
HAPPY READING!!!
*****
Lucas menyerahkan obat yang ada ditangannya kepada Clara. “Minum obat ini, aku tidak meracuni mu! Suster menyerahkan obat ini kepadaku.”
Clara menatap Lucas dengan heran sambil mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya. “Padahal aku tidak menuduhnya, tapi kenapa dia berbicara seperti itu?” batinnya.
“Kenapa kau menatap ku seperti itu?”
“Hah tidak ada.” Mengambil obat itu dari tangan Lucas. “Terima kasih.” Meletakkan piring diatas nakas.
“Habiskan makanan mu!”
“Aku sudah tidak bernafsu.”
“Bukankah kau harus minum obat? Kenapa kau sangat malas untuk makan? Apa kau tidak ingin sembuh?” Lucas menaikkan alisnya dengan wajahnya yang sedikit kesal.
“Siapa yang tidak ingin sembuh? Aku juga sangat ingin sembuh, tapi aku benar-benar tidak bernafsu lagi.”
“Apa aku harus memaksa mu agar makanan ini habis?”
__ADS_1
Clara menggelengkan kepalanya. “Sungguh aku sudah sangat kenyang, nanti kalau aku paksa pasti akan muntah.”
“Terserah kau saja lah.” Lucas benar-benar sangat kesal karena Clara tidak menurut dengannya. “Kalau kau merasa ada yang sakit lagi katakan saja pada kedua bawahan yang berjaga didepan sana!”
“Kenapa dia tiba-tiba bersikap seperti ini kepadaku? Apa ini bentuk sebuah perhatian?” batinnya lalu menggelengkan kepala. “Tidak tidak, tidak mungkin pria berhati iblis ini perhatian kepadaku.”
“Minum obat mu, setelah itu beristirahat! Jangan membuat ku repot mengurus mu yang sakit-sakitan.”
Clara yang mendengar itu langsung menatap Lucas penuh kekesalan. “Ya pria monster dengarkan baik-baik.”
“Apa kau bilang, pria monster?”
“Ya kau adalah pria monster berhati iblis, dengar ya aku juga tidak ingin sakit-sakitan kau pikir aku tidak ingin sembuh hah?” kesalnya. “Aku juga ingin sembuh tapi aku bisa apa? Setiap minggu dokter harus datang ke rumahku untuk memeriksa penyakit ku. Setiap bulan aku harus bolak balik rumah sakit, kau pikir aku tidak capek hah? Aku capek!!” teriaknya tanpa terasa air mata turun membasahi pipi. “Kalau kau tidak niat membantu ku ke rumah sakit, kenapa kau tadi membawa ku ke rumah sakit?”
“Berani-beraninya dia memarahiku?” batinnya sambil mengepalkan satu tangannya.
“Diamlah, giliran aku yang berbicara padamu. Kau selalu saja menindas ku, aku pikir aku ini manusia apa hah?” mengatur nafas. “Padahal aku tidak menyuruh mu untuk mengurus ku dan yang membawa ku ke rumah sakit juga itu kau bukan kemauan ku!” menatap Lucas dengan serius. “Aku berharap kau segera membunuhku agar aku tidak merasakan lagi penderitaan yang tidak ada habisnya.”
Lucas berdehem. “Beristirahatlah.” Berjalan keluar kamar tidak lupa menutup pintu dengan kasar membuat Clara terperanjat.
Kedua bawahan saling tatapan melihat kepergian Lucas.
__ADS_1
“Sepertinya terjadi sesuatu diantara mereka berdua.” Ucap Aaron (Bawahan 1).
“Aaaaaaa.” Teriak Clara. “Aku capek, kau selalu saja membuatku menderita.” Menangis sesenggukan.
***
Brukk…
Lucas menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang dengan perasaan yang sangat kesal karena Clara berani memarahinya tapi entah kenapa tadi Lucas hanya diam saja.
“Argh.” Mengambil ponsel yang ada di atas nakas lalu menelpon Javier. “Bagaimana, apa kalian sudah melakukan misi untuk mengirim senjata Ilegal ke kota P?”
“Sudah, apa kau malam ini tidak datang ke markas? Daritadi aku dan Carlos menunggu mu!”
Carlos merebut ponsel Javier. “Bukankah malam ini kita akan berpesta minuman?”
“Aku akan segera kesana.” Lucas mematikan telpon itu lalu memasukkan ponsel ke dalam sakunya.
Saat ini Lucas sudah berada didalam mobil, tidak lama kemudian mobil itu jalan meninggalkan halaman mansion menuju markas.
...Bersambung…....
__ADS_1
First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan