
HAPPY READING!!!
*****
#FLASHBACK ON
Jalanan kota di Seoul ada sebuah mobil melintas dengan kecepatan sedang, terlihat seorang wanita sedang menyetir karena supir yang mengantar mobil itu ke Bandara lalu supir pulang menggunakan taksi.
“Akhirnya aku di Seoul juga.” Clara tersenyum senang karena kembali dengan selamat di kota kelahirannya. “Aku jadi ingin mampir ke Mall dulu.” Tersenyum.
Clara melajukan mobilnya menuju salah satu Mall yang ada disana, tidak lama kemudian mobil Clara mulai memasuki parkiran.
Brakkk…..
Clara turun dari mobil lalu berjalan menuju pintu masuk sambil membawa tas kecilnya. Clara melihat-lihat ke sekitar dan matanya tertuju pada sebuah toko tas, Clara langsung berjalan masuk ke dalam toko itu.
Sejenak Clara memilih tas yang akan dibeli, beberapa menit kemudian Clara keluar dari toko tas sambil membawa 1 paper bag.
Clara melanjutkan shopping, Clara berkeliling sendirian untuk menghibur diri setelah pulang dari Busan.
Sebelum pulang, Clara memutuskan mampir ke salon terlebih dahulu untuk merawat rambutnya agar tetap terlihat sempurna.
Hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, Clara mengakhiri shopping nya lalu berjalan menuju salah satu restoran favoritnya untuk makan siang.
Sejenak Clara menikmati makan siangnya sendirian, setelah selesai Clara langsung pulang.
Saat ini mobil Clara sedang menyusuri jalanan kota. Clara sangat senang menyetir mobil di jalanan kota, pohon-pohon besar dan gedung-gedung tinggi di tengah kota membuat mata indah memandang.
“Argh kenapa terasa sangat panas.” Menurunkan kaca mobil.
Angin sepoi-sepoi masuk ke dalam mobil membuat rambut panjang Clara menjadi berantakan tetapi tidak mengurangi kecantikan wajahnya.
“Astaga anginnya membuat rambutku berantakan.” Menaikkan kembali kaca mobil lalu fokus menyetir.
Terlihat ada sebuah gedung besar, tinggi dan mewah yaitu perusahaan JS Group milik Clara, mobilnya pun melewati perusahaan itu.
“Sungguh aku sangat pusing memikirkan perusahaan Daddy.”
Perlahan mobil Clara belok kiri karena ingin jalan-jalan terlebih dahulu sebelum sampai ke rumahnya. Di tengah perjalanan tiba-tiba awan mendadak jadi mendung diiringi rintikan air hujan.
“Hujan?”
Clara pun melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, Clara paling senang menyetir di bawah hujan bahkan tidak lupa Clara menyetel lagu inggris yang selalu menjadi temannya ketika dalam perjalanan kemanapun itu.
__ADS_1
Nampak didepan jalanan sangat sepi hanya ada beberapa mobil yang melintas karena jalanan yang Clara lewati ini memang sangat jarang di lewati oleh orang-orang, disana hanya ada pohon-pohon besar yang menghiasi jalanan.
Rintikan air hujan semakin deras membuat kaca depan mobil Clara berembun membuatnya sedikit kesusahan untuk melihat jalanan.
Beberapa menit kemudian, tiba-tiba mobil yang ada didepan Clara mengerem secara mendadak tanpa sengaja Clara pun menabrak mobil itu.
“Astaga benar-benar hari yang sial.” Kesalnya.
Brakkk….
Terlihat ada seorang pria turun dari mobil depan lalu berjalan mendekati mobil Clara.
Seketika Clara membulatkan matanya dengan wajah yang sangat ketakutan. “Pria itu lagi, aduh hari ini sungguh bernasib buruk.”
Terdengar pria itu memukul kaca mobil Clara dengan kasar diiringi teriakan suaranya yang menyuruh Clara untuk segeran keluar dari dalam mobilnya.
Clara langsung melepaskan seat belt. “Semoga takdir baik masih berpihak padaku.”
Perasaan yang sangat takut Clara memberanikan diri untuk turun dari dalam mobil karena Clara akan berhadapan lagi dengan pria yang ditemuinya di Bandara.
