Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Ingin keluar kamar


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


“Buka.” Menggedor-gedor pintu dari dalam kamarnya.


Brak…. Brak… Brak…


Beberapa kali Clara menggedor-gedor pintu itu dengan sekuat tenaga agar orang yang berjaga diluar sana segera membuka pintu untuknya.


“Aku ingin keluar, aku bosan.” Teriak Clara.


Klekkk… Klekkk… Klekkk…


Clara mencoba memainkan gagang pintu agar kedua bawahan itu membuka pintu.


Brakk… Brakk… Brakk….


Clara menggedor-gedor pintu lagi sambil berteriak. “BUKA!! BUKA!!” menempelkan dahinya ke pintu sambil menghela nafas. “Jangan-jangan tidak ada orang diluar sana?” menggeleng dengan cepat. “Tidak, itu sangat tidak mungkin.” Menepis pikirannya. “Mana mungkin pria monster itu membiarkan kamar ini tidak ada yang berjaga didepan.”


Lucas memang selalu menyuruh kedua bawahannya itu berjaga sepanjang waktu entah secara bergantian atau secara bersamaan.


Brakk… Brakk… Brakk…

__ADS_1


“Aku tahu kalian ada diluar sana.” Teriaknya lagi. “Kalian mendengar suara ku kan? Jangan berpura-pura tuli.” Kesal Clara karena benar-benar tidak dihiraukan kedua bawahan.


***


Kedua bawahan yang dari tadi duduk sambil mengobrol santai tidak menghiraukan Clara merasa semakin terganggu karena ulahnya.


Aaron (Bawahan 1) berdiri diikuti Darel (Bawahan 2). “Apa kita buka saja pintu kamarnya?”


Plakkk…


Darel (Bawahan 2) memukul kepala Aaron (Bawahan 1). “Apa-apaan kau ini, bos tidak mengizinkan kita untuk membuka pintu kamar ini terkecuali waktunya makan.” Mengingatkan pesan dari sang bos walaupun sebenarnya Darel (Bawahan 2) sangat terganggu dengan tingkah Clara. “Dan wanita itu juga sedang sakit, jadi biarkan saja dia didalam sana.” Sambungnya. “Nanti juga berhenti.”


Brakkk… Brakkk… Brakkk….


Darel (Bawahan 2) menggaruk-garuk kepalanya karena ikut bingung. “Iya juga, padahal dia sedang sakit.”


“Apa mungkin dokter salah memberinya obat?” ucap Aaron (Bawahan 1) dengan sembarang.


Plakkk…


Darel (Bawahan 2) memukul lengan Aaron (Bawahan 1). “Bisa jadi.” Mengeluarkan kunci kamar dari dalam saku. “Apa kau yakin ingin membuka pintu kamar ini.”


Aaron (Bawahan 1) menganggu. “Daripada telinga kita semakin sakit.”

__ADS_1


“Bagaimana dengan bos?” tanya Darel (Bawahan 2).


“Masalah bos gampang saja, sepertinya hari ini bos pulang malam.” Aaron (Bawahan 1) meyakinkan karena mendapat informasi mengenai misi yang ada di markas.


“Tapi kau tahu sendiri bos itu seperti apa, bisa saja bos datang beberapa menit lagi.”


Brakk…. Brakk… Brakk…


“Percayakan semuanya kepadaku.”


“Kalau di marahi bos, kau yang bertanggung jawab.” Lucas (Bawahan 2) sangat malas jika berurusan dengan Lucas karena akan membahayakan dirinya sendiri, berbeda jauh dengan Aaron (Bawahan 1. “Aku tidak ingin berurusan dengan bos.” Tegasnya.


Masih terdengar gedoran pintu yang nyaring dan juga teriakan suara kamu memanggil kedua bawahan dari dalam kamar itu.


“Jangan seperti itu, kita sama-sama menghadapi bos.” Bisiknya.


Darel (Bawahan 2) menepuk bahu Aaron (Bawahan 1). “Kau saja, aku tidak ikut-ikutan.”


Aaron (Bawahan 1) merebut kunci kamar belakang dari tangan Darel (Bawahan 2). “Sepertinya wanita itu sedang kerasukan.”


...Bersambung……...


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan

__ADS_1


__ADS_2