Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Markas RedWolf


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


Brak...


Lucas turun dari malam mobil lalu berjalan masuk ke dalam markas, terlihat ada Carlos dan Javier sedang duduk di ruang tengah.


Bruk…


Menghempaskan tubuh dengan kasar di atas sofa membuat mereka berdua menatap Lucas dengan heran.


“Kenapa kau? Apa terjadi sesuatu yang membuat mu kesal?” tanya Javier.


“Wanita itu hanya merepotkan ku saja.”


“Oh wanita itu.” Ucap mereka secara bersamaan.


“Kenapa kau membawa wanita itu ke rumah sakit? Apa kau….” Ucap Carlos terpotong.


“Jangan berpikir macam-macam, aku…...”


“Kau tidak pernah membawa tawanan mu ke rumah sakit apalagi tawanan mu itu seorang wanita, kenapa ketika dengan wanita ini kau terlihat peduli kepadanya?” sahut Javier.


Lucas terkekeh kecil. “Peduli? Tidak, aku sama sekali tidak ada rasa peduli kepadanya bahkan aku sangat membencinya.”


“Kalau kau memang membenci wanita itu, kenapa kau membawanya ke rumah sakit? Bukankah kalau tidak dibawa ke rumah sakit, akan mati dengan cepat.”


Plakkkk…

__ADS_1


Lucas memukul kepala Carlos. “Jangan sembarang berbicara.”


“Jangan-jangan kau menyukai wanita itu?” ucap Javier.


“Tidak, bagaimana bisa aku menyukai wanita seperti dia? Aku saja masih….” Lucas memotong pembicaraannya ketika teringat sang mantan di rumah sakit tadi.


“Masih apa?” tanya Carlos.


“Pasti memikirkan mantannya.” Javier menghabiskan minumannya.


“Tadi aku bertemu dengannya di rumah sakit.” Lucas menyandarkan punggungnya ke belakang.


Seketika mereka membulatkan mata lalu mendekati Lucas.


“Maksud mu Celine?” tanya Carlos untuk memastikan.


Lucas mengangguk cuek.


Javier merangkul Carlos. “Sepertinya itu sangat tidak mungkin, karena Lucas bukan tipe pria murahan yang gampang berbaikan dengan seorang pengkhianat.”


“Ya kau benar, tapi kenapa aku harus bertemu dengannya? Argh membuat ku kesal saja.”


“Berarti Celine melihat wanita itu?”


“Dia melihat karena wanita itu ada disamping ku.”


Javier mendekati Lucas lalu berbisik didepannya. “Kau dekati saja wanita itu untuk membuat Celine cemburu kalau…….” Belum selesai berbicara, Lucas langsung beranjak pergi meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya yang ada di lantai atas. “YA AKU BELUM SELESAI BERBICARA.” Kesalnya.


“Kira-kira Celine ada keperluan apa di Seoul?” Carlos penasaran.

__ADS_1


“Mungkin bisnis atau memang sengaja ingin menemui Lucas.” Javier berajak pergi menuju dapur.


***


Pagi yang sangat cerah, cahaya matahari menembus celah-celah gorden kamar yang masih tertutup rapat. Salah satunya adalah kamar pria tampan, terlihat masih tertidur dengan nyenyak dibawah selimut putih tebalnya.


Disisi lain….


Terlihat 2 pria tampan baru keluar dari kamar mereka masing-masing dengan wajah yang baru bangun tidur. Mereka berdua perlahan menuruni anak tangga menuju dapur untuk mengambil minum.


“Apa Lucas belum bangun?” tanya Javier.


“Sepertinya begitu.” Carlos membuka tutup kaleng lalu berjalan keluar.


“Apa kau ingin berolahraga?” teriak Javier.


Carlos menganggukkan kepala.


“Anak itu setiap pagi hobinya memang berolahraga.” Javier berjalan menuju ruang tengah lalu duduk di sofa.


***


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, saat ini Lucas masih saja tertidur didalam kamarnya itu. Hingga beberapa menit kemudian dengan perlahan Lucas membuka matanya.


“Huaaaaa…” Menguap sambil duduk. “Argh badan ku terasa sangat sakit.” Merentang kedua tangan lalu menggerakkan kepalanya.


Sesaat Lucas duduk di atas ranjangnya untuk mengumpulkan nyawa yang masih belum terkumpul penuh dengan matanya yang masih mengantuk. Lucas beranjak dari ranjang lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


...Bersambung.......

__ADS_1


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan


__ADS_2