Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Bertemu lagi


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


#FLASHBACK ON


Saat ini Lucas dan Carlos sudah berada di dalam pesawat. Mereka berjalan menuju kursi masing-masing, tempat duduk mereka terpisah.


Lucas berjalan dengan tatapan tajam menuju kursinya. Terlihat dari kejauhan ada seorang wanita yang sudah duduk disana menghadap jendela.


“Argh kenapa harus wanita yang duduk di sampingku?” kesal Lucas mendekati kursinya lalu duduk disamping wanita itu.


***


Perlahan wanita itu menoleh ke samping, dilihatnya seorang pria tampan yang tadi ditabrak olehnya. “Astaga pria ini.” Batinnya.


“K-kau?” Clara meneguk saliva nya. “Apa kau mengikuti ku?”


Lucas berdehem. “Mengikuti mu?” membuang nafas dengan kasar. “Untuk apa aku mengikuti mu? Memangnya kau siapa?” tanpa menoleh.


Clara yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangannya. “Kenapa hari ini aku begitu sial, kenapa harus bertemu dengannya lagi?” kesalnya. “Arghhh…….”


Tidak lama kemudian pesawat itu pun take off, semua penumpang duduk dengan tenang menikmati perjalanan menuju Seoul.


“Huaaaaaa.” Clara menutup mulutnya dengan mata yang sudah berair karena sangat mengantuk.” Sepertinya aku kelelahan.”


Clara memang sangat lelah karena selama di Busan, ia tidak sedang liburan tetapi untuk bertemu dengan beberapa pengusaha yang akan bekerjasama dengan perusahaannya nanti.


Clara adalah CEO muda, ia anak tunggal.


Daritadi pesawat yang ditumpangi Clara aman-aman saja, tetapi beberapa kemudian terjadi sesuatu membuat orang yang ada disana langsung panik, salah satunya Clara.


“Kenapa? Apa yang terjadi?” panik.


Terdengar suara pramugari untuk memberi peringatan agar penumpang tetap tenang ditempat duduk masing-masing.


“Bagaimana bisa aku tenang, kalau dalam keadaan seperti ini.” Semakin panik.


Lucas yang dari tadi hanya diam saja seketika kesal karena melihat wanita yang duduk disampingnya itu tidak bisa diam.


Sesaat Lucas menoleh. “Kau bisa diam tidak?”


Clara yang mendengar itu langsung menoleh lalu menatap Lucas dengan kesal. “Apa kau bilang, diam? Apa kau tidak takut mati?”


“Hahahaa takut? Tentu tidak”


“YA, bisa-bisanya kau malah tertawa.” Clara semakin dibuat kesal oleh Lucas.


Pesawat semakin terguncang membuat Clara memegang tangan Lucas dengan kuat karena saking takutnya.


“Apa yang sedang kau lakukan? Lepaskan tangan mu.” Berusaha melepaskan tangan Clara.

__ADS_1


Clara menggelengkan kepalanya dengan mata yang terpejam. “Aku takut……” Semakin kuat memegang tangan Lucas.


Dengan terpaksa Lucas membiarkan tangan Clara karena cengkraman tangan Clara sangat kuat membuatnya kesusahan untuk melepas tangan Clara.


'Wanita ini benar-benar mencari masalah denganku.' Batin Lucas.


Perlahan Clara membuka matanya, seketika pandangannya tiba-tiba buram.


“Kepala ku terasa sakit.” Keluhnya perlahan mengatur nafas agar bisa tenang.


Saat kemudian pesawat mulai aman terkendali, penumpang pun tenang kembali.


Clara melepaskan tangannya. “Ma-maaf.” Tersenyum tipis.


Lucas hanya menghela nafasnya tanpa berbicara apapun membuat merasa tidak enak.


Clara merubah posisi duduknya agar lebih nyaman sambil menguap dengan perlahan Clara memejamkan matanya dengan kepalanya yang bergoyang-goyang ke kiri dan kanan membuat Lucas risih melihatnya.


'Argh ingin rasanya aku pindah tempat duduk.' Batin Lucas.


Tanpa sengaja kepala Clara bersandar di bahu lebar Lucas, terlihat Clara sudah tertidur dengan sangat nyenyak.


“Ck……” Sesaat Lucas melihat sekitar.


Ketika Lucas ingin menjauhkan kepala Clara, tiba-tiba ada seorang pramugari cantik berdiri di samping duduk Lucas sambil tersenyum.


“Sepertinya istri anda sangat kelelahan, biarkan dia tidur seperti itu.” Ucap sang pramugari melihat Clara tertidur.


