Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Saling memikirkan


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


Lucas yang mendengar itu seketika membuang nafas dengan kasar sambil menatap kedua bawahan yang sedang menganggukkan kepala lalu menoleh Clara kembali.


“Kembali ke kamar mu, ganti pakaian mu!!” Lucas menunjuk lorong kamar belakang.


Clara melepaskan tangannya. “Aku akan kembali ke kamar, tapi kau jangan menyakiti mereka lagi.” Tersenyum.


Lucas mengepalkan tangan kanannya. “Kau siapa jadi berani memerintahkan ku seperti itu?” menaikkan alis.


“Aku memang bukan siapa-siapa, tapi aku hanya minta itu.” Nyengir. “Kalau tidak aku akan tetap berdiri disini.”


“Ya! Cepat kembali ke kamar mu!!”


Clara mendekati Lucas lalu tersenyum didepan wajahnya. “Oke, aku akan kembali ke kamar.” Berjalan dengan cepat meninggalkan mereka menuju kamar belakang, sementara kedua bawahan dan Lucas masih disana.


Terlihat sudah tidak ada Clara lagi, Lucas pun berdehem membuat kedua bawahan mendongakkan kepala mereka.


“Kali ini kalian aku bebaskan, tapi kalau kejadian seperti ini sampai terulang lagi…….” Memotong ucapannya. “Maka kalian benar-benar akan mati ditangan ku, aku tidak akan memberikan kalian kesempatan untuk bernafas.”

__ADS_1


“Ba-baik bos, kami tidak akan mengulanginya lagi.” Jawab Darel (Bawahan 2) penuh semangat.


“Terima kasih bos.” Sahut Aaron (Bawahan 1).


“Kenapa kalian masih disini?”


Kedua bawahan langsung berdiri lalu berlari menuju kamar belakang untuk berjaga. Lucas pun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya.


“Astaga benar-benar hampir mati tadi.” Darel (Bawahan 1) duduk disamping pintu kamar Clara sambil bernafas lega.


“Sungguh tadi aku sudah mengira kita berdua akan mati konyol.”


Plakkk… Plakkk… Plakkk….


“Kau membawa nasib buruk kepadaku.”


“Argh sudahlah, kita juga masih bisa hidup.” Tersenyum.


**


Klekkk….

__ADS_1


Lucas masuk ke dalam kamar menuju balkon untuk menikmati hujan yang sedang turun. Lucas pun duduk di sofa empuk lalu menyandarkan punggungnya ke belakang.


Lucas memandangi setiap rintik air hujan yang turun diiringi kilatan petir, tiba-tiba ditengah lamunannya teringat kejadian di kolam renang tadi bersama Clara.


“Kenapa aku bersikap seperti itu kepadanya? Arghhh apa yang sudah aku lakukan pada wanita itu?” kesalnya sambil mengacak-acak rambut.


***


Di sisi lain….


Clara keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai lalu berbaring di atas ranjangnya dengan posisi menghadap langit-langit kamar.


“Rasanya aku ingin kabur dari tempat ini lalu hidup normal sepertinya manusia pada umumnya.”


Clara menghela nafas. “Tapi aku tidak berani untuk melakukan hal konyol itu karena nyawa ku yang akan menjadi taruhannya.”


Clara sudah sangat pasrah dengan perusahaannya karena Clara tidak ada disana. Walaupun Sekretaris yang di percaya oleh orang tuanya, tetap saja Clara gelisah dan tidak tenang. Tapi untuk sekarang ini Clara tidak bisa berbuat apa-apa.


Clara tiba-tiba teringat Lucas yang menahan tubuhnya agar tidak terjatuh tanpa sadar bibirnya tersenyum.


“Ternyata pria monster itu baik juga.” Terkekeh kecil. “Seharusnya tadi dia membiarkan ku terjatuh bukan? Tapi ini sangat aneh, kenapa dia malah menolong ku? Apa dia benar-benar sudah berubah?” menggeleng dengan cepat. “Tidak, argh kenapa aku malah teringat wajahnya yeng menyeramkan itu.” Kesalnya lalu melempar bantal ke sembarang tempat.

__ADS_1


...Bersambung…....


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan


__ADS_2