Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Hentikanlah


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


Terlihat kedua bawahan masih bersimpuh didepan Lucas sambil memohon agar mereka tidak di hukum. Clara yang daritadi mendengar teriakan suara Lucas hanya bisa diam menunduk ketakutan sambil memainkana jari tangan.


“Bos tenang saja, dia tidak akan kabur dari rumah ini karena kami selalu memantaunya.” Ucap Darel (Bawahan 2).


Aaron (Bawahan 1) mengangguk cepat. “Benar bos, kami selalu memantau keberadaannya.”


“Kenapa kalian begitu yakin kalau wanita ini tidak akan kabur hah?” menaikkan alisnya. “Selalu memantau?” terkekeh kecil. “Jangan berbohong kalian, buktinya tadi kalian tidak ada di mansion ini!!”


“Ma-maaf bos.” Ucap mereka secara bersamaan.


“Bagaimana ini, bos Lucas pasti marah besar kepada kita.” Bisik Darel (Bawahan 2) dengan pelan agar Lucas tidak mendengar.


“Aku juga bingung harus ngapain, bos kalau sudah marah bahaya.”


“Semua ini gara-gara kau.” Kesal Darel (Bawahan 2).


“Kalian dari mana saja?” berdehem. “Aku lihat tadi kalian masuk dari pintu utama.” Berjongkok didepan mereka. “Bukankah kalian ku suruh untuk mengawasi wanita ini? Keanpa kalian begitu menyepelekan perintah ku hah?”


“Kami tidak kemana-mana bos, sungguh.” Sahut Aaron (Bawahan 1).


“Apa kalian berdua ingin ku masukkan ke ruang bawah tanah.” Bisik Lucas didepan kedua bawahan.

__ADS_1


Aaron (Bawahan 1) dengan cepat memegang kaki Lucas. “Ja-jangan bos.”


“Sungguh bos jangan lakukan itu, saya masih ingin hidup.” Darel (Bawahan 2) dibuat ketakutan mendengar ruang bawah tanah.


Bughh… Bugh… Bugh…


“Kalau kalian masih ingin hidup jangan melakukan sesuatu yang membuat ku marah!!!”


“Kami tidak akan mengulanginya lagi bos, tadi kami hanya bersantai di garasi mobil bersama yang lainnya.” Jelas Aaron (Bawahan 1).


Darel (Bawahan 2) menyenggol lengan Aaron (Bawahan 1). “Kenapa kau malah memberitahu kepada bos, argh kau sangat bodohnya.” Bisiknya penuh kekesalan.


Bughh… Bugh… Bugh… Bugh….


Lucas menendang wajah mereka berdua sehingga mengeluarkan darah dari hidung.


“Argh ampun bos.” Teriak mereka sambil meringis kesakitan karena Lucas menendangnya begitu kasar.


“Bersantai? Kalian disini bekerja atau bersantai hah?” sesaat menoleh Clara. “Kalau kalian ingin bersantai, aku bisa saja mebuat kalian bersantai selama-lamanya.” Berdehem. “Apa kalian mau?”


Aaron (Bawahan 1) menggeleng dengan cepat. “Saya mohon jangan bos.”


“Bagaimana ini? Argh gara-gara kau mati lah aku.”


“Aku juga tidak kepikiran kalau bos akan semarah ini kepada kita.”

__ADS_1


Lucas memperhatikan mereka yang sedang berbisik-bisik. “Apa yang sedang kalian bicarakan.”


Kedua bawahan menggelengkan kepala dengan kedua tangan mereka yang masih memohon didepan Lucas.


“Tadi dia hampir terjatuh, bagaimana kalau terjadi sesuatu kepadanya? Apa kalian akan bertanggung jawab?”


Kedua bawahan saling tatapan dengan wajah mereka yang bingung.


“Kenapa bos menjadi perhatian kepada wanita ini?” tanya Aaron (Bawahan 1).


“Aku juga bingung, apa jangan-jangan bos benar-benar menyukai wanita ini.” Seketika Darel (Bawahan 2) membulatkan kedua matanya setelah berkata seperti itu.


“Ku rasa tidak.” Bantah Aaron (Bawahan 1).


Clara tidak bisa lagi menahan ketakutannya, Clara berjalan mendekati Lucas lalu memegang lengan Lucas dengan kedua tangannya.


“Tolong hentikanlah.” Pinta Clara.


Lucas menoleh. “Kenapa? Apa kau ingin membela mereka berdua?”


Clara menggelengkan kepala. “Tidak, sungguh semua ini memang salah ku.” Mencoba untuk menjelaskan agar Lucas menghentikan semuanya. “Kau tidak berhak memarahi mereka berdua.” Sesaat menatap kedua bawahan yang juga menatapnya. “Aku yang memaksa mereka untuk membukakan pintu kamar dan juga meminta mereka gelembung tiup karena aku sangat bosan.” Mengigit bibir bawah.


...Bersambung........


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan

__ADS_1


.


__ADS_2