Lucas menatap Clara dengan tajam. “Kau?” berdehem. “Kenapa kau selalu mencari masalah denganku?” menaikkan alisnya.
“Tidak, aku tidak tahu kalau mobil ini milikmu dan aku juga tidak berpikir akan bertemu lagi denganmu.”
Lucas menarik tangan Clara dengan kasar lalu membawanya ke samping mobil Clara. “Apa kau ingin mencari mati denganku hah?” kesalnya lagi dan lagi harus bertemu dengan Clara yang menurutnya selalu mencari masalah.
Clara berusaha melepaskan tangan Lucas. “Sa-saya akan ganti rugi.” Meneguk saliva nya. “Tolong lepaskan dulu tanganmu, sungguh sangat sakit.”
Lucas semakin mengencangkan jambakannya. “Aku tidak akan melepaskan tanganku.” Berdehem sambil mengeluarkan pistolnya lalu menodong tepat di dahi Clara. “Aku bisa saja langsung membunuhmu dengan sekali tembakan.” Menekan pistolnya.
Clara menggelengkan kepalanya. “Jangan lakukan itu, saya akan ganti rugi jadi tolong lepaskan dulu.”
Lucas menatap Clara semakin tajam dengan tangannya yang masih menjambak rambutnya. Sementara Clara hanya menatap ketakutan.
Rintikan hujan membasahi mereka berdua, terlihat jelas wajah cantik Clara di mata Lucas tetapi sama sekali tidak mempengaruhi Lucas.
'Ah bagaimana ini.' Batin Clara.
Lucas mendekatkan wajahnya. “Ku pastikan setelah ini, hidup mu semakin menderita.”
“Saya akan membayar semua kerugian ini, tapi jangan bunuh saya.”
“Bagaimana kalau aku tidak mau?” menyeringai sambil berdehem. “Kalau ganti rugi dengan nyawamu, apa kau mau?”
__ADS_1
Clara yang mendengar itu seluruh badannya langsung merinding.
“Aku tidak ingin uang tapi nyawa mu, bagaimana?” tangan Lucas menggoyangkan rambut Clara. “Kenapa kau diam saja? Apa kau takut?”
“Kenapa kau sangat kasar kepada wanita?”
“Apa kau berharap aku kasihan padamu?” melepaskan jambakan. “Urusan kita belum selesai, hari ini kau sudah mencari masalah denganku. Aku akan mencari mu!”
“Jangan, aku mohon selesaikan saja masalah ini disini.”
“Berani-beraninya kau bernegosiasi denganku, memangnya kau siapa hah?” mengamati wajah Clara. “Aku menemukanmu.” Bisiknya.
Clara dibuat bingung. “Ma-maksudmu?”
Lucas pun langsung beranjak pergi tanpa mengatakan apapun membuat Clara semakin bingung dengan perkataan AKU MENEMUKANMU.
Brakkkk....
Clara terperanjat karena mendengar Lucas menutup pintu mobil dengan kasar lalu mobil Lucas melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. Clara pun masuk kembali ke dalam mobilnya dengan pakaiannya yang sudah basah karena hujan.
“Argh bisa gila aku kalau sampai bertemu dengan pria itu lagi.” Memukul stir lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Kini suasana hati Clara sangat berantakan, perasaan yang masih takut karena perlakuan Lucas terhadapnya tadi begitu kasar.
“Untung saja kekasihku tidak kasar seperti pria tadi, argh sangat menakutkan jika mengingat kejadian tadi.
Drettt… Drettt… Drettt…..
Ponsel Clara bergetar, membuatnya langsung mengangkat telpon.
“Halo sayang?”
“Kamu dimana? Aku dirumah kamu, kenapa kamu belum pulang?” tanya seseorang yang ada ditelpon.
“Aku masih dijalan sayang, tadi aku mampir dulu ke Mall.”
“Oke, hati-hati ya.”
Clara mematikan telpon lalu meletakkan lagi ponselnya di kursi samping.
“Ku pikir dia tidak ke rumahku, dia memang paling bisa membuatku bahagia.” Gumam Clara tersenyum karena sang kekasih sudah menunggunya di rumah.
Sesaat perasaan Clara berubah walaupun terkadang pikirannya selalu ingat dengan kejadian buruk yang menimpanya.
__ADS_1
...Bersambung….....
First time Author membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan