(Not) Cinderella Wedding

(Not) Cinderella Wedding
Bab 20 : Hatiku tidak murah


__ADS_3

Ariella membuka matanya ketika merasakan sesak. Mata coklat itu terlihat sayu, namun hal itu tidak berlangsung lama karena secara spontan matanya melotot mendapati dada bidang seornag pria yang berada tepat didepan wajahnya.


Ariella mendongak menatap wajah sang pemilik tubuh sontak saja dia mendorong tubuh Mederick. Tetapi, tangan Mederick yang melingkar di pinggang Ariella membuat gadis itu kesulitan bergerak hingga Ariella hanya bisa pasrah dengan posisinya saat ini.


Ariella menatap Mederick yang masih tertidur dengan tenang. Dia tidak mengira jika Mederick sudah pulang karena ia tau pria itu akan pergi ke luar negeri. Wajah pria itu terlihat lelah namun tetap tampan.


Tangan Ariella terulur menyentuh wajah Mederick. Ia mengusap rahang pria itu dengan pelan takut membangunkan sang empunya. Mederick yang merasakan sentuhan Ariella pada wajahnya langsung terbangun.


Ariella menatap mata abu-abu yang mulai terbuka itu, tangannya masih tetap menyentuh wajah Mederick. Mengusap pelan, menghantarkan kelembutan dan kenyamanan bagi sang empunya wajah.


“Kau tidur nyenyak?” Ariella bertanya pelan


Mederick berdehem dan kembali mendekap Ariella. Kali ini ia meletakkan kepalanya di leher Ariella. Memeluknya dengan erat, mata abu-abu itu kembali tertutup.


“Der..”


“Hmm”


Ariella terdiam, haruskah ia kembali mengatakan permintaanya sekarang? Ketika Mederick sedang dalam mode jinak.


“Kenapa?” Mederick menjauhkan wajahnya, menatap Ariella. Ia menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang dan menarik Ariella dalam dekapannya.


“Aku ingin memiliki saham perusahaan Darwin” ucap Ariella santai


“Berapa persen?” tanya Mederick. Tangan pria itu mengusap rambut Ariella yang berantakan.


“21 Persen, jumlah semua saham yang kamu punya untuk perusahaan itu” ucap Ariella


“Oke”


Oke? Mederick mengatakan oke, untuk saham sebesar 21 persen itu? Ariella terdiam, dia kaget, tak percaya sekaligus senang jika Mederick memberikan saham itu padanya tapi, kenapa mudah sekali.


“Kamu tidak bertanya?” Tanya Ariella, ia mentap Mederick dengan kening berkerut bingung


“Tentang?”


“Saham itu”


“Aku membelinya memang untukmu” ucap Mederick yang membuat Ariella semakin tidak paham.


“Maksudnya?” Ariella mendudukkan dirinya, menatap lurus kearah Mederick.


“Aku sudah bilang akan membantumu merebut perusahaan Darwin” jawab Mederick. Ariella tersenyum tipis ia mengingat janji pria itu saat mereka pertama kali bertemu. Tapi bukan itu yang jadi kebingungan Ariella. Mederick membeli saham itu sebelum mereka menikah lalu kenapa pria itu mengatakan memang membeli saham itu untuk dirinya?


“Tapi setelah ku pikirkan lagi apa yang ku dapatkan jika aku berikan saham itu padamu?” Tanya Mederick membuat Ariella membulatkan matanya, Padahal tadi pria itu sudah menyetujuinya.


“Bisakah kau bermurah hati memberikannya padaku”

__ADS_1


“Kau taukan, hati ku tidak murah ”


“Lalu apa mau mu?” Ariella bertanya acuh.


Pria itu tersenyum miring, lalu menarik pinggang Ariella sehingga tubuh mereka kembali menempel. Ariella mengangkat kepalanya sehingga ia bertatapan dengan Mederick.


“Ciuman” Jawab Mederick santai sedangkan Ariella terdiam mematung. “Cium aku” ucap Mederick lagi.


“Tidak bisa, aku masih amatiran bukan sepertimu yang sudah terbiasa melakukannya” Ucap Ariella, Mederick tersenyum miring.


Apa kata Ariella tadi dia terbiasa ciuman? Jangan bercanda bahkan disentuh wanita lain saja ia sudah marah apalagi ciuman dengan wanita lain. Mungkin ia akan langsung membunuh wanita itu.


“Kalau begitu sahamnya kita tunda” Ariella membelalak, secepat kilat Ariella mengecup bibir Mederick. Mederick menyeringai, Ariella benar-benar tidak ahli dalam berciuman.


“Itu kecupan, yang ku inginkan ciuman” Ucap Mederick


“Aku tidak tau caranya” Jujur Ariella, dia membuang pandangannya kearah lain.


“Aku bisa mengajarimu dengan baik.”


“Emph..” Mederick menyerang Ariella tanpa diduga, tangan kekarnya membawa tubuh Ariella duduk di pangkuannya. Bibir panas Mederick bergerak membabi buta, mengeksplore bibir Ariella dengan keadhilan di atas rata-rata, membuat gadis itu tidak bisa menolak.


