
HAPPY READING!!!
*****
Tiba-tiba tubuh Clara kehilangan keseimbangan membuat Clara terjatuh dengan reflek Lucas mengangkat tubuhnya. Kini empat mata bertemu, terasa hembusan nafas Lucas membuat jantung Clara berdebar kencang.
“Wajahnya memang sangat tampan.” Batin Clara, beberapa menelan saliva nya karena gugup ditatap Lucas secara dekat. “Tamatlah aku, pria monster ini pasti akan marah besar kepada ku.”
Lucas berdehem. “Sepertinya kau sangat betah seperti ini.”
Clara langsung merubah posisinya menjadi berdiri tegap lalu menunduk karena malu.
“Apa yang kau lakukan disini sendirian?” tanya Lucas dengan suara berat. “Siapa yang menyuruh mu keluar dari kamar itu?”
“Tidak ada yang menyuruh ku, aku hanya….”
“Apa kau tidak melihat hujan sedang turun?” memegang kedua pipi Clara dengan kasar. “Mata mu masih berfungsi dengan baik kan?” menaikkan alisnya.
Clara mengangguk pelan. “Le-lepaskan tangan mu.” Berusaha melepaskan tangan Lucas.
“Siapa yang mengizinkan mu keluar dari kamar itu hah?” berdehem lagi. “Bukankah tadi kau sakit, apa kau sudah sembuh?”
Clara yang mendengar perkataan Lucas seketika bingung. “Apa dia tahu kalau tadi pagi aku sakit lagi?” batin. “Apa jangan-jangan yang memanggil dokter itu adalah pria monster ini?” menggeleng-geleng. “Tidak mungkin dia perhatian kepada ku.”
__ADS_1
“Kalau aku bertanya itu dijawab! Jangan diam saja!!” kesal Lucas.
“Le-lepas dulu tangan mu.” Pinta Clara karena pipinya terasa sangat sakit bahkan Clara juga sedang sariawan.
Lucas langsung melepaskan tangannya lalu menatap Clara dengan tajam.
“Aku sudah mendingan kok dan aku juga sangat bosan berada di dalam kamar itu.” Jelasnya dengan gugup. “Sungguh aku tidak kabur, aku keluar dari kamar itu hanya ingin menikmati udara sore sambil bermain-main.”
Lucas terkekeh kecil. “Bermain? Kau itu bukan anak-anak lagi.” Ledeknya.
“Kenapa? Ya terserah ku.” Kesal Clara.
“Kau bilang menikmati?”
Clara mengangguk.
“Apa kau daritadi memperhatikan ku?”
“Menurut mu?”
“Astaga, benar-benar memalukan.” Batin Clara.
“Dan kau juga hampir terjatuh, bagaimana kalau tadi tidak ada aku?” Lucas mendekati Clara.
__ADS_1
“Ma-maaf”
“Apa kau ingin sakit mu itu bertambah parah?”
Clara menggelengkan kepalanya lalu mendongak sambil menggigit bibir bawahnya. “Aku ingin mengambil itu.” Menunjuk ke arah syal yang masih tersangkut di atap gazebo. “Aku tadi bermain gelembung tiup lalu syal yang aku pakai tiba-tiba terbang tersangkut di atas sana.” Jelasnya. “Apa kau bisa membantu ku untuk mengambil syal itu?”
Lucas berjalan mendekati gazebo lalu berdiri tepat di bawah syal tersangkut. “Hm.” Mengambil syal itu dengan mudah karena Lucas tinggi jadi bisa hanya dengan jinjit kaki. Setelah itu Lucas langsung menyerahkannya kepada Clara.
Clara mengambil syal itu sambil tersenyum. “Terima kasih.”
“Kenapa kau masih berdiri disini?”
“Hah? Iya ini aku ingin masuk ke dalam.”
Ketika Clara ingin berjalan tetapi Lucas menahan tangannya.
Clara menoleh. “Kenapa lagi kau menahan tangan ku, tadi kau....”
Tanpa basa basi karena hujan semakin deras, Lucas langsung saja melepas jaket hitamnya lalu mengangkat ke atas untuk menutupi kepala mereka berdua.
Clara terdiam melihat sikap Lucas yang menurutnya momen langka.
“Kenapa dia tiba-tiba berubah seperti ini? batin Clara. “Bukankah tadi dia marah-marah kepada ku?”
__ADS_1
...Bersambung…....
First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan