Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia
Menikahi Clara


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


Carlos berdehem. “Kenapa kau belum membunuh wanita itu?” bingung. “Dan kenapa kau masih membiarkannya untuk hidup di mansion ini?” sambungnya. “Bukankah kau selalu patuh dengan perintah big bos? Dulu kau juga pernah di suruh untuk membunuh seorang wanita dalam hitungan beberapa jam orang itu pun mati di tangan mu.” Semakin bingung dan bertanya-tanya.


“Lalu?” tanya Lucas.


“Tapi kenapa dengan wanita tawanan ini sangat berbeda?”


“Berbicara omong kosong apa kau ini?” ingin melempar barbel kepada Carlos.


Carlos yang melihat itu langsung menggeleng dengan cepat sambil nyengir. “Aku hanya bingung dan penasaran, kenapa kau bersikap seperti ini.”


Lucas terdiam.


“Apa jangan-jangan kau menyukainya?”


“Tidak, aku hanya ingin memberi dia kesempatan untuk membayar semua hutan itu kepada big bos.”


“Kenapa kau ingin memberi dia kesempatan? Bukankah kau tidak pernah memberikan kesempatan kepada orang yang bermasalah dengan mu?”


Lucas mengangguk lagi.


“Kalau dia tidak bisa juga membayar hutang itu, apa kau langsung membunuhnya?”

__ADS_1


Lucas meletakkan barbel sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.


“Jika wanita itu hanya mempunyai hutang, tidak mungkin bis bos menyuruh mu untuk membunuh wanita itu.” Mulai berpikir. “Ini sangat mencurigakan.” Menaikkan alisnya. “Ku rasa permasalahan wanita ini dengan big bos tidak hanya sebatas hutang saja.”


“Maksud mu?” Lucas kurang mengerti maksud dari Carlos.


“Ya menurut ku, mungkin ada permasalahan lain yang tidak bisa dimaafkan.”


Lucas mengangkat kedua bahunya. “Big bos hanya mengatakan bahwa ayahnya berhutang dengan jumlah yang sangat besar kepadanya.”


“Tapi yang membuat ku heran dengan mu, kenapa kau tidak bisa langsung membunuhnya tanpa harus memberikan kesempatan?”


Carlos mengenal Lucas sudah sangat lama jadi tahu bagaimana sifat Lucas.


“Bahkan ketika wanita itu sakit, kau malah membantunya pergi ke rumah sakit bersama kedua bawahan.”


Carlos menatap Lucas dengan serius.


“Dia harus menikah dengan ku.”


Carlos yang mendengar itu langsung tersedak.


Uhukk… Uhukk… Uhukk…


“Jagan gila kau, kau sedang bercanda kan?” tidak percaya dengan ucapan Lucas. “Apa kau serius ingin menikah dengan wanita tawanan mu itu?”

__ADS_1


“Apa aku terlihat sedang bercanda?”


“Ah tidak tidak, berarti kau sudah melupakan mantan kekasih mu itu?”


Seketika Lucas teringat wajah Celine.


“Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku? Apa kau masih belum bisa melupakannya?”


Carlos berjalan mendekati Lucas lalu merangkulnya. “Atau kau menikahi wanita tawanan mu ini untuk menjadikannya pelampiasan agar ketika kau bertemu dengan man….”


Lucas melepas paksa tangan Carlos dari bahunya. “Diamlah, tidak usah banyak bicara! Telinga ku sakit mendengar suara mu.”


“Apa kau yakin dengan rencana mu itu? Sepertinya wanita itu akan menolak mu.”


“Yang kau katakan itu benar, dia pasti menolak ku.” Menarik ujung bibirnya. “Tapi aku akan mengancamnya kalau dia tidak bisa membayar hutangnya, maka perusahaan itu yang menjadi bayarannya.”


Carlos menggelengkan kepala sambil menepuk-nepuk punggung Lucas. “Wah ide yang sangat bagus itu.” Berdehem. “Ku harap ketika kau sudah menikah dengan wanita itu, kau bisa melupakan mantan kekasih mu itu.”


“Jangan pernah membahasnya didepan ku!” tegas Lucas yang sudah muak membahas tentang mantan kekasihnya.


“Oke oke, yang paling terpenting big bos tidak tahu dengan rencana mu ini. Karena kalau dia tahu kau pasti di bunuhnya.”


Setelah itu Carlos pun memutuskan untuk keluar duluan dari ruang olahraga. Sementara Lucas masih berada didalam sana.


...Bersambung…...

__ADS_1


First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan


__ADS_2