
“Riel ikut denganku”
Ariella menoleh, menatap Mederick dengan tatapan bingung. Mereka baru saja selesai sarapan bersama. Dan tiba-tiba pria itu mengajaknya untuk pergi.
“Kemana?” tanyanya
“Ke kantor ku” Ucap Mederick.
“Kau yakin?”
“Hmm. Aku ingin semua orang tau jika kau istriku” Ucap Mederick.
Bukannya meleleh Ariella justru merasa ngeri dengan ucapan pria itu. Bukankah jika dirinya terekspos itu artinya akan semakin banyak ancaman yang membahayakan nyawanya. Terlebih lagi jika dia berjalan disamping Mederick.
Mederick mungkin bisa memiliki reflek yang bagus untuk melindungi diri, tapi bagaimana dengan dirinya?
Ariella berniat menolak namun melihat tatapan Mederick yang lebih dahulu mengancam membuat Ariella terpaksa mengiyakan ajakan pria itu.
“Sebentar aku ganti baju dulu” ucap Ariella, Mederick tersenyum.
Cukup 10 menit bagi Ariella untuk bersiap akhirnya wanita itu menuruni tangga. Mederick menatap tampilan Ariella. Dia tau Ariella menyukai warna putih jadi ia sengaja membelikan Ariella banyak pakaian berwarna putih seperti saat ini Riel-nya sangat cantik dengan balutan dress putih yang melekat pas ditubuhnya.
Mederick tidak dapat melepaskan pandangan nya dari Ariella. Ia suka melihat Ariella dengan dress putih itu. Tapi ia juga tidak rela jika pria lain melihatnya apalagi mereka akan pergi ke kantor Mederick yang hampir semua pekerjanya para pria.
Mereka berjalan menuju pintu utama. Sudah ada supir dan mobil yang menunggu mereka. Supir tersebut membukakan pintu untuk Ariella, ia menatap penampilan Ariella. sedangkan Mederick pria itu mendekat ke arah supir yang sudah menutup pintu Ariella.
“Ken” Ucap Mederick membuat supir itu menoleh.
“Ya tuan Winston?”
“Jaga pandanganmu dari milik ku” bisik Mederick dingin. Mampu membuat siapapun yang mendengarnya merinding ketakutan. Ken menunduk dan mengucapkan maaf. Setelah itu Mederick masuk mobil mendudukkan dirinya tepat di sebelah Ariella.
__ADS_1
Mobil mulai berjalan dengan Ken sebagai pengemudi
“Dimana Jack? Belakangan ini aku tidak melihatnya. Kau memecatnya?” tanya Ariella
“Dia bukan supir tapi asistenku dan pekerjaannya di kantor” Jelas Mederick sambil mengusap kepala Ariella penuh kasih sayang
“Oh, ku kira kau memecatnya”
“Kau ingin aku memecatnya?” Mederick bertanya balik
“Tidak, orang kompeten seperti Jack itu tidak boleh di sia-siakan” diam-diam Mederick mengangguk setuju dengan ucapan Ella.
Mobil yang mereka tumpangi telah berhenti. Ariella memperhatikan Mederick yang menggunakan topeng silver miliknya lalu beralih pada bangunan mewah yang menjulang tinggi di depannya. Di bagian depannya terdapat tulisan ‘Winston Group’. Penanda bahwa perusahaan itu milik keluarga Winston.
Mederick berjalan masuk lobby dengan tangan yang melingkari pinggang Ariella. Ia menatap tajam pria yang tidak dapat melepaskan pandangan nya dari Ariella.
“Jaga mata kalian” ucap Mederick. Ia tidak bisa lagi memendam kekesalan ketika ada pria lain yang memandang Ariella seperti itu. Akibat ucapan Mederick, para pria yang ada disana langsung menunduk. Namun tidak dengan beberapa wanita yang masih menyapa mereka dengan sopan.
Lift terbuka, Mederick berjalan keluar masih dengan merangkul Ariella. di depannya, Ariella melihat seorang wanita dengan pakaian yang cukup terbuka tengah berdiri menyambut mereka.
“Selamat pagi, Sir dan ...” Sapa Alexa yang terlihat bingung untuk menyebut Ariella dengan panggilan apa
“Dia istriku” Sela Mederick, dia mengenalkan Ariella pada Alexa
Ariella bisa melihat raut terkejut Alexa sebelum sekertaris Mederick itu mengulas senyum tipis yang terlihat terpaksa dan menyapanya
“Maafkan saya atas ketidaktahuan saya Nyonya Winston” Ucap Alexa.
“Tidak papa” Ariella tersenyum tipis. Sebuah ide melintas di benaknya. Secara tiba-tiba Ariella memeluk Mederick dengan erat
“Kenapa?” Tanya Mederick bingung dengan tingkah Ariella yang secara tiba-tiba memeluknya
__ADS_1
Ariella menggeleng namun tidak dengan tatapannya yang melirik pada Alexa. Wanita itu mengepalkan tangannya yang membuat Ariella tersenyum miring. Ariella bisa menyimpulkan jika sekretaris Mederick itu tidak suka dengan keberadaanya.
“Jadwal hari ini?” Mederick bertanya sambil mengalihkan tatapannya pada Alexa.
“Jam 2 anda memiliki satu pertemuan dengan CEO Parke Company, Sir” Jawab Alexa dengan formal, bagimanapun Mederick adalah bossnya.
Mederick berdehem lalu mengelus rambut Ella “Kau lelah?” Tanya Mederick, Ariella mengangguk
“Dimana ruanganmu?” Tanya Ariella, kali ini dia semakin berani untuk mencium rahang Mederick. Pria itu menggeram tertahan lalu menarik Ariella menuju ruangan yang tak jauh dari Alexa berdiri.
Setelah berada di dalam ruang kerja Mederick, Ariella mendorong Mederick menjauh. Mederick tersenyum miring, dia sudah tau jika sebelumnya dalah salah satu taktik Ariella
“Kau cemburu?” ucap Mederick tiba-tiba. Ariella yang sedang memperhatikan ruang kerja Mederick menoleh kebelakang
“Cemburu? Pada siapa?” Ariella balik bertanya
“Try to inconnet, hmm?” Mederick melangkahkan kakinya mendekati Ariella, mempersempit jarak antara mereka.
“Kau tidak berencana menyerangku sekarang kan?”
“Kau yang memancingku”
“Oh ayolah, aku baru sadar jika kau benar-benar gila, Der” Ariella memutar bola matanya jengah berbeda dengan Mederick yang terkekeh pelan.
Mederick mendudukan diri di kursi dan membuka macbooknya sedangkan Ariella duduk di Sofa sambil bermain handphone. Ada sebuah pesan masuk, hal itu membuat Ella tersenyum lebar.
“Sepertinya kau sedang bahagia” ucap Mederick tiba-tiba. Ariella menatap Mederick, topeng peraknya gini berganti menjadi kacamata bening yang terlihat sempurna membingkai wajahnya.
“Ikan yang pancing memakan umpan dengan sangat baik” Jawab Ariella dengan senyum lebarnya
To be continuee💗
__ADS_1