Who, My Bos?

Who, My Bos?
Butuh Jawaban.


__ADS_3

Deliana dan sepasang suami istri sedang menikmati makan malam bersama. Selama tanpa ada mereka, Sarah dan Indra. Kehidupan Deliana semakin menggila. 


"Mbak, aku ingin bertanya sesuatu." Deliana kali pertama membuka suaranya. 


Sarah langsung menyahut, "Ya, apa itu?"


"Soal?" Deliana menggantungkan kata-katanya. Sarah sabar menunggu adik perempuan melanjutkan kata-kata itu. 


"Ada apa? Sepertinya selama Mbak tidak di rumah. Sikapmu semakin aneh? Ada masalah apa? Soal pekerjaan?" 


"Bukan! Ini soal pak Agus!" sambung Deliana langsung menatap kakaknya. Indra dari tadi diam memperhatikan dua perempuan di depan saling bertatapan. 


Sarah bungkam tak melanjutkan lagi kalimatnya. Pasti ada hubungannya dengan teman sebayanya, Agus. 


"Ada apa dengan Agus? Kamu mulai suka sama dia? Baguslah, jadi Mbak nggak perlu tabrak sana-sini." 

__ADS_1


"Bukan itu, Mbak! Dengarkan aku dulu! Aku tetap tidak suka dengannya! Kenapa, sih, Mbak ngotot banget aku suka sama pak Agus?" potong Deliana, kali ini suaranya menekan sembari menahan emosi. Iya, ia tidak ingin terbawa emosi walau membahas Agus di jam makan malam bersama. 


Sarah mengerti, ia pun menyingkirkan piringnya, dan meraih tangan adiknya. "Mbak bukan maksud ngotot, kamu bisa suka sama Agus! Mbak hanya ingin kamu beri dia kesempatan sekali," ucapnya pelan. 


Deliana sudah frustrasi kemudian menatap lekat pada kakaknya. "Maksud, Mbak? Mbak sudah tahu kalau pak Agus?" 


Sarah pindah posisi duduknya, kini telah di samping Deliana. Indra sebagai pendengar baik dan saksi di antara dua bersaudara itu. 


"...." 


"Jadi, benar yang dikatakan oleh pak Agus. Kalau Mbak sama Bang Indra meminta dia jagain aku saat kalian tidak ada di rumah?" Deliana berharap pertanyaan ia lontarkan bisa dijawab oleh Sarah dan Indra. 


Sarah melepas genggamannya, ia memindah posisi, dan lebih serius. Deliana mengerut, ia benar-benar butuh jawaban sebenarnya. Ia juga tidak peduli seberapa besar rahasia tentang mantan dosennya. Walaupun Deliana hanya tau Agus memang tipe pria yang setia. Namun, memori menyangkut dengannya sangat penasaran sekali. 


"Mbak? Apa itu semua benar? Mbak dan Bang Indra yang meminta dia menjaga aku ketika kalian mendadak dinas? Jangan diam saja, Mbak?" Deliana masih bertanya, ia sangat ingin tau. Walaupun mereka tetap bungkam untuk menjawab pertanyaan dari adiknya. 

__ADS_1


"Dia ...."


"Mas!" Sarah bersuara membuat Indra menggantung kata-katanya yang akan dia jelaskan. Tetapi melihat mata tajam dari istrinya, Indra bungkam. 


Deliana semakin curiga atas sikap suami istri ini. Deliana pun bangkit dari duduknya, ia sendiri akan mencari kebenaran tentang mantan dosennya. Meskipun sang kakak dan abang iparnya tidak menjelaskan soal Agus.


"Baiklah, jika kalian tidak menjelaskan sebenarnya. Aku yang akan mencari sendiri kebenaran itu!" ujarnya berlalu. 


"Del, Delia tunggu! Oke, Mbak akan ceritakan semua tentang Agus." Sarah langsung mencegahnya untuk tidak menemui Agus untuk sekarang. 


Deliana menoleh dan menatap tajam. Sarah mengangguk walau ia sendiri sulit untuk memulai dari mana menceritakan kisah tentang sahabatnya itu. 


"Kenapa tidak dari tadi?" Deliana hampir saja lepas emosi, buat ke rumah mantan dosennya. Ia saja belum cukup yakin ke sana. Di sinilah, Delia siap dengan apa pun kisah mantan dosennya itu. Sarah dan Indra saling berpandangan. Sebelum mereka untuk cerita segala kisah masa lalu sahabatnya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2