Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Olahraga


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


Pagi yang sangat cerah, cahaya matahari memasuki celah-celah jendela kamar. Terlihat di sebuah kamar yang sangat besar dan mewah, seorang pria tampan masih tertidur dengan nyenyak di bawah selimutnya.


Para pelayan mulai berkeliaran didalam mansion itu untuk melakukan perkejaan mereka masing-masing.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah 8 pagi, perlahan Lucas membuka matanya.


“Huaaaaa.” Merubah posisi menjadi duduk.


Lucas mulai merentangkan kedua tangannya, sejenak berdiam diri untuk mengumpulkan nyawa yang masih tertinggal di alam bawah sadar.


Sesat melihat jam yang ada di atas nakar. “Argh aku hampir lupa.” Beranjak dari ranjang lalu berjalan menuju kmaar mandi untuk mengganti pakaian kaos dan juga celana pendek.


Pagi ini Lucas ada janji dengan Trevor dan Javier untuk berolahraga bersama di ruang olahraga mansion.


Tidak lama kemudian, Lucas selesai mengganti pakaiannya. Lucas pun berjalan keluar kamar perlahan menuruni anak tangga sesaat melihat ke lorong kamar belakang.


Sean (Kepala pelayan) yang melihat Lucas langsung membungkuk hormat. “Selamat pagi Tuan, apa Tuan ingin berolahraga?”


Lucas mengangguk cuek.

__ADS_1


“Tuan Carlos dan Javier sudah berada di ruang olahraga menunggu Tuan.”


“Apa wanita itu sudah bangun?”


Sean (Kepala pelayan) menggelengkan kepala. “Sepertinya belum Tuan.”


Setelah mendengar itu, Lucas pun berjalan menuju ruang olahraga yang ada didekat kolam renang.


Klekkkk….


Terlihat didalam sana hanya ada Carlos. Lucas masuk ke dalam lalu mendekati salah satu alat olahraga yang ada diruangan itu.


“Apa kau sudah lama?” tanya Lucas tanpa menoleh.


“Tidak juga, mungkin 15 menitan.” Sahut Carlos. “Apa kau baru bangun?”


“Javier tidak jadi ikut.”


“Kenapa? Anak itu memang sangat malas berolahraga.”


Carlos terkekeh kecil. “Tadi malam dia begadang di markas belakang bersama para bawahan untuk membicarakan informasi terbaru mengenai misi besar kita.”


Lucas hanya mengangguk lalu fokus dengan alat olahraga yang ada ditangannya.

__ADS_1


Mereka pun berolahraga hingga menghabiskan waktu sekitar setengah jam. Carlos selalu berada di mansion Lucas, kapanpun dia mau. Jauh berbeda dengan Javier yang selalu bertugas untuk menyusun semua misi dan juga menjaga markas bersama para bawahan.


Kemampuan Javier tentang misi tidak diragukan lagi, semua misi yang disusun olehnya tidak pernah gagal dan selalu berhasil membuat Lucas memberikan kepercayaan itu kepada Javier.


***


Seorang wanita cantik yang baru saja bangun dari tidurnya, sejenak terdiam sambil melamun.


“Lagi dan lagi aku berada didalam kamar ini.” Batin Clara. “Aku berharap ini semua hanya mimpi, nyatanya tidak.” Menghela nafas. “Sungguh aku sangat tersiksa, harus berapa lama lagi aku berada didalam neraka ini?”


Beberapa menit Clara melamun, tiba-tiba perutnya sakit. Clara langsung berlari dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi.


***


Carlos menghentikan olahraganya lalu duduk di lantai, sesaat minum lalu menoleh Lucas. “Memangnya big bos menyuruh mu melakukan apa kepada wanita itu?” penasaran.


Tiba-tiba saja Carlos bertanya tentang big bos kepada Lucas, karena begitu penasarannya.


“Big bos menyuruh ku untuk membunuhnya.” Sahut Lucas.


“Tunggu.” Mengambil botol lalu meminumnya hingga setengah. “Membunuh?” meletakkan botol itu disampingnya.


Lucas mengangguk dengan tangannya yang masih memegang barbel.

__ADS_1


...Bersambung.......


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan


__ADS_2