tangannya. “Tapi bi?”


Terlihat seorang Dokter dan suster berjalan masuk ke dalam. Clara hanya menghela nafasnya lalu tersenyum.

__ADS_1


“Di ruang keluarga saja, karena tidak mungkin Nona naik lagi ke atas.” Merry berjalan duluan ke ruang keluarga diikuti Clara, Dokter, dan Suster.


Sesampai di ruang keluarga, Clara langsung duduk di sofa. Suster mulai mengeluarkan beberapa alat yang di perlukan Dokter.


“Akhir-akhir ini apa kepala kamu sakit?”


“Tadi malam ketika mau tidur.”


“Apa hidungmu mengeluarkan darah lagi?”


Clara mengangguk. “Tapi tidak banyak.”


Dokter mulai memeriksa kondisi kesehatan Clara. Merry hanya bisa menatap kasihan melihat Clara yang selalu di periksa oleh dokter, Merry sangat berharap Clara segera sembuh dari penyakitnya.


“Bagaimana Dok kondisi kesehatan Nona saat ini?” tanya Merry.


“Kondisi kesehatannya sangat menurun, mungkin karena kemarin dia pergi ke Busan dan tidak kontrol jadinya seperti ini.” Jelas sang Dokter. “Vitamin yang saya berikan waktu itu tetap kamu minum, kan?” tanyanya kepada Clara.


“Iya Dok saya minum, sebenarnya saya sudah tidak kenapa-kenapa.”


“Bagaimana bisa Nona berbicara seperti itu, wajahnya Nona saja terlihat pucat.”


“Kalau bisa kamu lebih banyak beristirahat lagi, nanti tambah parah dan akan membahayakan nyawa kamu sendiri.”


Merry mengambil obat itu sambil mengangguk. “Baik, terima kasih.”


“Kami permisi dulu.” Dokter tersenyum lalu beranjak pergi diikuti Suster.


Saat ini Clara masih duduk di atas sofa sambil memainkan ponselnya dengan wajah yang serius.


“Jangan terlalu lelah ya Non, saya di beri pesan oleh Tuan besar dan Nyonya besar untuk menjaga Nona.”


Clara berdiri sambil memasukkan ponselnya lalu mengangkat tangan kanannya untuk memberi hormat. “Siap bi.” Tersenyum.


Merry yang melihat tingkah Clara langsung terkekeh kecil.


“Saya pergi dulu ya.”


“Hati-hati ya Non.”


Clara melangkahkan kakinya keluar, sementara Merry kembali ke dapur untuk bersih-bersih.


Supir yang melihat kedatangan Clara di garasi mobil langsung berlari mendekatinya. “Apa Nona mau pergi sekarang?”


Clara mengangguk.

__ADS_1


“Maaf Non kalau sekarang saya tidak bisa mengantarkan Nona karena perut saya tiba-tiba sakit dan…”


“Tidak apa-apa, saya akan menyetir sendiri.”


“Tapi Non?”


Clara tersenyum sambil masuk ke dalam mobil, supir pun menutup pintunya.


“Hati-hati Non.” Teriaknya ketika melihat mobil Clara berjalan keluar garasi.


“Pak Hoshi.” Teriak Merry.


Seketika Hoshi menoleh dan melihat Merry berjalan ke arahnya dengan tangan yang membawa sapu lidi.


“Kenapa membiarkan Nona menyetir mobil sendiri?” kesalnya.


Hoshi menggelengkan kepala. “Bukan begitu, aku tiba-tiba sakit perut dan tidak mungkin Nona menungguku pergi ke toilet.”


“Nona baru saja di periksa oleh Dokter dan kata Dokter tidak boleh terlalu kelelahan.”


“Ya sungguh aku benar-benar sakit perut, kau tahu sendiri kalau aku di toilet pasti lama.”


Plak….


Seketika merry memukul lengan Hoshi karena kesal. “Awas saja kalau sampai terjadi sesuatu kepada Nona, aku yang aku salahkan.” Berjalan masuk ke dalam rumah.


Hoshi yang mendengar itu langsung panik tapi perut yang semakin sakit membuatnya berlari menuju toilet.


“Benar-benar ya, padahal dia tahu Nona sedang sakit.” Melempar sapu lidi penuh kekesalan.


Merry begitu menyayangi Clara bahkan menganggap seperti anak sendiri. Merry adalah seorang janda yang ditinggal suaminya begitu saja tanpa alasan, dan sebelum Clara lahir ke dunia Merry sudah bekerja disana sebagai pelayan.


Ayah dan Ibu Clara kenal Merry karena bekerja sebagai pelayan di perusahaan mereka, Merry begitu jujur, amanah dan sangat-sangat di disiplin bahkan pernah memberi informasi kepada ayah Clara mengenai penggelapan uang yang dilakukan oleh salah satu kepala divisi.


Sampai suatu ketika ayah dan ibu Clara mengetahui tentang latar belakang kehidupan Merry membuat mereka tersentuh mendengar ceritanya. Ayah clara berinisiatif untuk memperkerjakan Merry di rumahnya sebagai pelayan pengganti pelayan lama.


Awalnya ibu Clara ragu tapi ayah Clara meyakinkan bahwa Merry adalah orang yang baik, dan mereka juga berhutang budi kepada Merry mengenai informasi tentang penggelapan uang itu.


Semenjak Merry bekerja di rumah Clara, tidak berhenti mengucapkan syukur karena di pertemukan dengan majikan yang super baik dan ramah.


Hingga detik ini Merry tidak ada kepikiran untuk berhenti bekerja sebagai pelayan, Merry ingin menemani Clara sampai menikah dengan seorang pria tampan yang cocok untuk Clara. Sebelum kedua orang tua Clara meninggal, Merry juga diberi pesan untuk membantu mereka menjaga Clara.


...Bersambung……....


First Author saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan

__ADS_1


__ADS_2