(Not) Cinderella Wedding

(Not) Cinderella Wedding
Bab 29 : Side story


__ADS_3

“Kau tidak akan bisa menyakitiku, Der. Akui saja itu”


“Karena kontrak kita?” Mederick tertawa geli


“Bukan” Ucap Ariella cepat. Tangannya meraih pistol yang berada tepat dikepalanya dan membalik posisi pistol itu kearah Mederick. “Karena kau mencintaiku, sejak awal, bahkan sebelum kontrak kita dimulai!” Ucap Ariella yakin membuat mata abu-abu itu berkilat.


“Cinta katamu?! Kau benar-benar memandang tinggi dirimu yaa, Ariella”


Ariella mendongak dengan tatapan mengejek, pistol itu masih terarah pada Mederick “Lalu kenapa kau diam saja saat pistol ini terarah padamu” Ariella bertanya balik. Mederick menyeringai


“Kau tidak akan menarik pelatuknya”


“Oh ya? Bisa saja aku salah tekan, seperti katamu aku inikan tidak bisa ditebak”


Mederick terkekeh dia melepaskan tangannya yang ditahan Ella dan membiarkan Ariella mengambil alih pistol yang terarah di kepalanya. Kini Ariella memegang pistol itu dengan tangannya sendiri


“Silahkan” Mederick tersenyum tipis.


Ariella mengarahkan pistol itu kearah langit-langit mansion dan Klek… Ariella berdecih, pistol itu ternyata tidak memiliki peluru. Di depannya wajah Mederick terlihat sangat mengejeknya.


“Aku tidak mungkin membiarkanmu bermain dengan pistol yang memiliki peluru, Riel” Bisik Mederick.

__ADS_1


“Sesuka itu ya kau denganku sampai tidak ingin aku bermain dengan benda berbahaya ini” sebenarnya Ariella berniat bercanda saat mengatakan ini namun Ariella terkesiap saat tangan besar Mederick menarik lengannya kuat. Tubuhnya terhempas menabrak dinding.


“Jadi apa yang akan kau lakukan saat menyadarinya Riel…” Mederick mengumam “Kau tidak berpikir untuk larikan?” Lanjutnya dengan suara yang mampu membuat Ariella merasa berada dalam situasi yang berbahaya.


Namun disisi lain hal ini juga merupakan sesuatu yang bagus untuknya. Entah itu rasa suka, cinta atau obsesi sekalipun semua itu akan Ariella manfaatkan dengan sebaik mungkin


Tangan Ariella terulur mengelus wajah Mederick membuat pria itu memejamkan matanya menikmati sentuhan Ariella. Ariella menyeringai samar, Mederick sudah tertarik padanya dan itu akan semakin memudahkan rencananya.


“Aku tidak mungkin lari. Kau sudah berjanji akan menemukan Leander untukku, Der..” Suara Ariella terdengar sangat lembut memancing mata abu-abu itu terbuka dan memandangnya dengan intens “Good Girl, kau akan segera bertemu dengannya”


“Kau sudah tau dia dimana?” Ariella sedikit menjauhkan tubuh Mederick dari depannya, nada suara gadis itu terdengar meninggi.


“Hmm” Mederick kembali memeluk Ella, menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher gadis itu “Dia terdampar di pulau” Gumam Mederick.


“Kapan kau akan membawanya padaku?”


“Kau butuhnya kapan?” Mederick bertanya balik membuat mulut Ariella menganga. Semudah itukah Mederick menemukan dan membawa Leander padanya? Jika begitu sudah sejak awal Ariella akan memanfaatkan kuasa pria ini


“Dalam 3 hari, aku ingin bertemu dengannya. ngomong-ngomong wanita tadi..” ucap Ariella merujuk pada wanita yang baru saja Mederick tembak. Ariella sengaja mengalihkan pembicaraan mereka “Drevon Archard yang mengutusnya?” Ariella bertanya, meskipun dia sudah tau jawabannya.


“Benar, kau ingat dengan pria tua itu, Riel?” Mederick mengelus wajah Ariella.

__ADS_1


“Entahlah, selain di pesta waktu itu kurasa aku pernah bertemu dengannya tapi aku lupa”


“Dia pria yang menabrak mobil orang tuamu, Riel. Dia yang menyebabkan kematian orang tuamu dan menyebabkan kau terdampar di panti asuhan” Tutur Mederick yang anehnya tidak membuat Ariella terkejut sama sekali. “Jadi kau sudah tau?” Tanya Mederick setelah memperhatikan respon Ariella yang hanya diam menatapnya


Disisi lain seorang pria bertopi hitam memasuki sebuah ruangan gelap. Ia menunduk dengan sedikit bergetar “Ada kabar baik untukku?” Tanya Andrew pada pria bertopi itu


“Mata-mata kita telah mati. Drevon mengambil langkah sendiri saat bertemu Ella di pesta” lapornya yang membuat Andrew menggeram. Setelah pria itu keluar Andrew langsung meraih handphonenya, mencoba menghubungi Drevon. Pria paruh baya itu menggeram saat Drevon tidak mengangkat telponnya.


“Sialan kau Archard!” Andrew memaki. Laporan dari anak buahnya jika Drevon membuat rencana sendiri setelah melihat Ariella di pesta membuat Andrew menjadi sangat murka.


Drevon adalah kerabat jauhnya dan pria itu juga yang membantunya untuk merebut perusahaan milik Rafael - Ayah Ariella. dan mereka juga menyembunyikan pewaris sahnya yaitu Leander di sebuah pulau terpencil milik Drevon, tentunya dengan keamanan yang dijaga oleh orang-orang Andrew


Andrew sengaja tidak membunuh Leander dan membiarkan pria itu hidup di pulau itu agar dapat menjadikannya ancaman untuk Ariella seperti sekarang dan untuk Ariella, Andrew memang menginginkan gadis itu karena rupanya yang mirip dengan Liliana.


“Tuan” Bawahan Andrew kembali masuk ke ruangannya.


“Ada apa?” Tanya Andrew masih dengan amarah yang menggebu


“Terjadi ledakan besar di pulau Palmra, hanya 6 penjaga yang selamat sisanya mati”


Andrew terdiam. Pulau Palmra adalah tempatnya menyembunyikan Leander.

__ADS_1


To be continue💗


__ADS_2