
HAPPY READING!!!
*****
Lucas berjalan mendekati cermin besar untuk memandangi wajahnya yang masih berkeringat.
“Ku rasa tidak ada yang salah dengan ancaman ku ini.” Bergumam didepan cermin. “Dan aku juga melakukan rencanakan ini bukan kemauanku sendiri, aku berusaha untuk melupakannya tapi tidak bisa. Jadi ini adalah jalan satu-satunya.”
Lucas berjalan keluar ruang gym masuk ke dalam mansion sambil mengelap keringat yang ada di lehernya dengan handuk kecil berwarna putih. Sesaat Lucas bersiul, sesaat langkahnya terhenti ketika melihat Clara keluar dari lorong kamar belakang. Clara berjalan ke arah Lucas dengan posisi menunduk tanpa tahu ada Lucas disana.
Kamar belakang yaitu kamar Clara sudah tidak di kunci lagi karena perintah dari Lucas sendiri. Tetapi kedua bawahan tetap berjaga untuk mengawasi Clara 24 jam.
“Ekhem.” Lucas menyilang tangannya ke dada.
Clara langsung berhenti ketika melihat ada kaki Lucas. “Pria monster?” mendongakkan kepala.
Tepat didepannya Lucas berdiri dengan wajahnya yang masih penuh dengan keringat, kini tatapannya datar tanpa ekspresi melihat Clara.
Tiba-tiba mata Clara terfokus pada kedua bahu Lucas dan otot-otot yang ada di lengan Lucas. “Astaga.” Melebarkan mata. “Bahunya sangat lebar.” Batinnya.
Sesaat Lucas melihat kedua bahunya lalu menatap Clara dengan heran. “Kenapa kau menatap ku seperti itu?”
__ADS_1
Clara menggelengkan kepala dengan cepat. “Ti-tidak ada.” Dengan cepat menunduk sambil memejamkan mata.
“Kenapa kau tiba-tiba menunduk seperti itu? Apa kau baru pertama kali melihat pria selesai berolahraga?”
Clara terdiam seribu bahasa sambil memainkan jari tangan. “Argh aku masih teringat otot-ototnya yang besar itu.”
Lucas terkekeh kecil. “Jangan-jangan kau tidak pernah melihat pria berolahraga.”
“Kata siapa?” kesalnya. “Tidak ada, aku hanya….” Clara merasa sangat gugup.
“Lalu kenapa kau tidak ingin menatap ku? Atau kau terpesona dengan ketampanan wajah ku yang bertambah karena habis olahraga?” goda Lucas.
Clara langsung mendongakkan kepala lalu menatap Lucas penuh kekesalan. “Kenapa kau begitu percaya diri? Sungguh aku tidak sama sekali terpesona dengan ketampanan mu!” tegasnya.
Clara berjalan mundur dengan pelan untuk menghindari Lucas. “Kenapa dia malah semakin mendekati ku?”
Lucas menurunkan sedikit badannya lalu mendekati wajah Clara. “Kenapa kau berjalan mundur? Apa kau sedang gugup?”
Lagi dan lagi Clara menunduk sambil menggeleng dengan cepat karena tidak kuat menatap Lucas terlalu lama membuat suasana hatinya semakin gugup.
“Kenapa daritadi kau menunduk saja? Bukankah tadi kedua mata mu terbuka lebar ketika melihat kedua bahu dan otot-otot ku?” usilnya.
__ADS_1
“Di-diamlah, aku ingin kembali ke kamar.” Dengan cepat Clara membalikkan badannya membelakangi Lucas.
Lucas menarik tangan Clara dengan kasar sehingga kini poisi wajah Clara tepat didepan dada bidangnya.
Clara berusaha menahan nafas karena takut, detak jantungnya semakin tidak beraturan.
“Kenapa kau terburu-buru ingin kembali ke kamar?” bisiknya didepan Clara.
“Astaga pria monster ini benar-benar membuatku sangat gugup.” Gumam Clara dalam hati. “Aku tidak bisa menatapnya terlalu lama.”
Dengan paksa Clara melepaskan tangan Lucas lalu membelakanginya. “Tidak ada, aku hanya ingin kembali ke kamar.”
Lucas dibuat bingung dengan sikap Clara yang menurutnya aneh. “Ada apa dengan mu?”
“Kenapa tiba-tiba aku menjadi bodoh seperti ini?”
Tak… Tak… Tak…
Terdengar suara langkahan kaki Lucas membuat Clara langsung berjalan dengan pelan meninggalkan Lucas.
“Kenapa kau seperti orang yang ketakutan?” teriaknya. “Padahal aku tidak memakan mu!” bingung.
__ADS_1
...Bersambung.......
First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak banyak kekurangan