(Not) Cinderella Wedding

(Not) Cinderella Wedding
Bab 12 : Paman, Heh


__ADS_3

“Apa yang kamu lakukan, Faniya!” Andrew menatap tak percaya pada Faniya yang melayangkan tamparan pada pipi kanan Ariella.


Tamparan itu menghasilkan ruam merah dikulit putihnya. Tangan Andrew terulur hendak menyentuh pipi gadis itu namun belum menyentuh, tangannya sudah ditepis oleh Ariella.


“Ayahh.. Aku akan menikah dengan Mederick jika Ariella bercerai dengannya” Andrew menatap geram pada Faniya, bukannya meminta maaf pada Ariella, Faniya justru menimbulkan keributan lainnya.


“Apa maksudmu Faniya. Kamu sedang mengandung anak Mason!” Andrew berucap dengan tajam.


“Aku akan mengugurkannya Ayah!”


PLAKK


Andrew menampar Faniya dengan keras. Membuat kepala Faniya tertoleh ke samping. Dengan tangan bergetar Faniya menyentuh pipinya yang masih terasa tersengat panas akibat tamparan Andrew.


“Apa maksud perkataanmu Faniya! Kau berjanji tidak akan berbuat kekacauan jika aku merestuimu bersama Mason!” tukas Andrew dengan amarah yang tersulut.


“Ayah kumohon” ucap Faniya lirih. Ariella memutar bola matanya malas, lagi-lagi Faniya memainkan drama menyebalkan baginya.


“Kau ini kenapa Faniya?”


“Ada seseorang yang menyesal menolak perjodohan karena rumor dan setelah melihat pria yang akan dijodohkan dengannya itu menikah dengan wanita lain, kini dia menyesal sudah menolaknya” bukan Faniya yang menjawab melainkan Ariella, gadis itu mengangkat tangannya yang terdapat cincin berlian ‘angel sea’ itu melingkar dijari manisnya.

__ADS_1


Faniya menahan geram. Semua karena Ariella, ia tidak akan memaafkan Ariella yang sudah merebut miliknya. Tatapan tajam kembali ia layangkan pada Ariella ketika wanita itu melangkah dan menyenggol pundaknya dengan kasar.


“Akan kupastikan pernikahanmu akan berakhir, akan kurebut Mederick seperti aku merebut Mason darimu!” Faniya berbisik masih dengan tatapan tajamnya


“Coba saja dan semoga beruntung, adik” Ariella menampilkan smirknya


Faniya berdecih keras lalu meninggalkan ballroom itu menyisakan Ariella dan Andrew yang saling besitatap.


“Maaf untuk kelakuan Faniya” Ucap Andrew mewakili


“Tidak masalah, kuanggap itu pengaruh hormon kehamilan”


“Kamu sudah dewasa sekarang” Andrew berucap dengan senyum tipis.


“Padahal dulu kamu hanya anak berumur 10 tahun yang pendiam dipanti asuhan”


“Waktu telat mengubah segalanya. Bukankah aku mengingatkan ayah pada seseorang? ” tanya Ariella dengan senyum miringnya


“Kamu persis seperti ibumu saat menggunakan gaun pengantin” ucap Andrew lirih, tatapannya jatuh pada manik coklat madu itu persis seperti milik seseorang yang dikenalnya dimasa lalu. Mendengar ucapan itu raut Ariella berubah datar. Tatapan menghunus ia layangkan pada Andrew.


“Ibu yaa?” Gumamnya samar “Ngomong-ngomong aku hampir lupa wajah ibu ku karena kecelakaan itu”

__ADS_1


“Wajahmu mirip seperti Liliana saat muda” lanjut Andrew dengan senyum tipis, Ariella berdecih.


“Saya rasa anda tidak perlu berpura-pura lagi” nada formal itu mengejutkan Andrew


“Ariella, apa maksudmu?” Andrew berucap lirih, tangannya berusaha meraih tangan Ariella namun belum juga menyentuh Ariella sudah menepisnya dengan kasar.


“Anda tidak perlu menyembunyikan apapun lagi, karena saya tau semuanya”


“Ariella, ayah tidak bermak-“ Andrew menatap Ariella dengan gusar


“Sebenarnya sudah sejak lama aku ingin menyelesaikan ini semua. Tapi berhubung anda mengirim saya pada keluarga Winston, bukankah bagus jika sekalian bersenang-senang” Ariella tersenyum miring


“Ariella ay-“


“Nona, tuan Mederick menunggu anda” ucapan Andrew terputus ketika Jack menghampiri Ariella.


"Ella kau-"


"Tuan meminta anda segera datang nona" ucap Jack lagi, Ariella tersenyum tipis


Ariella mengangguk, dia melangkah pelan melewati Andrew.

__ADS_1


“Let’s play the game, uncle!” Bisik Ariella pelan lalu meninggalkan Andrew yang mematung, menatap tak percaya pada gadis itu. Benarkah Ariella mengetahuinya. Mengetahui bahwa Andrew adalah pamannya.


To ben continuee💗


__ADS_2