(Not) Cinderella Wedding

(Not) Cinderella Wedding
Bab 8 : Wedding


__ADS_3

Penikahan yang disiapkan kurang dari 24 jam akhirnya didepan mata. Setelah membuka mata Ariella justru berada disebuah kamar hotel bintang 5 milik keluarga Winston. Hotel Wston namanya. Tempat yang akan menjadi lokasi pernikahan mereka. Kini dirinya telah dirias oleh Madame Clare, seorang make up artis kelas dunia. Jangan lupakan gaun putih tulang panjang yang mengekspos punggung putihnya yang bersih. Salah satu gaun karya desainer terbaik.


“Hallo Ariella” Ariella menatap sosok yang memanggilnya melalui pantulan cermin.


“Bisa tinggalkan aku dengan kakakku, aku ingin berbicara berdua dengannya” Madame Clare mengangguk lalu pergi meninggalkan Ariella dan Faniya. Kedua kakak adik tak sedarah itu.


“Lihatlah dirimu, dalam semalam kau sudah menjadi Cinderella.” jujur Faniya iri dengan kecantikan Ariella. Selain karena wajahnya, Ariella memiliki aura yang memikat.


Bahkan saat kuliah ada seorang laki-laki yang disukai Faniya malah mengaku mencintai Ariella itulah yang membuatnya membenci Ariella padahal gadis itu hanya anak angkat dikeluarganya. Tapi itu bukan masalah lagi sekarang karena Ariella akan menikahi pria yang buruk rupa.


Merasa tak ada respon yang berarti dari Ariellla, Faniya menahan raut kesalnya. “Apa kau sudah bertemu dengan pria itu? Bagaimana rupanya?” Tanya Faniya


“Tidak buruk.” jawaban Ariella singkat namun mampu membuat Faniya tertawa. Tawa mengejek memenuhi kamar itu.


“Aku tak menyangka akan secepat ini kalian menikah, apa pria itu tidak ingin mempelainya melarikan diri seperti sebelumnya?” Faniya menampilkan senyum miringnya.

__ADS_1


“Justru aku yang tidak ingin kehilangannya. Ngomong-ngomong aku harus keluar sekarang, mempelai priaku menunggu” Setelah menatap bayangan dirinya pada cermin, Ariella melangkah keluar diikuti Faniya. Beberapa pelayan menghampirinya, membantu mengangkat gaun putihnya yang terseret.


Sampai di depan pintu ballroom hotel. Tangan gadis itu mendingin. Siapa yang tidak gugup jika diusianya yang baru 23 tahun gadis itu harus menikah dengan Mederick Winston, billionere berusia 28 tahun itu. Ariella bisa menebak semua orang akan terkejut melihat rupa pria itu yang sangat berbeda dari rumor yang beredar.


Ariella menatap sebuah tangan yang terulur padanya. Andrew sang ayah angkat yang menatapnya dengan lemah. Entah mengapa pria paruh baya itu seperti tak tega membiarkan Ariella menikah padahal Ariella tau dengan pernikahan ini maka perusahaan Darwin akan mendapatkan suntikan dana yang besar dari Winston.


“Pegang tanganku Ariella” bisik Andrew.


Pintu terbuka Ariella mengandeng tangan Andrew dan berjalan beriringan menuju altar pernikahan. Karpet merah menjadi tapakan Ariella menuju pria yang memunggunginya tubuh tegapnya terbalut dengan tuxendo putih dan celana kain dengan warna yang serupa, serasi sekali dengan gaun putih tulang yang Ariella gunakan.


Mederick berbalik menyambut kedatangan Ariella. Ariella menaikkan alisnya ketika melihat Mederick menggunakan topeng berwarna keperakan yang menutupi seluruh wajahnya.


Setelah tiba di altar, Andrew menyerahkan tangan Ariella yang langsung disambut oleh Mederick. Keduanya kini berdiri berhadapan. Tatapan Ariella bertemu dengan manik abu-abu Mederick yang terekspos.


Ariella menampilkan senyum manisnya, sekilas ia dapat melihat mata pria itu terpesona oleh tampilannya hari ini.

__ADS_1


Bukankah ada pepatah yang bilang bahwa wanita akan terlihat sangat mempesona dengan gaun pengantinnya dan sepertinya ia mengakui bahwa pepatah itu benar. Dengan balutan gaun pengantin mewah itu. Wajah Ariella dipenuhi dengan senyuman sehingga menimbulkan decakan kagum ketika melihat Ariella.


Atensi mereka beralih ketika seorang pendeta mulai menyuruh mereka untuk mengucapkan janji suci. Mederick meraih tangan kiri Ariellla memasangkan cincin pernikahan mereka yang berhiaskan berlian biru kecil, yang membuat Ariella terkejut ia tahu berlian apa yang ada di cincin tersebut.


Namanya “angel sea” berlian biru langka yang jika ditafsir harganya mungkin setara dengan harga hotel yang kini mereka tempati. Agak berlebihan menurut Ariella jika mengingat pernikahan mereka didasarkan pada kontrak dan tujuan masing-masing.


Ariella tersentak dari lamunannya ketika merasakan elusan pelan ditangannya. Mederick mengelus pergelangan tangannya, tatapan pria itu menyorot pada kotak cincin yang dipegang oleh salah satu Bridemaid. Lantas Ariella segera meraihnya dan memasangkannya pada jari manis Mederick.


“Dengan ini maka, kalian sudah sah sebagai suami dan isteri. Apa yang telah disatukan oleh tuhan tidak dapat diceraikan oleh manusia” ucap pendeta itu menutup ikrar suci mereka, dalam hati Ariella ingin tertawa. Bukankah sekarang mereka berdua sedang bermain-main dengan pernikahan yang suci.


“Silahkan mencium pengantin wanitamu” lanjut pendeta itu


Ariella menatap Mederick, wajah pria itu ditutupi topeng jadi tidak mungkin mereka akan ciuman, kecuali Ariella nekat untuk mencium topeng pria itu.


To be continuee💗

__ADS_1


__ADS_2