Pramugari mengangguk sambil tersenyum. “Iya istri anda, saya permisi dulu.” Beranjak pergi.


'Tidak tidak, aku tidak mau memiliki istri seperti dia.' Lucas bergumam dalam hati.


Saat ini mereka masih berada di dalam pesawat, terlihat dari kejauhan bandara Seoul sudah dekat. Dari tadi Lucas membiarkan bahu lebarnya menjadi sandaran kepala Clara, bahkan beberapa menit lalu Lucas sempat tertidur juga tetapi hanya sebentar.


5 menit kemudian dengan perlahan Clara membuka matanya dan merasa ada yang aneh dengan posisinya saat ini.


Clara langsung membulatkan matanya sambil merubah posisinya menjadi duduk dengan tegap lalu menoleh Lucas sambil nyengir. “Maaf, aku sangat kelelahan.”


Lucas mengalihkan pandangannya tanpa mengatakan apapun.


“Sombong sekali pria ini, awas saja kau.” Kesal Clara sambil melihat bandara Seoul yang ada dibawah. “Akhirnya sampai juga di Seoul."


Dalam hitungan detik akhirnya pesawat itu pun landing dengan sempurna membuat orang-orang yang ada didalam sana mengucapkan syukur dan terima kasih karena masih diberikan keselamatan.


Clara bergegas mengambil tas kecilnya lalu berdiri. “Permisi, saya mau lewat.”


Lucas diam saja tidak bergeming dari tempatnya membuat Clara kesal.


“Halo, apa kau tidak mendengarkan ku?” menghela nafasnya. “Saya mau lewat.” Berusaha menahan emosi.


Lucas masih saja diam dan tidak membiarkan Clara lewat.

__ADS_1


Clara sudah tidak dapat menahan kesalnya, ia pun sedikit menurunkan badannya lalu menatap Lucas. “Dari tadi aku berbicara, apa kau tidak mendengar?”


Lucas menatap Clara sambil menaikkan alisnya. “Kau pikir aku tuli?”


Seketika tubuh Clara dibuat merinding mendengar suara berat Lucas lalu berdiri tegak sambil merapikan rambut panjangnya.


Lucas pun menjauhkan kakinya agar Clara bisa lewat.


Clara berjalan melewati Lucas sambil menggelengkan kepalanya. 'Semoga aku tidak bertemu dengannya lagi.' Batinnya.


***


Saat ini Lucas dan Carlos sedang menunggu koper mereka. Dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari mereka Clara juga berdiri untuk menunggu koper miliknya.


Terlihat koper berwarna pink dan mewah, Clara langsung mengambil tetapi sedikit kesusahan.


Carlos berjalan mendekati Clara lalu membantunya untuk mengambil koper itu lalu meletakkan didepan Clara.


“Terima kasih sudah membantuku.” Ucap Clara sambil tersenyum. 'Ternyata pria ini baik, berbeda dengan tamannya itu.' Batinnya sesaat melihat Lucas.


Carlos hanya menganggukkan kepala.


“Saya permisi, sekali lagi terima kasih.” Beranjak pergi.


Carlos berlari mendekati Lucas lalu berdiri disampingnya. “Dilihat-lihat wanita itu cantik juga.”


Lucas terkekeh kecil. “Cantik? Dimana matamu?”


Carlos terheran. “Tapi memang cantik.”


“Ambil koper.” Berjalan duluan, sementara Carlos mengambil koper mereka lalu menyusul Lucas sambil menarik dua koper hitam.


Dari kejauhan ada beberapa pria berbadan besar dan gagah dengan pakaian hitam berlari mendekati Lucas dan Carlos.


Dengan cepat Carlos menyerahkan koper mereka kepada salah satu bawahan. “Apa kalian sudah lama?”


“Tidak juga.” Sahut Bodyguard 1 (Aaron).


Lucas melangkahkan kakinya diikuti mereka semua. Ada 4 buah mobil hitam terparkir didepan sana, Lucas masuk ke salah satu mobil diikuti Carlos.Sementara yang lainnya di mobil yang lain.


“Apa kita langsung pulang ke Mansion?” tanya Carlos sambil menghidupkan mesin mobil.


Lucas mengangguk cuek sambil memasang seat belt. “Tapi aku ingin kita lewat jalan Haeridan-gil.”


“Kenapa kau tiba-tiba ingin….”


Lucas berdehem membuat Carlos langsung menjalankan mobil mereka diikuti mobil yang lain dari belakang.


...Bersambung……....


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan

__ADS_1


__ADS_2