
HAPPY READING!!!
*****
Saat ini Lucas sedang dalam perjalanan menuju salah satu restoran untuk bertemu dengan seorang pengusaha yang berperan penting di kota Seoul. Kali ini Lucas hanya sendiri tanpa ada Carlos dan Javier.
Beberapa menit kemudian mobil Lucas pun memasuki halaman luas lalu mencari parkiran yang kosong untuk memarkir mobilnya. Setelah itu Lucas masuk ke dalam restoran yang biasa menjadi tempat transaksi Ilegal.
Ting….
Lucas keluar dari dalam lift lalu berjalan menuju salah satu ruangan VVIP yang ada disana.
Drett… Drett… Drett….
Tiba-tiba ponsel yang ada ditangan Lucas bergetar, terlihat Aaron (Bawahan 1) memanggil.
Lucas langsung menghentikan langkahnya lalu mengangkat telpon.
“Bos, wanita itu bos.”
Terdengar ditelinga Lucas kepanikan seorang Aaron (Bawahan 1) membuatnya bingung. “Katakan yang jelas!!” kesalnya.
“Wanita itu kesakitan lagi dan hidungnya kembali mengeluarkan darah bos.” Jelasnya Darel (Bawahan 2) setelah merebut ponsel Aaron (Bawahan 1).
“Oke aku akan menghubungi dokter, nanti dokter akan kesana.” Mematikan telpon lalu mencari kontak dokter.
__ADS_1
Lucas mengirim pesan ke dokter lalu menelponnya. “Segera ke Mansion, alamatnya ada di pesan masuk.” Mematikan telpon.
Sesaat Lucas terdiam lalu melangkahkan lagi kakinya menuju ruangan yang ada dipaling ujung.
Klekkk….
Terlihat sudah ada seorang pria duduk disana menunggu kedatangan Lucas, dengan cepat pria itu berdiri untuk menyambut Lucas.
Lie menyodorkan tangan. “Senang bertemu dengan anda.” Tersenyum.
Lucas hanya mengangguk lalu duduk disalah satu kursi dengan tatapan tajamnya.
“Kau ingin memesan apa?” tanya Lie.
“Tidak, langsung to the poin saja!” ucap Lucas.
“Apa kau yakin bisa membantu ku?” tanya Lie meragukan kemampuan seorang Lucas.
Lucas menaikkan alisnya. “Apa kau meragukan ku? Kalau kau ragu, jangan lagi menemui ku!”
“Tidak tidak, bukan begitu. Karena mereka juga licik.”
“Serahkan saja semuanya kepadaku! Kau cukup transfer uang.”
“Baik baik, secepatnya kau harus menghilangkan orang itu agar tidak ada lagi yang menyaingi perusahaan ku.” Meletakkan gelasnya di atas meja.
__ADS_1
“Aku ingin 200 juta cash! Sisanya kau transfer.”
Sebelumnya Lie sudah menghubungi Carlos mengenai pertemuan pagi ini dan Lie disuruhnya menyiapkan uang sebanyak 200 juta cash lalu diserahkan kepada Lucas.
Lie ragu menyerahkan uang yang ada diamplop coklatnya itu kepada Lucas.
“Kenapa kau masih ragu hah? Aku tidak suka kalau ada……”
“Ini.” Lie meletakkan amplop didepan Lucas sambil tersenyum. “Cash 200 juta tidak kurang dan lebih.” Jelasnya.
Lucas mengambil amplop itu lalu melihat isinya. “Oke, nanti Carlos akan memberitahu mu.” Berdiri. “Aku pergi dulu.” Berjalan keluar ruangan sambil membawa amplop yang berisi uang sebanyak 200 juta.
“Semoga saja tidak ada penipuan.” Ucap Lie sedikit cemas. “Tapi sepertinya tidak, pria itu juga cukup menyeramkan.” Menggeleng takut.
***
Di sore hari dengan cuaca yang sangat mendung, terlihat rintikan air hujan turun membasahi tanah kota Seoul yang kering.
Udaranya begitu sejuk membuat orang yang berada di atas ranjang semakin betah berdiam disana.
Saat ini seorang wanita cantik sedang duduk di ranjangnya dengan kondisi kesehatan yang sudah cukup membaik karena tadi pagi dokter menyuntikkan vitamin ke dalam tubuhnya.
Karena tadi pagi kondisi kesehatan Clara kembali memburuk tapi dokter cepat menanganinya sehingga tidak semakin parah.
“Sungguh sangat membosankan.” Keluh Clara sambil beranjak dari ranjangnya lalu berjalan mendekati pintu yang terkunci.
__ADS_1
...Bersambung........
First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan