(Not) Cinderella Wedding

(Not) Cinderella Wedding
Bab 21 : Saingan?


__ADS_3

“Maaf atas keterlambatan saya” Ariella masuk ke dalam ruang rapat yang terisi dari 11 orang perwakilan dari berbagai perusahaan yang menjalin kerja sama, Andrew Darwin sang pemilik Darwin Corp memandangnya dengan tatapan bertanya.


“Apa yang dilakukan oleh seorang pegawai di sini?” tanya Alberto, pria paruh baya yang duduk disisi kanan Andrew. Jika Ella tidak salah pria itu adalah dewan komisaris untuk perusahaan Boya.


“Saya Ariella Winston, ngomong-ngomong posisi saya saat ini bukan pegawai Darwin tapi Arsitek sekaligus pemilik saham terbesar kedua di perusahaan Darwin.” Ariella melangkahkan kaki dengan santai, dia mendudukan diri di satu kursi kosong yang harusnya terisi oleh Mederick.


“Omong kosong apa yang kamu katakan Ella?” Andrew berucap tenang, berusaha menjaga wibawanya di depan delegasi perusahaan lain.


“Anda bisa cek daftar pemilik saham Darwin, aku menjadi pemilik saham terbesar kedua sejak tadi pagi” Ariella menyerahkan berkas berisi kepemilikan saham yang ia dapatkan dari Mederick.


Andrew yang mematung tak percaya. Reaksi yang sama dapat Ella lihat dari para pemimpin perusahaan lain yang berada di sana. Tatapan Ariella terhenti pada sosok pria muda yang tersenyum menawan didepannya.


Pria itu menatap Ella dengan senyum tipis, rekasi pria itu seperti sudah mengenal Ariella padahal Ella yakin dia tidak pernah melihat sosok pria berambut coklat didepannya ini. Ella hanya menduga jika pria itu adalah salah satu pemimpin perusahaan yang menjadi kolega Andrew.


Melihat respon yang Ariella berikan membuat pria itu mengulas senyum lebar. Ariella bisa merasakan ancaman dari senyuman pria itu.


“Jadi bisa kita lanjutkan rapatnya?” Ucap Ariella memutus tatapannya dari pria muda didepannya itu.


“Tentu nona” jawab Pria di depan Ariella dengan senyum yang kian melebar


Rapat kembali berjalan namun kali ini terasa canggung akibat kedatangan Ariella yang tiba-tiba. Andrew menahan geramnya ketika Ariella menolak semua ide yang di cetuskan oleh direksi lain.


“Sepertinya nona Darwin tidak memahami topik rapat kita kali ini”


Ariella menatap ada sosok yang berbicara padanya dengan nada meremehkan.

__ADS_1


“Apa maksud anda tuan Alberto?”


“Nona Darwin menolak semua gagasan yang kami berikan karena tidak memahami bagaimana konsep pembangunan yang akan kami lakukan” ucap pria paruh baya itu masih dengan nada remeh.


“Kalian akan menggusur rumah masyarakat dan memberikan ganti kerugian bukan? tapi apa ganti rugi 10 juta itu setara dengan rumah dan tanah perkebunan mereka yang kalian hancurkan demi membangun proyek ini” ucap Ariella membuat keadaan hening seketika.


“Oh ya ngomong-ngomong aku bukan lagi Nona Darwin tapi Nyonya muda Winston” tekan Ella. Senyum puas terpatri di bibir Ella. Jika dia sudah membawa kedudukannya sekarang maka tidak akan ada yang berani melawannya terlebih jika Ariella menyeret nama Winston dalam ucapannya.


“lalu apa kau memiliki saran lain Ariella Winston? Kau tau bukan kita membutuhkan lahan yang besar untuk menjalankan proyek ini” ucap Pria di depan Ariella membuat Ariella meliriknya sekilas


“Berikan mereka 100 Juta dan sediakan hunian baru setelah proyek ini selesai dalam 5 tahun kembalikan lahan perkebunan itu kepada mereka”


“Jangan mengarang Ariella, saranmu justru akan membuat kami bangkrut”


“Wah benar-benar tamak. Kalian pikir aku tidak tau jika kalian akan mendapatkan puluhan triliyun dengan berjalannya proyek ini. Jadi apa lagi yang perlu kupahami tuan Alberto?” sosok pria muda yang berada didepan Ariella tersenyum miring. Ia menatap dalam pada mata coklat milik Ariella dengan penuh ketertarikan.


“Aku setuju dengan ide Ariella, setidaknya masyarakat tidak akan menolak proyek yang akan kita lakukan” Ariella menatap pria didepannya dengan satu alis yang terangkat, semudah itukan membuat pria itu menyetujuinya


“Tuan Parker-” baru saja Alberto ingin menyela namun langsung dihentikan oleh Andrew. Pria pruh baya itu bangkit dari kursinya dan mentap seluruh perwakilan perusahaan yang ada


“Rapat hari ini kita tunda dan Ariella temui aku di ruanganku”


Andrew meninggalkan ruangan dengan rasa kesal begitu pula dengan Alberto, dia selalu menatap Ariella dengan pandangan penuh permusuhan.


“Selamat, kau sudah menjadi musuh perusahaan” Seru Axel Parker, pria yang duduk didepan Ella sejak tadi

__ADS_1


“Apa itu artinya aku menjadi musuhmu juga?” Tanya Ella acuh, dia melangkah keluar dari ruangan rapat diikuti dengan Axel tepat dibelakangnya


“Aku menyukaimu” ucap Axel membuat langkah Ella terhenti, dia membalik tubuhnya menatap Axel.


“Pardon?”


“Ku bilang aku menyukaimu” ulang Axel


“Maaf, aku sudah menikah” ucap Ariella sambil menampilkan cincin di jari manis tangan kirinya.


“Memangnya kenapa? aku bertanya” Seru Axel dengan senyum lebarnya


“Hah?”


“Aku tidak peduli meskipun kau sudah menikah, aku kan hanya bilang jika aku menyukaimu” tutur Axel yang membuat Ariella menganga. Dia pikir Axel ini tipe pria cool dan penuh dengan misteri seperti Mederick tapi nyatanya tidak


“Ngomong-ngomong jika kau perlu bantuan katakan padaku, aku akan melakukan apapun untuk wanita yang ku sukai” ucap Axel


“Tidak, terima kasih” tolak Ariella cepat


“Jangan langsung menolak, Ella. Khusus untukmu tawaranku akan berlaku untuk selamanya”


“Gila.” Ucap Ariella sambil membalikan badannya, berjalan menjauhi Axel yang menatap punggung Ariella dengan senyum tipis


“Ariellaa.. Kau benar-benar sesuatu..” gumamnya

__ADS_1


To be continue💗


__ADS_2