
Ariella menatap Mederick, wajah pria itu ditutupi topeng jadi tidak mungkin mereka akan ciuman, kecuali Ariella nekat untuk mencium topeng pria itu. Melihat tatapan Ariella yang terlihat enggan, Mederick menyeringai.
Perlahan pria itu melangkah mendekat. Tangan kanannya meraih pipi gadis itu. Jantung Ariella berdebar bukan karena gugup namun ia malu jika berciuman disaksikan orang banyak. Apalagi ia mencium topeng.
Perlahan wajah Mederick mulai turun, mata coklat madu Ariella bertatapan dengan mata abu-abu milik Mederick. Mederick berhenti sejenak, ia melepaskan topeng yang menutupi wajahnya.
Mederick mengabaikan keterkejutan seluruh orang dalam ballroom hotel itu, dia justru semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Ariella hingga perlahan bibir pria itu mulai menempel dengan bibir Ariella membuat gadis itu memejamkan matanya.
Faniya terdiam. Kedua tangannya mengepal dengan tatapan yang menatap tak percaya pada sosok tuan muda Winston yang melepaskan topengnya, bahkan secara otomatis menutup mulutnya dengan tangan.
“Ti-tidak mungkin, di-dia tuan muda Winston?” Faniya bertanya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Faniya tak bisa mengalihkan pandangannya dari sosok Mederick yang sangat sempurna dengan tuxendo putih yang dikenakannya. Sayangnya adegan yang dilihatnya justru membuatnya geram. Pria sempurna itu mencium Ariella, kakak angkat sialannya.
Suara tepuk tangan memenuhi ruangan itu. Namun ciuman kedua mempelai yang baru saja menikah itu belum juga terlepas. Malahan kini tangan Mederick beralih kebelakang leher Ariella, mendorongnya untuk memperdalam ciuman mereka.
Ciuman yang mulanya hanya sebuah kecupan dengan bibir yang menempel kini mulai panas dengan decapan kecil yang dilakukan Mederick.
Mata Ariella yang terpejam kini terbuka sempurna kala lidah pria itu berusaha menerobos masuk. Ia melotot kearah mata abu-abu yang juga terbuka itu. Mendapati pelototan itu Mederick medesis lalu melepaskan ciuman panas mereka.
Mederick menatap ke segala pejuru memindai semua tamu yang terdiri dari sekitar 100 orang itu terdiam membeku. Mungkin terintimidasi oleh tatapan tak bersahabat yang Mederick layangkan atau terkejut dengan rupa tuan muda Winston yang sangat tampan.
Alasannya? tentu saja sesuai dengan perjanjian pernikahan yang ditanda tangani Ariella kemarin, mereka hanya menikah untuk memainkan peran didepan kakek Mederick. Seperti sekarang Mederick berucap seolah akan selalu melindungi istrinya.
__ADS_1
Ariella melirik kearah tuan besar Winston, Dalton Rundus Winston yang hanya menampilkan senyum tipis. Mederick menjelaskan bahwa mereka ingin menjalani pernikahan dengan nyaman tanpa liputan media, dan Tuan Dalton mengiyakan itu. Bagi pria tua itu yang penting Mederick menikah.
Beralih pada Mederick, setelah berucap demikian pria itu beralih pada Ariella lalu mengecup pipi gadis itu. “Bertingkahlah seperti kita saling mencintai, kakek sedang melihat”
“Berapa bayaranku?” Tanya Ariella sontak membuat Mederick tersenyum miring. Terakhir kali mereka berbicara Mederick bisa menduganya. Namun kali ini ucapan gadis itu membuatnya semakin tertarik. Bukankah ia tidak akan kekuarangan apapun setelah menjadi isteri Mederick?
“Bayaranku secara pribadi, bahkan seorang artispun akan dibayar saat berakting” Ucap Ariella seolah menjawab pertanyaan yang bersarang diotak Mederick.
Mederick mengeringai, Ariella menginginkan give and take. Ariella membantunya selain status isteri dalam kontrak dengan bayaran yang berbeda. “100 Juta jika kakek menuju kesini dan menghentikan tingkahmu”
“Oke setuju” setelah mengatakan itu. Ariella langsung menabrakkan tubuhnya ke dalam dekapan Mederick, memeluk pria itu erat. Kepalanya terangkat menatap ke arah Mederick yang lebih tinggi darinya. Alis pria itu terangkat seolah menunggu aksi selanjutnya yang akan dilakukan Ariella.
__ADS_1
“Shit!” Mederick memaki terahan. Matanya bergerak gusar ketika Ariella mengecup lehernya dan menghujani rahang kokohnya dengan kecupan singkat. Sesuatu dalam diri pria itu memberontak seolah ingin mengambil alih kendali tubuhnya. Perlu di ingat jika Mederick juga pria normal
To be continuee💗