Medercik menciumnya dengan liar seolah dunia hanya milik mereka berdua. Tangan kekarnya turun menyentuh pinggang Ariella, hingga tubuh gadis itu tersentak saat Mederick mengusap pinggangnya dengan lembut.


Ariella tersadar apa yang mereka lakukan. Ia mendorong dada Mederick membuat ciuman panas itu terhenti. Matanya menyorot menyorot Mederick dengan sorot kesal sedangkan Mederick tertawa kecil dengan tangan yang mengusap bibir Ariella yang basah.


“Sudah” Ucap Ariella. Dia menjauhkan tangan Mederick dari bibirnya


“Ciuman yang kamu mau sudah dilakukan, jadi berikan saham itu” jelas Ariella


“DAMN IT! Are you kidding me!” ucap Mederick frustasi seharusnya ia meminta lebih tadi.


-


-


Ariella menghela nafasnya, pagi ini dia akan pergi untuk mulai menjalankan rencananya tapi tingkah Mederick sungguh membuat gadis itu geleng-geleng kepala


“Kenapa kau mempekerjakan banyak orang untuk mengikuti ku” ucap Ariella ketika Mederick menambah jumlah pasukan anak buahnya untuk mengawal Ariella.


“Tidak banyak, hanya 5 orang”


“Bohong, jangan lupakan para bayanganmu!”


“Kau tau?” tanya Mederick dengan seringaian tipis dibibirnya


“Justru aneh jika aku tidak tau. Aku merasa seperti ******* yang di ikuti kemanapun” Ucap Ariella sambil memutar bola matanya jengah

__ADS_1


“Itu untuk keamananmu”


“Orang awam tidak tau jika aku istri Mederick Winston dan tidak ada ancaman yang ku rasakan, jadi bisa tidak biarkan aku bebas, aku risih dengan mereka” ucap Ariella kesal


“Aku punya banyak musuh yang mengicarmu, Riel” ucap Mederick.


Ariella diam. Ia teringat kejadian di hotel saat malam pertama pernikahan mereka. Itu pertama kalinya ada seseorang yang ingin membunuhnya, meskipun ia tak yakin apakah itu untuk membunuhnya atau membunuh Mederick.


“Dia saja yang ikut denganku” Ariella menunjuk salah satu dari para pria berseragam hitam itu.


Mederick mendengkus keras. Ia tidak bisa memaksa gadis keras kepala seperti Ariella kecuali ia menerimanya.


“kembalilah sebelum jam 5. Kakek mengundang kita dinner malam ini” Ucap Mederick


“Oke” ucap Ariella disertai kekehan kecil


Sebuah mobil putih mulai berjalan keluar dari gerbang mansion milik Mederick. Ariella menatap sang pengemudi melalui kaca tengah.


“Siapa namamu?” Tanya Ariella


“Kit, Nyonya” Jawab Kit, ia melirik Ariella sekilas melalui cermin lalu kembali fokus pada jalan


“Hanya kit?”


Kit mengangguk “Tuan yang memberikan saya nama itu. Sebelumnya saya tidak punya nama Nyonya” Jelasnya


Untuk sementara tubuh Ariella membatu, dia menatap Kit dengan sorot tak terbaca sebelum akhirnya mengulas senyum tipis dan memilih untuk menatap pemandangan diluar mobil.


Kali ini jalanan terhitung normal, tidak seperti saat pertama kali yang penuh dengan pepohonan seperti hutan. Mobil yang Ariella naiki berhenti didepan bangunan tinggi. Dia turun setelah mengucapkan terimakasih pada Kit.


Ariella menatap bangunan itu lalu tersenyum lebar setelahnya dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam Darwin corp, perusahaan milik Andrew. Setelah lulus kuliah 1 tahun yang lalu ia memang bekerja di sini sebagai salah satu aritektur yang membantu Darwin corp berkembang. Seorang pria yang menjadi asistennya telah berada di ruang kerjanya.


“Bagaimana kabarmu, Jim?” Ia bertanya pada Jimmy, asistennya.


“Cukup buruk, Andrew memberikanku banyak konsep. Sepertinya ia berminat memenangkan tender Perusahaan Boya.”


“Setelah mendapatkan Wston kini dia ingin Boya, benar-benar tamak”


Ariella meraih berkas yang diserahkan Jimmy, berkas itu berisi penjelasan tentang konsep yang diinginkan oleh perusahaan Boya.


“Jam berapa rapat para direksi?” tanya Ariella


“Jam 2, kenapa?”


Ariella melirik jam tangannya, jam 13.20 itu berarti kurang dari 1 jam lagi. Tanpa menjawab pertanyaan Jimmy Ariella mulai membuat gambaran sketsa di tabletnya.


“Kau mau kemana?” ucap Jimmy ketika melihat Ariella merapikan berkas dan tabletnya.

__ADS_1


“Mengejutkan pamanku” Ariella membalik tubuhnya dan pergi


To be continuee💗


__ADS_2