(Not) Cinderella Wedding

(Not) Cinderella Wedding
Bab 10 : Dia memilihmu


__ADS_3

Mederick dengan cepat menghentikan Ariella dengan menangkup wajah gadis itu yang menampakkan senyum miring. Mata coklat itu beralih menatap ke belakang Mederick dimana seorang Dalton Winston melangkah mendekat dengan kekehan yang terlihat menyebalkan untuknya.


“Kurasa kalian ingin cepat-cepat menyelesaikan acara ini. Aku takut cucuku ini hilang kendali dan melakukannya di depan orang banyak” Mendengar suara agak parau pria paruh baya itu sontak Mederick menoleh ke belakang.


“Selamat malam tuan Dalton, saya Ariella sebelumnya maaf karena saya belum sempat menyapa. Derick terlalu posesif sehingga melarang saya bertemu siapapun” ucap Ariella yang membuat suara tawa kembali terdengar, pria berusia 64 tahun itu tertawa sambil menunjuk Mederick dengan raut wajah mengejek.


“Sudah kuduga dia akan begitu dan juga jangan terlalu formal. Panggil aku kakek bagaimanapun juga kau isteri dari cucuku” Ariella tertegun, perawakan Dalton seperti pria berusia 50 tahunan, kurang lebih dengan Andrew.


“Baik kakek, senang mendengar kakek menerimaku sebagai istri Mederick” Ariella tersenyum menampakan deretan gigi putihnya yang tersusun rapi.


“Tentu saja, jika tidak kuterima mungkin kepalaku akan langsung lepas dari tempatnya” balas Dalton dengan tawa yang masih melekat. Dalam hati Ariella meringis, candaan keluarga Winston sangat mengerikan. Seolah mereka terbiasa dengan kematian.


“Jadi bolehkan kupinjam istri cantikmu ini Derick? Ada beberapa hal yang harus kubicarakan dengannya”


“Tentu boleh kakek” bukan Mederick yang menjawab namun Ariella. Gadis itu menatap kerah Mederick yang juga menatap nyalang ke arahnya. Ia tersenyum lalu mengelus dagu pria itu. Bibirnya mendekat kearah telinga pria itu “jangan lupa 100 juta milikku, tuan..” ucap gadis itu lalu mengecup singkat pipi kirinya.


“Mari kakek” Ariella kini merangkul tangan Dalton dan berlalu meninggalkan Mederick sendiri. Sedangkan Mederick menatap tak percaya pada Ariella, selama 28 tahun hidupnya tak ada seorang pun yang memperlakukannya dengan seenaknya seperti Ariella.

__ADS_1


Sadar akan pikirannya yang tak masuk akal pria itu kembali menatap kearah Ariella dan Dalton yang terlihat berbincang tak jarang tawa kecil ditampakan keduanya, tatapannya bertemu dengan mata coklat terang yang kini mengedipkan sebelah mata kearahnya membuat Mederick menyeringai.


“You’re in danger kitten!!”


-


-


Ariella mengambil dua gelas kaca berkaki yang berisi anggur yang dibawa oleh pelayan, lalu menyerahkan salah satunya pada Dalton. Keheningan yang sebentar terasa diantara dua orang yang berbeda jauh berbeda usia itu sebelum Ariella mengarahkan gelasnya dan bertos ria dengan gelas milik Dalton.


“Benar. Tapi ada kendala dalam perizinan, peraturan yang dibuat negara itu sangat ketat jadi perusahan harus memenuhi beberapa prosedur yang ada agar setelah semuanya selesai dan tidak ada pihak yang dirugikan” jelas Ariella membuat Dalton mengulas senyum. Ternyata pilihan cucunya tidak salah. Setelah mendapat suntikan dana, Andrew langsung bergerak cepat untuk memulihkan bisnisnya.


Ariella menyesap cairan merah pekat dengan aroma memikat itu. Wine Cheval Blamc 1947 membasahi kerongkongannya yang kering. Ia melirik ke arah Dalton yang hanya menatap wine dengan pandangan menerawang.


“Aku tidak menyangka ada yang mau menikahinya dengan rumor yang beredar itu” ucap Dalton mulai berbicara. Pandangannya masih mengarah pada gelas wine ditangannya


Ariella hanya terdiam menyimak ucapan Dalton seolah menunggu kalimat selanjutnya yang akan diucapkan pria itu.

__ADS_1


“Apa kau tau bahwa Derick orang yang menyebarkan rumor itu?”


“Huh? Maksud kakek?” Ariella menatap bingung, kini pandangan pria tua itu tertuju padanya.


“Pria itu sengaja menyebarkan rumor aneh agar dirinya tidak dijodohkan dengan orang lain” ucap Dalton membuat Ariella mematung.


“Lalu bagaimana dengan Stefani Loda? Ku dengar perusahaan loda bangkrut karena menolak perjodohan dengan Derick” Tanya Ariella.


Dalton menutup mulutnya. Suara tawa yang tertahan terdengar di pendengaran Ariella.


“Perusahaan loda memang bangkrut karena diakusisi oleh Winston Corp. Bagaimana mungkin ia menikah dengan wanita lain jika yang ia inginkan dirimu” ucap Dalton dengan pelan diakhir kalimatnya.


“Maksud kakek?” Tanya Ariella tak paham


“Kau tanyakan langsung pada Derick.” Ucap Dalton kembali menyesap cairan merah dalam gelas ditangannya


To be continuee💗

__ADS_1


__ADS_2