
HAPPY READING!!!
*****
“Masuk, hujan semakin deras! Jangan merepotkan ku, kau masih sakit lebih baik diam di dalam kamar saja.” Ucap Lucas di depan wajah Clara. “Apa kau mengerti?”
Clara mengangguk pelan. “Aku hanya bosan.”
“Jangan keluar dari kamar itu apalagi dengan alasan yang tidak jelas.”
Mereka masih berdiri disana dengan jaket hitam Lucas yang menutup kepala mereka berdua dari atas diiringi air hujan yang turun.
Clara menatap Lucas dengan bingung sesekali mengusap wajahnya yang terkena air hujan. “Ada apa dengannya? Pria ini sebenarnya makhluk apa? Kenapa tiba-tiba berubah seperti malaikat?” batinnya.
Wajah Lucas basah karena air hujan membuat Clara sedikit terpesona melihat ketampanan Lucas secara dekat.
Lucas yang daritadi menyadari Clara memperhatikannya itu langsung berdehem. “Apa yang kau lihat? Apa kau terpesona dengan ketampanan ku?”
Dengan cepat Clara tersadar dari lamunannya lalu menggelengkan kepala. “Tidak sama sekali, menurut ku wajah mu itu biasa saja.”
“Benarkah? Kalau menurut mu biasa saja, kenapa kau menatap ku tanpa berkedip?” menaikkan alis.
Clara mengalihkan pandangannya. “Apa dia memperhatikan ku?” batinnya.
Lucas langsung membawa Clara masuk ke dalam mansion dengan tangan Clara yang memegang syal.
Saat ini mereka sudah berada di dalam mansion dekat pintu kolam renang dalam keadaan pakaian yang basah.
__ADS_1
“Aaron (Bawahan 1) Darel (Bawahan 2).” Teriak Lucas dengan lantang memenuhi ruangan lantai bawah.
Daritadi Lucas memanggil kedua bawahan tetapi sama sekali tidak ada sahutan membuatnya kesal. Sean (Kepala pelayan) yang mendengar itu langsung berlari mendekati Lucas lalu berdiri didepannya.
“Dimana mereka?” tanya Lucas penuh kekesalan.
“Mati lah aku, dia terlihat sangat marah.” Batin Clara ketakutan mendengar teriakan Lucas yang memanggil kedua bawahan.
“Me-mereka ada di garasi mobil Tuan.”
“Garasi mobil?” membuang nafas kasar. “Cepat panggil mereka!!”
Sean (Kepala pelayan) mengangguk lalu berlari keluar menuju garasi mobil. sementara Lucas dan Clara masih berdiri disana menunggu kedua bawahan.
Jgerrr….
***
Di dalam garasi mobil saat ini, terlihat kedua bawahan sedang terkekeh bersama yang lainnya sambil minum-minum. Dari kejauhan Sean (Kepala pelayan) berlari mendekati mereka.
Posisi garasi mobil dan teras mansion itu jaraknya lumayan jauh membuat orang yang ada di dalam garasi tidak bisa melihat siapa yang datang.
“Kenapa kau berlari?” tanya Teno (Security 2).
Leon (Security 1) menggeleng sambil terkekeh. “Kayak di kejar setan saja.”
Sean (Kepala pelayan) berdiri didepan mereka lalu mengatur nafas sambil menatap kedua bawahan.
__ADS_1
“Katakan, kau seperti……” Ucap Darel (Bawahan 2) terpotong.
“I-itu, bos mencari kalian berdua.”
Kedua bawahan yang mendengar itu langsung saling tatapan.
“Bos sudah datang?” tanya Aaron (Bawahan 1).
“Iya, bos bersama wanita itu didekat kolam renang.”
Darel (Bawahan 2) menepuk bahu Aaron (Bawahan 1). “Cepat kita ke dalam, sebelum bos semakin marah.” Berlari duluan ke dalam sementara Aaron (Bawahan 1) menghabiskan minumannya lalu menyusul Darel (Bawahan 2).
“Matilah mereka berdua.” Leon (Security 1) menyandarkan punggung ke belakang.
Teno (Security 2) berdiri.
“Mau kemana kau?” tanya Leon (Security 1).
“Kembali ke pos, aku tidak mau bernasib sama seperti mereka berdua.” Beranjak pergi.
Leon (Security 1) yang mendengar itu langsung beranjak pergi menyusul Teno (Security 2).
Di dalam garasi hanya ada Sean (Kepala pelayan) seorang diri sambil menggeleng heran melihat apa yang terjadi. Dengan cepat membersihkan bekas mereka minum-minum tadi lalu membawa ke dapur.
...Bersambung.......
First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan
__ADS_1