
“Tidak..tidak.. jangan menyentuhku!” Suara Faniya terjeda “I-ini anak Mason! milik Mason bu-bukan milikmu!!” Ucap Faniya histeris dan bersamaan dengan itu pesan berakhir.
Mason terdiam, otaknya mencerna apa yang baru saja didengarnya. Cukup sulit baginya memproses apa yang terjadi namun satu hal yang dia tau, Faniya bermain dibelakangnya
Mason menelpon nomor asing yang mengirimnya pesan itu namun sayang, panggilannya tidak terhubung. Nomor tersebut sudah tidak terdaftar. Mason mencoba untuk berpikir postif mungkin saja ada orang yang ingin menjatuhkannya namun dilain sisi dia meyakini bahwa suara itu memang benar milik Faniya.
“Carl” panggil Mason
Seorang pria dengan setelan jas coklat masuk ke dalam ruangan Mason dengan sedikit menunduk
“Ya Tuan”
“Cari tau semua hal yang Faniya sembunyikan dariku!” Perintah Mason. Carl mengangguk lalu tersenyum tipis, akhirnya sang atasan mendapatkan pencerahan tentang wanita pujaannya yang memang tidak Carl sukai itu.
“Baik Tuan” Ucapnya patuh
-
-
Sore ini Ella sedang berada diruang baca. Pintu ruangan itu terbuka, Ariella tak terganggu sama sekali dengan siapa yang datang karena dia sudah bisa menebaknya, siapa lagi yang dengan bebas dapat berkeliaran di mansion selain sang pemilik.
“Fokus sekali” Mederick memeluk Ella dari belakang. Sikap pria itu semakin manis tiap harinya.
Ella memiringkan wajahnya, menatap Mederick dalam jarak dekat, tanpa sengaja bibirnya menyentuh leher pria itu.
Mederick tersenyum tipis, dia menahan dagu Ariella dan mengecup bibir Ariella. kecupan singkat yang manis, membuat suasana romantis tercipta di antara keduanya. Mata Ariella menatap Mederick, suasana seperti ini membuatnya merasa tak nyaman terlebih mata abu-abu Mederick yang menatapnya membuat situasi semakin aneh.
__ADS_1
Ariella sedikit menjauhkan wajahnya dari Mederick dan kembali fokus pada buku ditangannya. Dia merasakan berat pada pundaknya saat Mederick menumpukan kepala di sana.
“Kau tidak lelah terus membaca?” Ucap Mederick, kepalanya miring dengan sorot mata yang mengincar leher Ella. Tatapannya seperti seorang predator yang siap mencengkram mangsanya. Lagipun leher merupakan bagian yang sensitive dan itulah yang Mederick incar.
“Tidak lebih lelah daripada mengurusmu” Ella menutup novelnya saat Mederick mulai bertingkah. Dia melonggarkan lengan Mederick yang berada di pinggangnya namun tidak melepaskannya.
“Kenapa kau pulang cepat? Seingatku ini bukan jam pulang kantor” Tanya Ella. Kini perhatiannya tertuju pada Mederick
“Aku bosnya. Tidak ada karyawan yang berani memecat bosnya”
“Sombong sekali” Ariella berdecih, mata coklat itu memindai penampilan Mederick yang terkesan menggoda. Dua kancing teratas pria itu terbuka, memperlihatkan dada bidangnya yang terlihat sesak.
“Aku berhasil menangkap Drevon Archard, kau mau ku apakan dia?” tanya Mederick mengambil alih fokus Ella dari tubuh Mederick
“Aku belum tau. Kau bisa melakukan apapun yang kau mau dengannya” Jawab Ella.
“Kau yakin?” Tanya Mederick
Mederick mengecup kening Ella “Dia akan segera sadar, Daniel bilang kondisinya mulai stabil” Ucap Mederick yang membuat Ariella tersenyum tulus. Daniel adalah dokter pribadi keluarga Winston. Ariella mengakui keterampilan pria paruh baya itu yang sangat terampil dalam bidang kesehatan.
“Terima kasih, Der”
“Apapun untukmu, Love” Ucap Mederick dengan seringaian samar di bibirnya. Ariella mendorong Mederick menjauh saat pria itu ******* bibirnya.
“Demi Tuhan Der, ini masih sore” Ucap Ariella kesal, keheningan terjadi selama beberapa saat. Ariella menatap Mederick. Kini dia bisa melihat seringaian di bibir pria itu.
“Jika kau ingin melakukannya di malam hari.. it’s oke. Kita lakukan untuk yang kedua kalinya” Ucap Mederick yang membuat Ariella tercengang. Semakin lama dia semakin melihat kegilaan Mederick.
__ADS_1
“Aku ingin melihat Leander” Ariella berusaha mengeluarkan dirinya dari situasi panas dan menegangkan. Tatapan Mederick benar-benar berbeda dari sebelumnya.
“Berhenti menyiksaku Love, kau tidak ingin aku menjadi kasar kan?!” Pekik Mederick frustasi, kedua tangannya mencengkram pinggang Ella dan menggendong wanita itu didepannya. Ariella yakin jika Mederick tidak akan melepaskan dirinya saat ini.
“Kau seperti menjadikanku pemuas nafsu secara legal, Der..” Ariella terkekeh, dia menatap mata abu-abu Mederick yang mendongak menatap mata coklatnya. Mederick terus melangkah, dia membuka pintu kamar masih dengan posisi menggendong Ella.
“Itu salah satu alasan aku menikahimu” Ucap Mederick bersamaan dengan Ariella yang terlempar pada ranjang king size miliknya.
“Dan alasan lainnya?” tanya Ariella setelah berbaring
“Kau akan tau nanti” Ucapnya dengan seringain lebar sebelum menekn Ariella di bawahnya.
Tengah malam, Mederick keluar dari kamar, meninggalkan Ariella yang tertidur karena kelelahan akibat pergulatan panas mereka. Mederick menuruni tangga menuju ruang bawah tanah. Dia bersiul pada seorang pria yang terikat dengan rantai tepat dibawahnya.
“Lemah juga” Mederick bergumam dengan penuh ejekan.
“Aku tidak memiliki masalah denganmu, Mederick Winston!” Drevon berucap dengan gigi yang bergeretak. Tubuhnya terasa sangat sakit akibat cambukan yang diberikan bawahan Mederick.
“Wah berarti kau lupa jika sebelumnya pernah mengirimkan parasite yang menggangguku” Mederick berucap dengan tawa yang menakutkan. Pria itu melambai sebagai perintah agar kedua bawahannya yang berada di sana pergi.
“Sejak kapan seorang Mederick Winston ikut campur masalah orang lain?!” Tanya Drevon dengan mengejek. Dia tau dengan prinsip keluarga Winston yang selalu netral jika berhubungan dengan pihak lain.
“Orang lain? Mungkin kau lupa jika Ariella sudah menjadi istriku”
Drevon terdiam, dia tidak menyangka jika Mederick benar-benar jatuh dalam pelukan Ella. Drevon kira semua perilaku Mederick hanyalah gimmick agar pria itu mendapatkan warisan keluarga Winston dan kepercayaan dari Dalton.
“Oh ya, istriku bingung harus bagaimana membalas perbuatanmu jadi aku berinisiatif untuk membantunya.” Ucap Mederick dengan tawa riangnya.
__ADS_1
See? Sudah Ariella bilang bukan, jika setelah malam panas mereka Mederick benar-benar menjadi pion yang sangat berguna untuknya. Termasuk membantunya membalas dendam.
To be continue💗